Rabu, 09 November 2011

tugas durung rampung

PENYEPUHAN (ELECTROPLATING)
esuai dengan namanya, metode elektrokimia adalah metode yang didasarkan
pada reaksi redoks, yakni gabungan dari reaksi reduksi dan oksidasi, yang berlangsung pada elektroda yang sama/berbeda dalam suatu sistem elektrokimia. Sistem elektrokimia meliputi sel elektrokimia dan reaksi elektrokimia. Sel elektrokimia yang menghasilkan listrik karena terjadinya reaksi spontan di dalamnya di sebut sel galvani. Sedangkan sel elektrokimia di mana reaksi tak-spontan terjadi di dalamnya disebut sel elektrolisis. Peralatan dasar dari sel elektrokimia adalah dua elektroda-umumnya konduktor logam-yang dicelupkan ke dalam elektrolit konduktor ion (yang dapat berupa larutan maupun cairan) dan sumber arus. Karena didasarkan pada reaksi redoks, pereaksi utama yang berperan dalam metode ini adalah elektron yang di pasok dari suatu sumber listrik. Sesuai dengan reaksi yang berlangsung, elektroda dalam suatu sistem elektrokimia dapat dibedakan menjadi katoda, yakni elektroda di mana reaksi reduksi (reaksi katodik) berlangsung dan anoda di mana reaksi oksidasi (reaksi anodik) berlangsung.
Aplikasi utama dari metoda elektrokimia adalah untuk electroplating. Industri yang bergerak dalam bidang electroplating menerima penyepuhan peralatan teknik maupun perbaikan lapisan logam. Dalam produksi benda-benda logam, suatu benda yang terbuat dari logam atau aliase logam seringkali disalut dengan suatu lapisan tipis logam lain. Penyepuhan (electroplating) dimaksudkan untuk melindungi logam terhadap korosi atau untuk memperbaiki penampilan.

Pada penyepuhan, logam yang akan disepuh dijadikan katode, sedangkan logam penyepuhnya sebagai anode. Kedua elektroda ini dicelupkan dalam larutan garam dari logam penyepuh dan dihubungkan dengan sumber arus searah.
Perhatikan pada gb.2 kita mempunyai logam yang siap disepuh. Garam NiCl2 terionisasi dalam air menjadi ion Ni++ dan dua ion Cl- . Sel terdiri dari dua setengah sel yang elektodenya dihubungkan dengan kawat beraliran listrik searah. Logam yang akan disepuh dihubungkan dengan kabel pada kutub negative baterai sedangkan logam nikel dihubungkan dengan kutub positif baterai.
Objek yang disepuh menjadi bermuatan negative dan menarik ion positif Ni++ menuju objek, kemudian electron mengalir dari anoda ke katoda. Ion Ni++ tertarik ke katoda dan direduksi menjadi Ni(p). Jadi, logam nikel (anoda) melarut sebagai Ni++ dalam larutan, menyediakan pengganti nikel utuk logam yang akan disepuh, dan mempertahankan larutan nikel klorida dalam sel.
Untuk setiap ion Ni++ , 2 elektron digunakan untuk menetralisasi muatan positif dan mereduksi atom dari logam Ni++ . Jumlah perubahan kimia yang dihasilkan sebanding dengan besarnya muatan listrik yang melewati sel elektrolisis. Selama energi baterai tetap ada, nikel terus melarut dari anode dan menyalut katoda.

Untuk logam-logam berikut ini, larutan yang digunakan adalah sebagai
berikut.
Kromium
: asam kromium dengan asam belerang
Nikel
: nikel sulfat dengan asam boric dan nikel klorida
Cadmium
: cadmium sianida dengan natrium sianida dan natrium hidroksida
cadmium sianida dalam larutan alkalis
Seng
: seng sulfat dengan asam boric,
seng sianida dengan natrium sianida
seng sianida dalam larutan alkali
seng klorida dalam asam hidroklorida
Tembaga
: tembaga sulfat asam belerang
tembaga sulfat dengan natrium sianida dalam larutan alkali
tembaga sianida dengan sodium sianida dalam larutan alkali
Perak
: perak sianida dalam larutan alkali
perak sianida dengan kalium dalam larutan alkali.
Faktor yang mempengaruhi dalam usaha untuk memperoleh salutan yang
tebalnya seragam dan melekat kuat pada logam dasarnya adalah:
Bersihnya permukaan yang akan disalut
Voltase
Kemurnian larutan
Temperature
Konsentrasi ion yang akan disepuhkan
Konsentrasi total ion-ion dalam larutan itu

Kamis, 27 Oktober 2011

Museum





Museum ini awalnya dirancang untuk mengumpulkan benda apa saja, House on the Rock berlokasi di Deer Shelter Rock, Wisconsin yang pertama kali dibuka pada tahun 1959. Disini terdapat replika dari berbagai kota Amerika di awal abad 20 replika juga ada monster laut sepanjang 200 kaki.Namun sayangnya semua koleksi di rumah museum inidibiarkan berdebu dan dalam ruang gelap. Kalian bisa membayangkan bagaimana sebuah ruangan gelap berisi berbagai alat musik tua dan ratusan boneka tak terawat bersatu dengan bau pengap dan hawa mistis menyeramkan!


2. Glore Psychiatric Museum



Siapa sih yang tidak ingin melihat sebuah museum yang didedikasi untuk sejarah hal hal hebat seperti perawatan kejut listrik dan Lobotomies?ya.hampir semua orang minat hal itu, tapi jika kalian ingin lihat hal hal yang mengejutkan, silahkan berkunjung ke Glore Psychiatric Museum. Dan jika kalian melihat bagian paling mengerikan di museum ini, santai saja sebab itulah kenikmatannya. Jangan lupa untuk mengunjungi area pengobatan kuno dimana anda bisa melihat instrumen untuk pasien yang mengalami pendarahan dan diaorama operasi psychosurgical menarik yang membuat kalian terus melangkah.


3. New Haven Ventiloquist Museum



Di New Haven Connecticut terdapat sebuah museum yang hanya mengandung baris demi baris boneka ventriloquist tua. Setiap tempat duduk di teater memiliki boneka di dalamnya. Sekarang kebanyakan orang tidak lagi menderita Autonomatonophobia (rasa takut jika melihat figur manusia buatan – yes it’s real) Ada seribu “Chuckie” disini.


4. Catacombs of Palermo



Catacombs dari Palermo berubah menjadi sebuah museum kematian. Jauh di dalam perut biara Kapusin kalian bisa melihat ratusan mayat – baik biksu atau mayat mayat masyarakat setempat. Mayat mayat ini di bariskan di sepanjang dinding dalam pakaian saat mereka dikuburkan. Mayat-mayat itu diletakkan di Catacombe dari akhir abad ke-16 sampai pemakaman yang terakhir – Rosalia Lombardo pada 1920-an. Udara dingin dan lingkungan kering berarti bahwa jenazah sangat terjaga dengan baik – tersimpan dengan sangat baik sehingga terlihat seperti tidur.Yang paling mengerikan mayat mayat ini seperti terlihat siap bangun setiap saat untuk menyerang para pengunjung.Tempat liburan yang asik bukan?hiiiy


5. London Dungeon



Ruang bawah tanah London yang sangat terkenal. Menempatkan benda benda menakutkan yang tersisa disini . Sebuah peninggalan penjara bawah tanah dan tempat penyiksaan di abad pertengahan. Jika Anda pergi ke Dungeon sebaiknya minum dulu jika memiliki sakit jantung sebab disini banyak aktor bayaran yang akan melompat tiba tiba dan menakut nakuti kalian .Antrian masuk kesini sangat panjang , sebab atraksi yang sangat terkenal. duniakita.infoSatu-satunya tempat lain yang memiliki antrian terpanjang lainnya yaitu toko roti di Soviet Rusia.


6. Lombrop’s Museum of Criminal

Cesare Lambroso mendirikan sekolah Italia kriminologi. Tidak mengherankan jika museum ini diisi dengan objek yang memang mengerikan.Dikombinasikan dengan berbagai macam koleksi yang menggambarkan tindak kejahatan, ada senjata yang digunakan untuk menyembelih manusia, bahkan Lambroso memiliki koleksi kepala yang di awetkan dalam botol formalin dengan sempurna. Jika Anda tertarik dengan kisah kejahatan – atau hanya ingin menghabiskan hari menatap tengkorak, potongan sisa sisa tubuh manusia, dan benda-benda mengerikan lainnya, ini adalah tempat yang cocok.


7. Madame Tussaud



Ini mungkin entri yang paling terkenal di dalam daftar. Madame Tussauds di London yang terkenal karena koleksi replika terbesar yang dibuat dari lilin – kebanyakan dari orang-orang terkenal. Tapi museum itu mulai lebih mengerikan. Madame Tussaud memulai koleksi sejak revolusi Perancis. Dia akan pergi ke Guillotine setelah mendengar ada orang telah dieksekusi dan membuat cetakan lilin kepala mereka yang terputus!. Dan yang paling dikenal mungkin adalah patung lilin Raja terakhir dari Perancis. Kesemua kepala ini dipajang di museum bersama dengan koleksi lain yang mengerikan, menampilkan gambaran kesadisan dalam sejarah. Ketika kalian melihat patung replika berukuran seperti asli dari salah satu korban Jack the Ripper, kalian akan berpikir dua kali untuk kemari. Oh ya satu lagi- untuk membuat hal-hal yang lebih menakutkan, ruang penuh kengerian ini sekarang menambah atraksi dengan aktor yang akan melompat keluar dan menakut-nakuti pengunjung. Sepertinya kalian harus membawa celana dalam cadangan kalau kemari.

Senin, 24 Oktober 2011

laut dunia

Keajaiban Dunia Sungai Dibawah Laut

Sungai di dalam laut Secara ilmiah itu tidak mungkin terjadi. Seorang penyelam, Anatoly Beloshchin, mengambil gambar 'sungai di dalam laut' dari kedalaman 60 meter perairan Cenote Angelita, Mexico.di kedalaman lebih dari 30 meter tim penyelam menemukan air tawar di tengah kolom air laut. Kondisi itu berubah dan penyelam kembali menemukan air laut mulai melewati kedalaman 60 meter.
Beberapa meter dari lokasi itu akan ditemukan sebuah gua. Di bagian bawah dekat gua itu tim penyelam menemukan sebuah sungai lengkap dengan pohon dan dedaunan yang mengapung di kolom air itu.Ternyata lokasi itu bukanlah sungai seperti yang terlihat di daratan. Tetapi, suasana itu memang mirip sungai lengkap dengan lapisan seperti air yang berwarna agak kecoklatan.










Tapi tunggu dulu, warna kecoklatan itu bukanlah berasal dari air tawar. Disebutkan, bagian kecoklatan yang mirip air sungai itu adalah lapisan bagian bawah gas hidrogen sulfida. Gas yang biasanya dihasilkan dari saluran pembuangan kotoran. Secara keseluruhan, tim penyelam menemukan itu adalah kondisi yang sangat mengejutkan dan menakjubkan untuk dipandang.
Namun sayang menurut berita di vivanews mengatakan 'Sungai' Bawah Laut Mexico membahayakan biota laut tapi untungnya tidak membayakan manusia berikut beritanya:
Fenomena 'sungai' di dalam laut Mexico dikhawatirkan bisa membahayakan biota laut. Meski masih dalam penelitian, gas hidrogen sulfida (H2S) di 'sungai jadi-jadian' itu tidak membahayakan manusia.
"H2S itu bersifat asam, apabila bercampur dengan air laut atau garam yang terkandung dalam air laut, maka gas itu bisa berbahaya bagi biota laut, namun tidak berbahya bagi manusia," kata Menristek Suharna Surapranata kepada VIVAnews.
Hal itu disampaikan Suharna Surapranata dalam pembukaan di The 4th GEOSS Asia – Pacific Symposium, Denpasar, Bali, Rabu 10 Maret 2010,
Kendati demikian, Suharna mengakui fenomena alam itu merupakan bagian dari vulkanologi atau studi tentang gunung berapi, lava, magma dan fenomena geologi yang berhubungan.
"Di Indonesia memang belum pernah terjadi, namun sangat mungkin fenomena itu terjadi karena hal itu merupakan fenomena alam, dan sejauh ini penelitian tentang sungai bawah laut belum selesai, dan masih melakukan pemetaan tematik," jelasnya.
Seperti diketahui, 'sungai' bawah laut yang terjadi di perairan perairan Cenote Angelita, Mexico, pada kedalaman 60 meter itu bukanlah sungai sebenarnya.
Warna kecoklatan seperti air sungai itu merupakan lapisan gas hidrogen sulfida. Namun warna kecoklatan itu bukan berasal dari air tawar.
Disebutkan, bagian kecoklatan yang mirip air sungai itu adalah lapisan bagian bawah gas hidrogen sulfide atau H2S. Gas yang biasanya dihasilkan dari saluran pembuangan kotoran.
Suasana dalam laut itu mirip sungai lengkap dengan lapisan seperti air yang berwarna agak kecoklatan. Ada pohon lengkap dengan dedaunan jatuh berguguran.
sumber:vivanews.

laut indonesia

Raja Ampat, surganya bawah laut


Raja Ampat lies hidden in a remote corner of the sea, surrounded by the world’s most-complicated island geography. It’s a coral universe with enormous currents and tides bathing the reefs in an endless plankton stew. The combination of an infinite range of habitat and rich currents has produced an undersea wilderness dripping in biodiversity. A true Last Place on Earth “ - David Doubilet and Jen Hayes
Suasana hiruk pikuk porter menyambut kami yang baru saja mendarat di bandar udara Domine Eduard Osok, Sorong – Papua Barat. Semuanya menawarkan bantuan mengangkat barang barang bagasi. Perjalanan sepanjang 7 jam ini memang terasa melelahkan. Sejak jam 3 pagi kami sudah berkumpul di Bandara Soekarno Hatta untuk mengejar penerbangan pukul 5 pagi. Namun siapa yang peduli, kalau kita akan menikmati petualangan surga bawah laut yang terkenal di seluruh dunia.
Kepulauan Raja Ampat terletak di barat laut kepala burung Pulau Papua, dengan kurang lebih 1500 pulau kecil dan atoll serta 4 pulau besar yang utama, yakni Misol, Salawati, Bantata dan Waigeo. Luas area ini kurang lebih 4 juta hektar persegi darat dan lautan - termasuk sebagian teluk Cendrawasih - membuatnya sebagai taman laut terbesar di Indonesia.

Kehidupan hayati dan biota laut Raja Ampat paling kaya dan beranekaragam dari seluruh area taman laut di wilayah segitiga koral dunia, Philipina – Indonesia – Papua Nuigini. Segitiga coral ini merupakan jantung kekayaan terumbu karang dunia yang dilindungi dan ditetapkan berdasarkan konservasi perlindungan alam Internasional.
Ini adalah perjalanan ke tiga menyelam di Raja Ampat. Berbeda dengan perjalanan sebelumnya dimana tinggal di sebuah resor di daratan pulau. Kini saya dan sebelas teman lainnya, memutuskan memakai kapal untuk membawa kami berlayar selama seminggu penuh.
MV Raja Ampat3MV Raja Ampat, adalah kapal jenis phinisi yang telah didisain dan dirombak sesuai kebutuhan penyelaman. Kapal ini terdiri kamar berAC, ruang makan, perlengkapan dan kompresor dan fasilitas lainnya. Dengan kecepatan sekitar 10 – 12 knot, kapal ini meninggalkan pelabuhan Sorong menuju selat Dampier di antara Pulau Batanta dan Waigeo. Udara agak berangin dengan permukaan laut yang tenang. Sambil menunggu makan malam kami membongkar peralatan diving dan mempersiapkan kamera photo dan kotak kedap air – housing kamera - di ruang depan.
Memoret bawah air memerlukan ketelitian yang sangat tinggi. Ini terutama memastikan knob pengunci housing kamera atau O-ring terpasang. Sering kali karena keteledoran, kamera dan lensa seharga puluhan juta bisa rusak kemasukan air laut.
kri 1Dalam penyelaman di Raja Ampat saya membawa 2 kamera, Nikon D 300 dan Nikon D 200. Satu kamera saya pegang sendiri, dan yang lain akan saya titipkan pada dive guide kami. Kebiasaan membawa 2 kamera sekaligus ke bawah air, untuk mengantisipasi menemukan spot spot yang berbeda antara macro photography dan wide angle.
Ini disebabkan begitu kita menyelam, tidak bisa mengganti lensa yang sudah terpasang di dalam housing kamera. Variasi lensa yang saya pakai adalah Nikon 10,5 mm, 12 – 24mm, 18 -70mm, 60mm Macro dan 105mm Macro. Kadang saya menambah diopter atau doubler untuk lensa macro.
Sesuai prinsip fisika dan ketebalan air, maka spectrum warna akan berkurang semakin dalam kita menyelam. Pertama warna merah akan hilang di kedalaman 5 meter, lalu warna kuning / oranye hilang di kedalaman 10 meter, disusul warna hijau sampai akhirnya tinggal warna biru yang tersisa di kedalaman 18 meter kebawah.
Sehingga kita membutuhkan flash strobe untuk mengembalikan warna warna yang hilang tadi. Dalam pemotretan wide angle, dengan rentang light arm yang lebar saya memakai 2 buah strobe Ikelite DS 200 dan kadang mengganti – mengkombinasikan - dengan Ikelite DS 125. Lalu untuk macro photography dengan rentang arm yang lebih pendek ,saya pasang Ikelite DS 125 sebagai sumber utama dengan Ikelite DS 51 sebagai fill in cahaya.
Setelah bermalam di sebuah teluk Pulau Mioskon yang tenang, pagi ini kami akan memulai petualangan ini. Langit sangat cerah dan terlihat burung burung berterbangan menuju pucuk pucuk pohon di karang pulau. Memang sebuah awal hari yang indah.
Mike’s point dan Pulau Mioskon salah satu spot penyelaman populer di sekitar selat Dampier. Merupakan pulau karang kecil dikelilingi oleh terumbu karang plateau dengan didominasi soft coral berwarna warni serta table coral yang besar besar.
pigmy seahorse1Di Mike’s point kita benar benar berasa dalam aquarium raksasa. Begitu banyak jumlah ikannya mulai sweetlips, bumphead parrotfish sampai snapper, justru membuat kita sendiri bingung hendak memotret yang mana. Arus yang agak keras memungkinkan hal ini terjadi. Ada pameo No Current No Life. Karena semakin banyak arus justru semakin banyak ikan. Disini juga sering ditemui pigmy seahorse. Kuda laut yang sangat kecil dan mengkamuflase dirinya sesuai lingkungannya. Tentu saja mata kita harus jeli sekaligus memakai lensa makro untuk mendapatkan gambarnya secara detail.
watches schooling1Kawasan Raja Ampat memiliki lebih dari 1,070 jenis species ikan, 600 jenis species terumbu karang, dan 699 jenis molusca. Bandingkan dengan kawasan seluruh Karibia yang hanya memiliki tidak lebih dari 70 jenis terumbu karang. Tidak ada tempat di muka bumi ini yang memiliki begitu banyak keanekaragaman biota laut sebanyak Raja Ampat. Ini bisa jadi disebabkan jumlah populasi penduduk yang sangat sedikit yang masih menggunakan alat pancing tradisional serta akses terbatas antar pulau yang justru melindungi ekosistem alam ini dari kerusakan.
Hari hari selanjutnya dipenuhi dengan kegembiraan yang meluap luap, karena semakin sering kita menyelam, semakin sering juga mendapatkan obyek obyek photo yang – bagi underwater photografer – sulit di temui di belahan Indonesia lainnya.
Di Sardine Reef, saya melihat hiu wobegong yang tidur bersandar diatas pasir dipojok sebuah koral. Ini sejenis hiu kecil dengan pola totol totol di seluruh tubuhnya. Umumnya hiu ini hanya berdiam diri saja. Tetapi tidak untuk yang ini, tiba tiba ia melesat melayang menjauh. wobegong2
Seketika saya mengikuti dari jarak yang cukup dekat dan terus mengambil gambar sepuas puasnya. Pemfokusan akurat memang lebih sulit dilakukan di bawah air. Ini karena refraksi sinar di bawah air,sehingga obyek tampak lebih dekat dan lebih besar dari aslinya. Kita harus memperhitungkan hal ini. Sehingga saya lebih sering memakai auto focus dalam memotret di bawah air, terlebih dengan obyek yang terus bergerak dan kemungkinan kita sendiri yang bermanuver di arus yang kadang cukup kencang.
Memotret dengan mode aperture priority – prioritas pada diafragma – sangat dianjurkan untuk mendapatkan depth of field yang terbaik, terutama untuk foto foto lebar wide angle. Walau kadang saya juga sering memakai mode manual jika arus tenang dan macro photography.
Tak jauh dari Sardine Reef terletak Pulau Kri yang merupakan pusat kerajaan dunia bawah air Raja Ampat. Disini ada 2 buah resort yang dikelola oleh Max Ammer, seorang Belanda yang jatuh cinta dengan Raja Ampat. Saya pernah tinggal di sini dalam beberapa tahun yang lalu. Tempat ini dapat ditempuh 2 – 3 jam menggunakan speed boat dari Sorong.
Pulau ini memiliki beberapa spot penyelaman dan Tanjung Kri adalah salah satu yang terbaik. Jumlah ikan dan varietasnya sangat mengagumkan. Dr. Gerald R Allen, seorang marine biologist dan pengarang sejumlah referensi buku buku kelautan pernah meneliti di pulau Kri. Ia mencatat ada 283 jenis ikan dalam sekali penyelaman.
Topografi disini adalah steep slope dengan terumbu karang yang cantik dan rombongan ikan ikan, termasuk primadonanya. Rombongan ikan ikan kuwe, kakap, kerapu, hiu karang, napoeleon wrasse, barracuda, tuna and giant trevally.
beach2Dekat pulau fam, banyak ditemui spot spot penyelaman dengan area terumbu karang, sponges dan soft coral dengan semburat warna menyolok. Berbeda dengan jenis topografi di Kri, disini cenderung dinding karang – walls – walau ada juga karakteristik sloping reef. Banyak ditemui jenis nudibranch atau biasa disebut kelinci laut, bagian dari keluarga Molusca.
Kami menyempatkan berjalan jalan menyusuri pulau pulau kecil tak berpenghuni, dengan batu batu karangnya yang mencuat. Dikelilingi air yang tenang dan jernih kehijauan. Siapa yang bisa meragukan bahwa ada tempat tempat eksotik dan indah di bumi Indonesia ?
Menjelang sore kami dibawa oleh guide untuk memburu kehadiran Mandarin Fish. Ikan ikan kecil ini bermotif biru, merah, oranye seperti corak motif budaya Cina. Tidak tahu kenapa, jenis ikan ini hanya muncul sekitar magic hours – jam jam tertentu – yakni sekitar pukul 5 – 6 sore. Setelah beberapa lama menunggu, sejumlah ikan mandarin muncul dan berpose meliuk liuk dari balik fire coral dan karang karang lainnya.
Tentu saja saya sudah mempersiapkan dari atas lensa 60mm macro dan lensa 105mm macro untuk kamera satunya.
P 47 wreck 2Kawasan Raja Ampat juga menyimpan sejarah peninggalan mesin mesin perang – kapal dan pesawat terbang – bekas perang dunia II. Dekat pulau Wai kami mendapati sebuah rongsokan pesawat P 40 bekas milik sekutu. Pesawat ini terbujur di kedalaman 27 meter dan relatif masih utuh sejak ditemukan tahun 1999.
Agak kurang beruntung, saat itu jarak pandang – visibility – tidak terlalu bagus sehingga mempengaruhi hasil pemotretan. Perlu diketahui bahwa dalam penyelaman , kita sangat tergantung dengan jarak pandang bawah air. Jika cuaca bagus bisa saja jarak pandang jernih sampai 40 meter. Tetapi jika buruk karena begitu banyak partikel, kita bisa saja hanya memiliki jarak pandang sejauh 2 meter.
Diam diam seekor stone fish memperhatikan kami dari balik persembunyian, dekat propeller baling baling pesawat. Ia tak peduli ketika lampu srobe saya berkali kali menyinarinya.
stone fish 1Indonesia memamg memiliki surga bawah laut yang mengagumkan. Mengherankan tidak banyak photografer dalam negeri yang tidak menggali potensi ini. Banyak buku buku dan literature under water photography dari luar negeri justru mengambil obyek dan pemandangan alam bawah laut Indonesia.
Raja Ampat mewakili semuanya, daratan pulaunya yang masih perawan, laguna dan teluk yang terlindungi, pantai indah dan laut biru.
Kepulauan ini terlalu luas untuk dijelajahi dalam seminggu. Mungkin butuh waktu sebulan penuh untuk dapat mengunjungi seluruh pulau pulau yang ada. Masih banyak tempat yang menarik seperti di daerah Pulau Misol di selatan atau Wayag di ujung utara.
Saya pasti kembali lagi ke Raja Ampat. Terlalu banyak godaan untuk memotret disini.
Dalam perjalanan pulang kembali menuju Sorong, saya memandang sunset yang tiba tiba menyeruak di penghujung senja. Angin bertiup lembut memberikan suasana melankolis. Begitu indahnya Indonesia, dan kita tak pernah menyadari hal ini. Sampai sekarang.
Teriakan panggilan teman teman mengagetkan saya. Sekilas saya menoleh ke laut lepas. Langit itu masih berwarna merah kesumba.langit5

Tips Bepergian ke Raja Ampat.


1. Penerbangan setiap hari dengan Lion Air, Merpati dan Express Air dari Jakarta ke Sorong dengan stop over di Makasar. Harga tiket berkisar antara 2,5 juta sampai 4 juta pulang pergi tergantung season.
2. Memilih dive operator yang memiliki pengalaman di kawasan ini. Ada dua cara penginapan yakni tinggal di pulau Kri, Waigeo, Mansuar dan Misol atau cara lain dengan liveaboard memakai kapal. Banyak dive operator liveaboard yang menawarkan jasa ini.
3. Bepergian dengan rombongan bisa menekan budget. Ini berguna ketika melakukan deal penawaran dengan pemilik kapal atau resort. Resor di Pulau Kri lebih mahal, berkisar 900 – 1500 euro per orang untuk 7 hari ( tidak termasuk airfares ). Mereka pada umumnya selalu memberikan harga khusus untuk warga negara Indonesia.
4. Alternatif lain resor milik Pemerintah daerah yang jauh lebih murah dan dipatok dalam rupiah.
5. Biaya charter kapal liveaboard berkapasitas maksimal 14 orang peserta, berkisar 90 – 110 juta untuk selama seminggu pelayaran


( artikel ini telah dimuat dalam Majalah FOTO VIDEO - Gramedia - Edisi Januari 2009)

beach nudi biru1sunshine underwatermantis 2

Minggu, 23 Oktober 2011

sejarah romawi kuno




Kekaisaran Romawi (Roma) adalah sebuah kerajaan yang cukup besar dengan wilayah kekuasaan yang sangat luas. Ia pernah mengalami jaman keemasan, dengan tentara perangnya yang disegani semua bangsa. Pada suatu masa, bangsa Romawi sedang berada di puncak kejayaan, sekaligus awal dari kehancurannya. Pada saat yang bersamaan ajaran Kristus sedang berkembang, menerangi umat manusia di wilayah kekaisaran ini.
Karena kebenciannya terhadap agama Tuhan ini, menurut catatan sejarawan Roma, Tacitus bahwa Kaisar Nero sengaja membakar kota Roma, lalu menimpakan kesalahan kepada kaum Kristen. Kemudian Kailelius juga mengambil tindakan yang serupa, dalam 15 hari di Istana Nihemiya, menciptakan dua musibah kebakaran dan memfitnah, bahwa semua kebakaran tersebut merupakan perbuatan kaum Nasrani, memaksa kaisar pada waktu itu Dioklesian mengambil tindakan yang kejam menindas mereka.
Demi untuk membangkitkan perasaan anti-Nasrani di masyarakat, pemikir Romawi kuno tidak sedikit telah menyusun desas-desus yang khusus ditujukan pada mereka, seperti misalnya akan membunuh pengikut Yesus yang ke gereja, mereka menghirup darah bayi dan memakan dagingnya, lalu mengatakan bahwa mereka berpesta pora, dan melakukan perbuatan maksiat dan lain sebagainya, segala perbuatan jahat masyarakat Romawi kuno semuanya ditimpakan kepada kaum Nasrani.
Pada waktu itu, Kaisar Nero pernah memerintahkan untuk memasukkan tidak sedikit kaum Nasrani ke gelanggang aduan, para pembesar Roma tertawa terbahak-bahak memandangi orang-orang yang dalam keadaan hidup-hidup dicakar dan digigit hingga mati oleh binatang buas. Dia bahkan berpesan agar mengumpulkan kaum Nasrani yang banyak, lalu dijadikan satu ikatan bersama dengan rumput kering, dijadikan obor dan dibariskan ke tengah-tengah taman bunga, kemudian dibakar pada saat menjelang malam, menerangi pesta di taman kekaisaran.
Kaisar Markus Aurellius juga sangat kejam dalam menindas kaum Kristen. Menurut gambaran sejarawan Shafu, "Mayat dari orang yang dikubur hidup-hidup, berserakan di jalan-jalan, dan mayat itu lalu dibakar setelah dipotong-potong anggota tubuhnya, kemudian abu tulang yang tersisa ditebarkan ke sungai, untuk menghindari seperti dengan apa yang mereka namakan: 'bahwa musuh malaikat, menodai alam semesta'."
Tahun 250 M, penguasa lalim Decius mengeluarkan perintah kaisar, yang memerintahkan bahwa kaum Nasrani dalam perayaan hari penyesalan harus melepaskan kepercayaannya sendiri, jika tidak, akan menerima pengadilan Gubernur Jenderal setempat. Pejabat pemerintah yang menjadi kaum Nasrani akan diganjar dengan hukuman sebagai budak, atau harta bendanya akan disita. Dan akan dihukum mati bagi yang bersikeras. Lalu mengenai rakyat biasa, kondisinya lebih mengenaskan lagi. Tahun 303 M, Raja Dioklesian mengeluarkan perintah lagi, "sebuah penindasan terhadap agama mulai digencarkan oleh pemerintah kekaisaran Romawi," penghancuran gereja oleh massa, perampasan kitab suci dan pembunuhan yang kejam terhadap pastur atau pendeta.
Dalam sejarah, penindasan terhadap kaum Kristiani perempuan merupakan suatu hal yang mengejutkan. Beberapa buku sejarah telah menceritakan tentang beberapa peristiwa yang terjadi antara tahun 209 M hingga 210 M. Konon dikatakan, bahwa para wanita yang telah mengucapkan janji suci kaul kekal, dipaksa untuk menerima cobaan yang berat antara kesucian diri dan kepercayaan pada agama. Seperti yang telah diketahui oleh orang-orang, bahwa sistem hukum Romawi kuno sangat modern, sistem perlindungan hukumnya sudah matang. Namun sistem hukum yang sempurna tidak mencegah kekejaman.penguasa terhadap penindasan keyakinan yang lurus, mengadili dan menghukum malah menjadi semacam pola kekuasaan raja tertinggi.
Pada masa Romawi kuno, seorang pengawas yang bernama Plinius melapor kepada Kaisar Trajanus dengan mengatakan, "Siapa pun yang dituduh sebagai kaum Nasrani, aku pernah menanyai, apakah mereka benar-benar seorang Kristiani. Jika mereka mengaku, aku lalu menakuti mereka dengan hukuman, dan kemudian bertanya lagi, jika mereka tetap bersikeras mengaku sebagai Kristiani, aku akan memerintahkan untuk menghukum mati mereka." Lalu Raja Trajanus memberikan tanggapan dan berkata, "Cara engkau menangani para tertuduh Kristen sangat tepatc." Peristiwa ini dikenal busuk dengan "kasus Cyprianus yang dipancung".
Pendeta Cyprianus menolak melepaskan kepercayaan untuk "mengoreksi kesalahannya dan menjadi manusia baru". Pengadilan lalu memastikan bahwa dakwaannya dinyatakan sah dengan tuduhan "menghimpun secara rahasia kelompok yang melakukan tindak kejahatan" dan juga atas dakwaan "memusuhi semua malaikat Roma", maka akhirnya ia dijatuhi hukuman pancung.
Penindasan terhadap kepercayaan yang lurus tidak bisa dipahami oleh seseorang yang berhati baik, karena hal ini disebabkan oleh sifat iri hati, sewenang-wenang dan kejam. Jika dipandang dari sudut sejarah, keyakinan yang lurus selalu muncul pada masa kemerosotan moral dan kebejatan jiwa manusia. Kekuatan yang baik akan langsung menyerang terhadap bermacam-macam faktor kejahatan yang telah terpupuk lama. Penindasan terhadap keyakinan lurus, hanya merupakan sebuah ekspresi perbandingan kekuatan antara yang baik dengan yang jahat, yang mana juga merupakan rontaan sakaratul maut sebelum musnah.
Jika dipandang dari semua kekuasaan yang sewenang-wenang dan jahat tersebut, maka pemikiran apa pun yang tidak disertai dengan ketulusan, keyakinan, dan populasi semuanya memiliki ancaman serius, yang akan menjadi target penindakan dan pukulan.
Raja Roma Domitian pernah memerintahkan untuk menggeledah dan menangkap kaum Nasrani secara besar-besaran dan dihukum mati, bahkan adik sepupunya sekeluarga juga tidak dilepas. Raja Domitian menindas kaum Kristiani dikarenakan mereka tidak bersedia menyebutnya sebagai malaikat. Raja ini tidak sudi menanti kelaziman bahwa hanya setelah meninggal yang akan dianggap sebagai malaikat. Semasa hidupnya menghendaki rakyat menyebutnya sebagai "Tuhan kami, malaikat kami".
Raja Dioklesian demi untuk supaya berhasil menyatukan kekaisaran Romawi, menghendaki semua rakyat Roma untuk menganut satu kepercayaan saja, dikarenakan demikian, maka kaum Kristiani menjadi suatu kerisauan bagi dirinya, Kemudian, dia memerintahkan untuk menghancurkan gereja, dan kaum Kristiani dipaksa untuk meninggalkan keyakinannya atau memilih di antara kematiannya.
Dalam penyebarannya, kaum Nasrani berpegang teguh pada keistimewaan keyakinannya, tidak bersedia berpadu atau berdiri sejajar dengan agama lainnya, yang mana juga telah menyinggung agama orang yang membela Roma. Pada waktu itu, di kota Roma banyak ajaran dari berbagai bangsa dengan bermacam-macam versi, dan banyak yang merupakan ajaran sesat, ada sesuatu yang mengganjal dalam hati para penganut sesat itu terhadap keyakinan yang lurus.
Pada masa Romawi, penganut Nasrani berpegang teguh pada kesucian, cinta kasih, kearifan dan keadilan, semua ini tampaknya bukan suatu pemikiran yang praktis pada saat itu. Karena ditimbulkan dari rasa kasih, kaum Nasrani menolak untuk memasuki gelanggang menonton pemandangan adu manusia antara penjahat perang dengan budak belian, mereka melepaskan budak belian mereka sendiri tanpa syarat. Tidak sedikit pendeta yang mengritik pola hidup orang Roma yang mewah dan berpoya-poya yang menyebabkan timbulnya rasa tidak senang beberapa orang. Kehidupan individu kaum Nasrani yang polos sederhana, telah merosotkan suasana kemewahan di masyarakat menjadi semacam perbandingan kuat yang mengancam banyak orang, terlebih lagi bagi penguasa.
Pada masa Romawi kuno, Uskup Paulus dibawa menuju ke gelanggang. Pengawas berkata, asal saja dia menolak Kristen di hadapan massa, maka akan diberikan kebebasan. Paulus mengatakan, "Selama 80 tahun aku tetap mengabdi akan Tuhanku, Dia tidak pernah berlaku tidak adil terhadapku, bagaimana boleh aku menghinaNya penyelamatku?" Pengawas bermaksud membakar Paulus. Dengan tenang Paulus berkata, "Kau ingin menakutiku dengan bara api, kekuatan api tersebut hanya akan membakar selama 1 jam saja, kau malah melupakan api neraka yang tidak pernah padam selamanya." Tidak lama kemudian, sekelompok massa yang brutal, menyembul keluar lalu membakarnya hidup-hidup.
Pada saat itu, banyak sekali pengikut setia Kristen, yang bukan hanya tidak mengerang dalam kobaran api tersebut, malah memuji-muji malaikat mereka dalam kobaran bara api . Semua akhlak bobrok dan pandangan kabur serta kuping yang tuli masyarakat Roma ini merupakan suatu hal yang tidak bisa dipahami. Dalam sejarah, kaum Kristen mengabdikan dirinya untuk suatu kepercayaan yang diyakininya.

Rabu, 19 Oktober 2011

Mencapai potensi hidup yang maksimal


Setiap orang mendambakan masa depan yang lebih baik ; kesuksesan dalam karir,
rumah tangga dan hubungan sosial, namun seringkali kita terbentur oleh berbagai
kendala. Dan kendala terbesar justru ada pada diri kita sendiri.
Melalui karyanya, Joel Osteen menantang kita untuk keluar dari pola pikir yang
sempit dan mulai berpikir dengan paradigma yang baru.

Ada 7 langkah agar kita mencapai potensi hidup yang maksimal :

* Langkah pertama adalah perluas wawasan. Anda harus memandang kehidupan ini
dengan mata iman, pandanglah dirimu sedang melesat ke level yang lebih tinggi.
Anda harus memiliki gambaran mental yang jelas tentang apa yang akan Anda raih.
Gambaran ini harus menjadi bagian dari dirimu, didalam benakmu, dalam percakapanmu,
meresap ke pikiran alam bawah sadarmu, dalam perbuatanmu dan dalam setiap
aspek kehidupanmu.

* Langkah ke dua adalah mengembangkan gambar diri yang sehat. Itu artinya Anda harus
melandasi gambar dirimu diatas apa yang Tuhan katakan tentang Anda.
Keberhasilanmu meraih tujuan sangat tergantung pada bagaimana Anda memandang
dirimu sendiri dan apa yang Anda rasakan tentang dirimu. Sebab hal itu akan menentukan
tingkat kepercayaan diri Anda dalam bertindak. Fakta menyatakan bahwa Anda tidak akan
pernah melesat lebih tinggi dari apa yang Anda bayangkan mengenai dirimu sendiri

* Langkah ke tiga adalah temukan kekuatan dibalik pikiran dan perkataanmu.
Target utama serangan musuh adalah pikiranmu. Ia tahu sekiranya ia
berhasil mengendalikan dan memanipulasi apa yang Anda pikirkan, maka ia
akan berhasil mengendalikan dan memanipulasi seluruh kehidupanmu.
Pikiran menentukan prilaku, sikap dan gambar diri. Pikiran menentukan tujuan.
Alkitab memperingatkan kita untuk senantiasa menjaga pikiran.

* Langkah ke empat adalah lepaskan masa lalu, biarkanlah ia pergi...
Anda mungkin saja telah kehilangan segala yang tidak seorangpun patut mengalaminya
dalam hidup ini. Jika Anda ingin hidup berkemenangan , Anda tidak boleh memakai
trauma masa lalu sebagai dalih untuk membuat pilihan-pilihan yang buruk saat ini.
Anda harus berani tidak menjadikan masa lalu sebagai alasan atas sikap burukmu
selama ini, atau membenarkan tindakanmu untuk tidak mengampuni seseorang.

* Langkah ke lima adalah temukan kekuatan di dalam keadaan yang paling buruk sekalipun
Kita harus bersikap :" Saya boleh saja terjatuh beberapa kali dalam hidup ini, tetapi
tetapi saya tidak akan terus tinggal dibawah sana." Kita semua menghadapi
tantangan dalam hidup ini . KIta semua pasti mengalami hal-hal yang datang
menyerang kita. Kita boleh saja dijatuhkan dari luar, tetapi kunci untuk hidup
berkemenangan adalah belajar bagaimana untuk bangkit lagi dari dalam.


* Langkah ke enam adalah memberi dengan sukacita. Salah satu tantangan terbesar
yang kita hadapi adalah godaan untuk hidup mementingkan diri sendiri.
Sebab kita tahu bahwa Tuhan memang menginginkan yang terbaik buat kita,
Ia ingin kita makmur, menikmati kemurahanNya dan banyak lagi yang Ia sediakan buat kita,
namun kadang kita lupa dan terjebak dalam prilaku mementingkan diri sendiri.
Sesungguhnya kita akan mengalami lebih banyak sukacita dari yang pernah dibayangkan
apabila kita mau berbagi hidup dengan orang lain.

* Langkah ke tujuh adalah memilih untuk berbahagia hari ini. Anda tidak harus menunggu
sampai semua persoalanmu terselesaikan. Anda tidak harus menunda kebahagiaan
sampai Anda mencapai semua sasaranmu. Tuhan ingin Anda berbahagia apapun kondisimu,
sekarang juga !

Selasa, 18 Oktober 2011

Kisah kota sodom dan gomorah






Sisa-sisa bencana kaum sodom

Cerita tentang sodom termasuk cerita tertua di dunia disampin cerita-cerita tentang Firaun, bencana banjir Nuh. Kisah sodom merupakan salah satu cerita yang juga dimuat dalam kitab Al quran maupun Injil. Cerita ini menggambarkan kisah dua kota yang namanya yang identik dengan dosa, kemaksiatan, kemerosotan moral. Sodom dan Gomora. Selama bertahun-tahun, cerita tentang apa yang menimpa mereka menjadi perumpamaan tentang degradasi moral yang harus dibayar dengan harga mahal.
Mungkin penggambaran mengenai kehidupan manusia di dua kota ini sangat relevan dewasa ini, dimana manusia telah melakukan berbagai tindakan yang sangat jauh dengan hakekat mereka sebagai makhluk ciptaan yang Maha suci, bobroknya moral, seakan-akan mereka tidak memiliki batasan dalam perbuatan. Dimana Perintah-perintah dari Sang Pencipta dan norma-norma dalam kehidupan bermaysarakat sudah seakan menjadi dongeng turun temurun yang hanya sebatas mereka dengar dan mereka langgar.

Sekitar 4000 tahun yang lalu, Sodom dan Gomora juga memiliki reputasi demikian. Walau Kitab suci Al Quran tak pernah menyebutkan apa perbuatan mereka secara mendetil sehingga bisa bernasib seperti itu. Walaupun demikian, Kitab suci sangat jelas memberikan penggambaran mengenai hukuman yang mereka terima dari Sang Pencipta.

"Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu (terjungkir-balik sehingga) yang di atas ke bawah, dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi." (QS Huud ayat 82)

Jika cerita mengenai Sodom dan Gomora memang terjadi seperti apa yang dikisahkan di dalam Al-Quran , maka sangat mungkin terjadi di suatu lahan kosong terpencil di sebelah lautan tanpa kehidupan. Tapi, dimanakah tempat itu?

Seperti yang kita ketahui, banyak tempat yang dikisahkan didalam kitab suci sulit untuk ditentukan dimana lokasi yang sebenarnya. Contohnya didalam Kitab Taurat yang membahas tentang lima kota lembah. Sampai saat ini kita hanya bisa berspekulasi bahwa kelima kota tersebut berada disekitar laut mati.

Cerita mengenai Sodom dan Gomora ini terjadi di zaman Abraham/Ibrahim a.s, berabad-abad sebelum Musa a.s keluar dari tanah Mesir. Abraham kepala suku nomaden yang menghindari kota-kota, mungkin itu sebabnya amat sedikit sekali yang kita ketahui. Diceritakan suku Abraham terus-menerus saling bertengkar mengenai padang rumput. Untuk menyelesaikannya, Abraham dan keponakannya Lot/Luth a.s setuju untuk berpisah. Dan Nabi Luth kemudian berdiam di Lembah dekat kota Sodom. Jadi kota Sodom seharusnya sudah cukup mapan saat Luth pindah ke sana. Apabila Kota Sodom itu merupakan pemukiman khas jaman perunggu, berarti setidaknya ada kurang lebih 1000 orang yang tinggal di balik dinding kota tersebut.

Tak ada yang menemukan petunjuk kota seperti itu pernah ada, sebab tak pernah ada orang yang sungguh-sungguh mencari-nya. Hingga pada tahun 1924, Ahli purbakala bernama William Albright berangkat menuju ke Laut Mati untuk melakukan penelitian disana. Beberapa orang yang bersamanya jelas mencari keberadaan sisa-sisa Sodom dan Gomora. Mereka mengitari pantai tenggara dari laut mati hingga mereka ahirnya tiba di sutus purbakala Bab-edh-dhra.
Bab-edh-dhra (dibaca : Babhedra), merupakan situs jaman perunggu, namun tak ada petunjuk jika situs itu meupakan suatu kota. Tampaknya daerah itu merupakan suatu daerah pemakaman. Namun Albright tak memiliki sumber daya untuk menggalinya.
Jadi hampir 50 tahun berlalu sebelum ada yang kembali ke situs tersebut untuk melakukan penggalian. Ahli Purbakala Paul Lapp memimpin penggalian di tahun 1967, dan Thomas Schaub termasuk salah satu penggalinya.


Bab-edh-dhra merupakan makam terbesar khas jaman perunggu yang mereka gali, panjangnya 15 meter dan lebarnya 7 meter. Disini mereka juga menemukan makam berisi perhiasan emas dan menggali lebih 700 tembikar yang merupakan hadiah penguburan termasuk tempat parfum kecil dan banyak benda lain seperti kain. Situs ini sungguh menakjubkan, makam ini telah digunakan selama 1000 tahun lamanya, dari zaman Ibrahim hingga penghancuran Sodom. Namun, tak ada apapun untuk mengaitkan pemakaman kuno itu dengan Sodom.

Misterinya, sekitar tahun 2350 SM, penguburan itu mendadak berhenti tak ada yang tahu mengapa. Ada sejumlah sebab mengapa suatu situs tak ditempati lagi, beberapa bisa disimpulkan, beberapa lagi tidak. Penyebab pada umumnya mungkin persediaan air mengering, lingkungan berubah, iklim berubah atau orang-orangnya dibasmi total.
Selama beberapa musim, ahli purbakala memperluas pencarian mereka untuk mencari tanda-tanda kota yang hilang. Tak lama kemudian mereka menemukan sesuatu, ada jejak kehidupan manusia di sisi bukit yang menghadap ke arah pemakaman. Banyak batu tersusun membentuk tembok yang mereka temukan disana, pecahan-pecahan tembikar dan sisa-sisa tanah liat yang sangat banyak. Itulah awal langkah mereka untuk mencari jejak Sodom dan Gomora seperti yang dikisahkan di dalam kitab suci.

sepuluh kota yang hilang


1. Machu Picchu (Peru) : the lost city of Incas
Machu Picchu (Gunung Tua) adalah sebuah lokasi reruntuhan Inca pra-Columbus yang terletak di wilayah pegunungan pada ketinggian sekitar 2.350 m. Machu Picchu berada di atas lembah Urubamba di Peru, sekitar 70 km barat laut Cusco.

Machu Picchu (Peru) : the lost city of Incas
Situs ini sempat terlupakan oleh dunia internasional, tetapi tidak oleh masyarakat lokal. Situs ini kembali ditemukan oleh arkeolog dari universitas Yale Hiram Bingham III yang menemukannya pada 1911.
Angkor Wat (Kamboja) : the world’s largest religious temple
2. Angkor Wat (Kamboja) : the world’s largest religious temple
Angkor adalah sebuah rangkaian lokasi ibu kota Kerajaan Khmer dalam periode lama dari abad ke-9 sampai abad ke-15 Masehi. Puingnya terletak di hutan dan tanah perladangan di utara Danau Besar Tonle Sap, dekat Siem Reap, Kamboja sekarang ini, dan merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO. Kuil-kuil di Angkor Wat, sekarang sebagian besar telah dipugar, merupakan bagian dari contoh arsitektur Khmer.
Mesir Kuno
3. Mesir Kuno adalah suatu peradaban kuno di bagian timur laut Afrika. Peradaban ini terpusat sepanjang pertengahan hingga hilir Sungai Nil yang mencapai kejayaannya pada sekitar abad ke-2 SM, pada masa yang disebut sebagai periode Kerajaan Baru. Daerahnya mencakup wilayah Delta Nil di utara, hingga Jebel Barkal di Katarak Keempat Nil. Pada beberapa zaman tertentu, peradaban Mesir meluas hingga bagian selatan Levant, Gurun Timur, pesisir pantai Laut Merah, Semenajung Sinai, serta Gurun Barat (terpusat pada beberapa oasis).
Peradaban Mesir Kuno berkembang selama kurang lebih tiga setengah abad. Dimulai dengan unifikasi awal kelompok-kelompok yang ada di Lembah Nil sekitar 3150 SM, peradaban ini secara tradisional dianggap berakhir pada sekitar 31 SM, sewaktu Kekaisaran Romawi awal menaklukkan dan menyerap wilayah Mesir Ptolemi sebagai bagian provinsi Romawi. Walaupun hal ini bukanlah pendudukan asing pertama terhadap Mesir, periode kekuasaan Romawi menimbulkan suatu perubahan politik dan agama secara bertahap di Lembah Nil, yang secara efektif menandai berakhirnya perkembangan peradaban independen Mesir.
Petra (Yordania) : stones structure carved into rocks
4. Petra (Yordania) : stones structure carved into rocks
Petra adalah kota yang didirikan dengan memahat dinding-dinding batu di Yordania. Petra berasal dari bahasa Yunani yang berarti ‘batu’. Petra merupakan simbol teknik dan perlindungan.
Kata ini merujuk pada bangunan kotanya yang terbuat dari batu-batu di Wadi Araba, sebuah lembah bercadas di Yordania. Kota ini didirikan dengan menggali dan mengukir cadas setinggi 40 meter.
Petra merupakan ibukota kerajaan Nabatean. Didirikan pada 9 SM-40 M oleh Raja Aretas IV sebagai kota yang sulit untuk ditembus musuh dan aman dari bencana alam seperti badai pasir
Palmyra (Syria) : the bride of desert
5. Palmyra (Syria) : the bride of desert
Palmyra dulunya adalah kota penting di Syria, terletak di daerah oasis 215 km timur laut Damascus. Dahulu dikenal dgn nama Tadmor (bhs Arab). Kota ini dulu terletak dekat sumber mata air panas, Afga, dan merupakan tempat singgah ideal bagi para kelompok pengelana dari Iraq – Al-Sham (skrng Syria, Lebanon, Holy Land, Jordan). Lokasinya yg strategis membuat Palmyra menjadi kerajaan terkenal dan makmur pada jamannya abad 2 SM.
Pompeii (Italy) : buried by volcanoPompeii
6. Pompeii (Italy) : buried by volcanoPompeii adalah sebuah kota zaman Romawi kuno yang telah menjadi puing dekat kota Napoli dan sekarang berada di wilayah Campania, Italia. Pompeii hancur oleh letusan gunung Vesuvius pada 79 M. Debu letusan gunung Vesuvius menimbun kota Pompeii dengan segala isinya sedalam beberapa kaki menyebabkan kota ini hilang selama 1.600 tahun sebelum ditemukan kembali dengan tidak sengaja. Semenjak itu penggalian kembali kota ini memberikan pemandangan yang luar biasa terinci mengenai kehidupan sebuah kota di puncak kejayaan Kekaisaran Romawi. Saat ini kota Pompeii merupakan salah satu dari Situs Warisan Dunia UNESCO.
Palenque (Mexico) : one of Mayan’s most exquisite cities
7. Palenque (Mexico) : one of Mayan’s most exquisite cities
Palenque adalah kota peninggalan bersejarah suku Maya yg berlokasi di kaki gunung Tumbala, Chiapas, Mexico. Kota bersejarah ini tidak terlalu besar tetapi di dalamnya memiliki bangunan2 dengan arsitektur indah, patung2, ukir2an yg dibuat oleh suku Maya.
Vijayanagar (India)
8. Vijayanagar (India) : capital of one of the largest Hindu templeKerajaan Vijayanagar adalah sebuah kerajaan India, sejak 1336 dan terletak di Deccan, India Selatan. Kerajaan Vijayanagar ditemukan oleh Harihara (Hakka) dan saudaranya Bukka Raya. Kerajaan ini diberi nama sesuai dengan nama ibukotanya, kini namanya berubah menjadi Hampi di Karnataka, India. Kerajaan ini berdiri mulai thn 1336 dan berakhir pd thn 1660.
Ephesus (Turkey) : one of the most important cities of early Christianity
9. Ephesus (Turkey) : one of the most important cities of early Christianity
Ephesus (Efes bhs Turkey), kota yg membentang sepanjang 3 km di bagian selatan kota Selcuk, provinsi Izmir, Turkey. Kota ini dulunya merupakan pusat perdagangan dan pusat agama Kristen sampai sekarang. Reruntuhan Ephesus merupakan salah satu obyek wisata favorit di Turkey.
Sanchi (India) : the best preserved group of Buddhist monuments
10. Sanchi (India) : the best preserved group of Buddhist monuments
Sanchi merupakan komplek monument yg menandakan jaman keemasan Budha di masa Kerajaan Ashoka. Kalau jaman sekarang Sanchi sama dengan stupa, kuil, atau tempat kediaman para biksu. Monumen Sanchi berawal dr abad 3 SM sampai abad 12. Yang paling terkenal dr Sanchi adalah Stupa 1, yg dibangun oleh Raja Mauryan. Monumen ini berisi ukir2an yg bercerita ttg sejarah agama Budha.

Senin, 17 Oktober 2011

berita baru

Keunikan Bukit Garam


Ini hanya sekedar kisah perjalanan ke Lahore minggu lalu, telat baru sempat cerita nih, daripada cerita tentang situasi keamanan melulu yang disana-sini selalu ramai dengan berita bom, mungkin lebih enak kalau mencari keindahan terselubung alam Pakistan.

Kalau kita warga Indonesia pasti tidak asing dengan pepatah "asam di gunung garam di laut" nah garam di laut itu sepertinya tidak berlaku di Pakistan, karena produk garam berasal dari gunung garam yang ditambang sejak ratusan tahun yang lalu, bahkan sebelum Pakistan merdeka. Bukit garam ini letaknya di kawasan Kewra diwilayah provinsi Punjab, jika kita menuju Lahore dari arah Islamabad melalui jalur toll,(toll ini panjangnya hampir 400 km lho hanya dengan satu gerbang toll dan bayarnya pun tidak sampai 50 ribu jika dirupiahkan, plus stop over yang lengkap dengan fasilitas warnet,mini playground, restoran, subway fastfood, KFC, masjid, pom bensin tiap kurang dari 50an km) kita akan melintasi bukit ini, dan ketika itu mobil yang melaju diwajibkan untuk memperlambat laju hingga dibawah 50 km/jam,jika melanggar biasanya di beberapa pojokan akan dijaga ketat oleh poltas yang selalu siap membawa speedshooter,hal ini bukan karena mengetes kesabaran pengemudi, tetapi memang bukit ini termasuk rawan longsor.

Ada keunikan dan keindahan tersendiri jika kita dapat masuk ke terowongan pertambangan garam ini. Biasanya pengunjung akan diangkut menuju terowongan penambangan dengan kereta listrik yang biasa digunakan sebagai sarana transportasi menuju ke lokasi tempat penambangan, atau jika senang berjalan kaki jarak yang ditempuh menuju objek wisata pun tidak terlalu jauh. Mau tau apa yang ada didalam terowongan tersebut..? pengunjung dapat menikmati keindahan garam yang sudah menkristal menghiasi dinding-dinding terowongan tersebut, ada yang terkikis mungkin karena perubahan musim dan temperatur sehingga kikisan kristal garam tersebut membentuk kikisan-kikisan yang runcing seperti batu es yang mencair. Atau dinding-dinding dari kristal garam yang seperti bongkahan karang di sisi kanan kiri terowongan yang kita lalui, sehingga jika kita ambil gambarnya dan kena cahaya flash kamera akan memantulkan cahaya yang berkerlap-kerlip seperti gugusan kristal.

Mungkin itu yang dengan sendirinya terbentuk, ada lagi yang bisa disaksikan didalamnya, danau air garam, dengan jambatan-jembatan kayu untuk menambang garam, biasanya produksi garam diambil dan disuling dari danau tersebut. Danau ini sudah ada sejak ratusan tahun yang silam dan tidak ada habisnya jika selalu disedot untuk dijadikan bahan baku garam, makanya kita dapati garam yang dihasilkan bersih putih seperti bubuk gula halus, itu yang kita pakai sehari-hari.

Semakin masuk kedalam, akan kita dapati, bongkahan-bongakan garam yang dibentuk menjadi bata dalam miniatur bangunan-bangunan terkenal, seperti bangunan miniatur Minara, yang ada di Lahore, miniatur Badshahi Mosque peninggalan Aurangzeb dinasti terakhir Mongolia yang masuk Islam, musholla dengan ubin dari bahan baku karang garam, sampai jika mungkin pengunjung sudah kelelahan berkeliling, bisa sejenak bersantai menikmati teh tradisional atau dikenal dengan Cai (teh hitam dicampur susu), makanan-makanan kecil, frenchfries, atau makanan kecil lainnya.

Kalau kata pemandunya, bukit garam tersebut tadinya adalah bukin yang ada didasar laut, akibat banjir dasyat pada zaman Nuh dahulu, yang memunculkan daratan-daratan baru dan menenggelamkan sebagian lainnya. Karena didalam gua gua garam tersebut ditemukan temuan yang sebenarnya hanya ada didalam laut. God Knows...kita yang mengkaji dan mempelajarinya kan..? Dan perlu dikatahui juga, tambang garam ini adalah terbesar kedua didunia setelah yang pertama ada di Poland. Nah..bagi yang kebetulan plesir nyasar ke Pakistan, tidak salah jika berkunjung ke Bukit Garam di Kewra.

sejarah islam di indonesia




Islam merupakan salah satu agama besar di dunia saat ini. Agama ini lahir dan berkembang di Tanah Arab. Pendirinya ialah Muhammad. Agama ini lahir salah satunya sebagai reaksi atas rendahnya moral manusia pada saat itu. Manusia pada saat itu hidup dalam keadaan moral yang rendah dan kebodohan (jahiliah). Mereka sudah tidak lagi mengindahkan ajaran-ajaran nabi-nabi sebelumnya. Hal itu menyebabkan manusia berada pada titik terendah. Penyembahan berhala, pembunuhan, perzinahan, dan tindakan rendah lainnya merajalela.
Islam mulai disiarkan sekitar tahun 612 di Mekkah. Karena penyebaran agama baru ini mendapat tantangan dari lingkungannya, Muhammad kemudian pindah (hijrah) ke Madinah pada tahun 622. Dari sinilah Islam berkembang ke seluruh dunia.
Muhammad mendirikan wilayah kekuasaannya di Madinah. Pemerintahannya didasarkan pada pemerintahan Islam. Muhammad kemudian berusaha menyebarluaskan Islam dengan memperluas wilayahnya.
Setelah Muhammad wafat pada tahun 632, proses menyebarluaskan Islam dilanjutkan oleh para kalifah yang ditunjuk Muhammad.
Sampai tahun 750, wilayah Islam telah meliputi Jazirah Arab, Palestina, Afrika Utara, Irak, Suriah, Persia, Mesir, Sisilia, Spanyol, Asia Kecil, Rusia, Afganistan, dan daerah-daerah di Asia Tengah. Pada masa ini yang memerintah ialah Bani Umayyah dengan ibu kota Damaskus.
Pada tahun 750, Bani Umayyah dikalahkan oleh Bani Abbasiyah yang kemudian memerintah sampai tahun 1258 dengan ibu kota di Baghdad. Pada masa ini, tidak banyak dilakukan perluasan wilayah kekuasaan. Konsentrasi lebih pada pengembangan ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan peradaban Islam. Baghdad menjadi pusat perdagangan, kebudayaan dan ilmu pengetahuan.
Setelah pemerintahan Bani Abbasiyah, kekuasaan Islam terpecah. Perpecahan ini mengakibatkan banyak wilayah yang memisahkan diri. Akibatnya, penyebaran Islam dilakukan secara perorangan. Agama ini dapat berkembang dengan cepat karena Islam mengatur hubungan manusia dan TUHAN. Islam disebarluaskan tanpa paksaan kepada setiap orang untuk memeluknya.

Proses Masuk dan Berkembangnya Agama Islam di Indonesia
Sejarah mencatat bahwa kaum pedagang memegang peranan penting dalam persebaran agama dan kebudayaan Islam. Letak Indonesia yang strategis menyebabkan timbulnya bandarbandar perdagangan yang turut membantu mempercepat persebaran tersebut. Di samping itu, cara lain yang turut berperan ialah melalui dakwah yang dilakukan para mubaligh.
a. Peranan Kaum Pedagang
Seperti halnya penyebaran agama Hindu-Buddha, kaum pedagang memegang
peranan penting dalam proses penyebaran agama Islam, baik pedagang dari luar Indonesia
maupun para pedagang Indonesia.
Para pedagang itu datang dan berdagang di pusat-pusat perdagangan di daerah pesisir. Malaka merupakan pusat transit para pedagang. Di samping itu, bandar-bandar di sekitar Malaka seperti Perlak dan Samudra Pasai juga didatangi para pedagang.
Mereka tinggal di tempat-tempat tersebut dalam waktu yang lama, untuk menunggu datangnya angin musim. Pada saat menunggu inilah, terjadi pembauran antarpedagang dari berbagai bangsa serta antara pedagang dan penduduk setempat. Terjadilah kegiatan saling memperkenalkan adat-istiadat, budaya bahkan agama. Bukan hanya melakukan perdagangan, bahkan juga terjadi asimilasi melalui perkawinan.
Di antara para pedagang tersebut, terdapat pedagang Arab, Persia, dan Gujarat yang umumnya beragama Islam. Mereka mengenalkan agama dan budaya Islam kepada para pedagang lain maupun kepada penduduk setempat. Maka, mulailah ada penduduk Indonesia yang memeluk agama Islam. Lama-kelamaan penganut agama Islam makin banyak. Bahkan kemudian berkembang perkampungan para pedagang Islam di daerah pesisir.
Penduduk setempat yang telah memeluk agama Islam kemudian menyebarkan Islam kepada sesama pedagang, juga kepada sanak familinya. Akhirnya, Islam mulai berkembang di masyarakat Indonesia. Di samping itu para pedagang dan pelayar tersebut juga ada yang menikah dengan penduduk setempat sehingga lahirlah keluarga dan anak-anak yang Islam.
Hal ini berlangsung terus selama bertahun-tahun sehingga akhirnya muncul sebuah komunitas Islam, yang setelah kuat akhirnya membentuk sebuah pemerintahaan Islam. Dari situlah lahir kesultanan-kesultanan Islam di Nusantara.
b. Peranan Bandar-Bandar di Indonesia
Bandar merupakan tempat berlabuh kapal-kapal atau persinggahan kapal-kapal dagang. Bandar juga merupakan pusat perdagangan, bahkan juga digunakan sebagai tempat tinggal para pengusaha perkapalan. Sebagai negara kepulauan yang terletak pada jalur perdagangan internasional, Indonesia memiliki banyak bandar. Bandar-bandar ini memiliki peranan dan arti yang penting dalam proses masuknya Islam ke Indonesia.
Di bandar-bandar inilah para pedagang beragama Islam memperkenalkan Islam kepada para pedagang lain ataupun kepada penduduk setempat. Dengan demikian, bandar menjadi pintu masuk dan pusat penyebaran agama Islam ke Indonesia. Kalau kita lihat letak geografis kota-kota pusat kerajaan yang bercorak Islam pada umunya terletak di pesisir-pesisir dan muara sungai.
Dalam perkembangannya, bandar-bandar tersebut umumnya tumbuh menjadi kota bahkan ada yang menjadi kerajaan, seperti Perlak, Samudra Pasai, Palembang, Banten, Sunda Kelapa, Cirebon, Demak, Jepara, Tuban, Gresik, Banjarmasin, Gowa, Ternate, dan Tidore. Banyak pemimpin bandar yang memeluk agama Islam. Akibatnya, rakyatnya pun kemudian banyak memeluk agama Islam.
Peranan bandar-bandar sebagai pusat perdagangan dapat kita lihat jejaknya. Para pedagang di dalam kota mempunyai perkampungan sendiri-sendiri yang penempatannya ditentukan atas persetujuan dari penguasa kota tersebut, misalnya di Aceh, terdapat perkampungan orang Portugis, Benggalu Cina, Gujarat, Arab, dan Pegu.
Begitu juga di Banten dan kota-kota pasar kerajaan lainnya. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kota-kota pada masa pertumbuhan dan perkembangan Islam memiliki ciri-ciri yang hampir sama antara lain letaknya di pesisir, ada pasar, ada masjid, ada perkampungan, dan ada tempat para penguasa (sultan).
c. Peranan Para Wali dan Ulama
Salah satu cara penyebaran agama Islam ialah dengan cara mendakwah. Di samping sebagai pedagang, para pedagang Islam juga berperan sebagai mubaligh. Ada juga para mubaligh yang datang bersama pedagang dengan misi agamanya. Penyebaran Islam melalui dakwah ini berjalan dengan cara para ulama mendatangi masyarakat objek dakwah, dengan menggunakan pendekatan sosial budaya. Pola ini memakai bentuk akulturasi, yaitu menggunakan jenis budaya setempat yang dialiri dengan ajaran Islam di dalamnya. Di samping itu, para ulama ini juga mendirikan pesantren-pesantren sebagai sarana pendidikan Islam.
Di Pulau Jawa, penyebaran agama Islam dilakukan oleh Walisongo (9 wali). Wali ialah orang yang sudah mencapai tingkatan tertentu dalam mendekatkan diri kepada Allah. Para wali ini dekat dengan kalangan istana. Merekalah orang yang memberikan pengesahan atas sah tidaknya seseorang naik tahta. Mereka juga adalah penasihat sultan.
Karena dekat dengan kalangan istana, mereka kemudian diberi gelar sunan atau susuhunan (yang dijunjung tinggi). Kesembilan wali tersebut adalah seperti berikut.
(1) Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim). Inilah wali yang pertama datang ke Jawa pada abad ke-13 dan menyiarkan Islam di sekitar Gresik. Dimakamkan di Gresik, Jawa Timur.
(2) Sunan Ampel (Raden Rahmat). Menyiarkan Islam di Ampel, Surabaya, Jawa Timur. Beliau merupakan perancang pembangunan Masjid Demak.
(3) Sunan Derajad (Syarifudin). Anak dari Sunan Ampel. Menyiarkan agama di sekitar Surabaya. Seorang sunan yang sangat berjiwa sosial.
(4) Sunan Bonang (Makdum Ibrahim). Anak dari Sunan Ampel. Menyiarkan Islam di Tuban, Lasem, dan Rembang. Sunan yang sangat bijaksana.
(5) Sunan Kalijaga (Raden Mas Said/Jaka Said). Murid Sunan Bonang. Menyiarkan Islam di Jawa Tengah. Seorang pemimpin, pujangga, dan filosof. Menyiarkan agama dengan cara menyesuaikan dengan lingkungan setempat.
(6) Sunan Giri (Raden Paku). Menyiarkan Islam di luar Jawa, yaitu Madura, Bawean, Nusa Tenggara, dan Maluku. Menyiarkan agama dengan metode bermain.
(7) Sunan Kudus (Jafar Sodiq). Menyiarkan Islam di Kudus, Jawa Tengah. Seorang ahli seni bangunan. Hasilnya ialah Masjid dan Menara Kudus.
(8) Sunan Muria (Raden Umar Said). Menyiarkan Islam di lereng Gunung Muria, terletak antara Jepara dan Kudus, Jawa Tengah. Sangat dekat dengan rakyat jelata.
(9) Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah). Menyiarkan Islam di Banten, Sunda Kelapa, dan Cirebon. Seorang pemimpin berjiwa besar.
3. Kapan dan dari mana Islam Masuk Indonesia
Sejarah mencatat bahwa sejak awal Masehi, pedagang-pedagang dari India dan Cina sudah memiliki hubungan dagang dengan penduduk Indonesia. Namun demikian, kapan tepatnya Islam hadir di Nusantara?
Masuknya Islam ke Indonesia  menimbulkan berbagai teori. Meski terdapat beberapa pendapat mengenai kedatangan agama Islam di Indonesia, banyak ahli sejarah cenderung percaya bahwa masuknya Islam ke Indonesia pada abad ke-7 berdasarkan Berita Cina zaman Dinasti Tang. Berita itu mencatat bahwa pada abad ke-7, terdapat permukiman pedagang muslim dari Arab di Desa Baros, daerah pantai barat Sumatra Utara.
Abad ke-13 Masehi lebih menunjuk pada perkembangan Islam bersamaan dengan tumbuhnya kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia. Pendapat ini berdasarkan catatan perjalanan Marco Polo yang menerangkan bahwa ia pernah singgah di Perlak pada tahun 1292 dan berjumpa dengan orang-orang yang telah menganut agama Islam.
Bukti yang turut memperkuat pendapat ini ialah ditemukannya nisan makam Raja Samudra Pasai, Sultan Malik al-Saleh yang berangka tahun 1297.
Jika diurutkan dari barat ke timur, Islam pertama kali masuk di Perlak, bagian utara Sumatra. Hal ini menyangkut strategisnya letak Perlak, yaitu di daerah Selat Malaka, jalur laut perdagangan internasional dari barat ke timur. Berikutnya ialah Kerajaan Samudra Pasai.
Di Jawa, Islam masuk melalui pesisir utara Pulau Jawa ditandai dengan ditemukannya makam Fatimah binti Maimun bin Hibatullah yang wafat pada tahun 475 Hijriah atau 1082 Masehi di Desa Leran, Kecamatan Manyar, Gresik. Dilihat dari namanya, diperkirakan Fatimah adalah keturunan Hibatullah, salah satu dinasti di Persia. Di samping itu, di Gresik juga ditemukan makam Malik Ibrahim dari Kasyan (satu tempat di Persia) yang meninggal pada tahun 822 H atau 1419 M. Agak ke pedalaman, di Mojokerto juga ditemukan ratusan kubur Islam kuno. Makam tertua berangka tahun 1374 M. Diperkirakan makam-makam ini ialah makam keluarga istana Majapahit.
Di Kalimantan, Islam masuk melalui Pontianak yang disiarkan oleh bangsawan Arab bernama Sultan Syarif Abdurrahman pada abad ke-18. Di hulu Sungai Pawan, di Ketapang, Kalimantan Barat ditemukan pemakaman Islam kuno. Angka tahun yang tertua pada makam-makam tersebut adalah tahun 1340 Saka (1418 M). Jadi, Islam telah ada sebelum abad ke-15 dan diperkirakan berasal dari Majapahit karena bentuk makam bergaya Majapahit dan berangka tahun Jawa kuno. Di Kalimantan Timur, Islam masuk melalui Kerajaan Kutai yang dibawa oleh dua orang penyiar agama dari Minangkabau yang bernama Tuan Haji Bandang dan Tuan Haji Tunggangparangan. Di Kalimantan Selatan, Islam masuk melalui Kerajaan Banjar yang disiarkan oleh Dayyan, seorang khatib (ahli khotbah) dari Demak. Di Kalimantan Tengah, bukti kedatangan Islam ditemukan pada masjid Ki Gede di Kotawaringin yang bertuliskan angka tahun 1434 M.
Di Sulawesi, Islam masuk melalui raja dan masyarakat Gowa-Tallo. Hal masuknya Islam ke Sulawesi ini tercatat pada Lontara Bilang. Menurut catatan tersebut, raja pertama yang memeluk Islam ialah Kanjeng Matoaya, raja keempat dari Tallo yang memeluk Islam pada tahun 1603. Adapun penyiar agama Islam di daerah ini berasal antara lain dari Demak, Tuban, Gresik, Minangkabau, bahkan dari Campa. Di Maluku, Islam masuk melalui bagian utara, yakni Ternate, Tidore, Bacan, dan Jailolo. Diperkirakan Islam di daerah ini disiarkan oleh keempat ulama dari Irak, yaitu Syekh Amin, Syekh Mansyur, Syekh Umar, dan Syekh Yakub pada abad ke-8.

Minggu, 02 Oktober 2011

Alladin


Alladin
There once lived a poor tailor, who had a son called Aladdin, a careless, idle boy who would do nothing but play all day long in the streets with little idle boys like himself. This so grieved the father that he died; yet, in spite of his mother's tears and prayers, Aladdin did not mend his ways. One day, when he was playing in the streets as usual, a stranger asked him his age, and if he were not the son of Mustapha the tailor.

"I am, sir," replied Aladdin, "but he died a long while ago." On this the stranger, who was a famous African magician, fell on his neck and kissed him, saying: "I am your uncle, and knew you from your likeness to my brother. Go to your mother and tell her I am coming."

Aladdin ran home, and told his mother of his newly found uncle.

"Indeed, child," she said, "your father had a brother, but I always thought he was dead."

However, she prepared supper, and bade Aladdin seek his uncle, who came laden with wine and fruit. He presently fell down and kissed the place where Mustapha used to sit, bidding Aladdin's mother not to be surprised at not having seen him before, as he had been forty years out of the country. He then turned to Aladdin, and asked him his trade, at which the boy hung his head, while his mother burst into tears. On learning that Aladdin was idle and would learn no trade, he offered to take a shop for him and stock it with merchandise. Next day he bought Aladdin a fine suit of clothes, and took him all over the city, showing him the sights, and brought him home at nightfall to his mother, who was overjoyed to see her son so fine.

Next day the magician led Aladdin into some beautiful gardens a long way outside the city gates. They sat down by a fountain, and the magician pulled a cake from his girdle, which he divided between them. They then journeyed onwards till they almost reached the mountains. Aladdin was so tired that he begged to go back, but the magician beguiled him with pleasant stories, and led him on in spite of himself.

At last they came to two mountains divided by a narrow valley.

"We will go no farther," said the false uncle. "I will show you something wonderful; only do you gather up sticks while I kindle a fire."

When it was lit the magician threw on it a powder he had about him, at the same time saying some magical words. The earth trembled a little and opened in front of them, disclosing a square flat stone with a brass ring in the middle to raise it by. Aladdin tried to run away, but the magician caught him and gave him a blow that knocked him down.

"What have I done, uncle?" he said piteously; whereupon the magician said more kindly: "Fear nothing, but obey me. Beneath this stone lies a treasure which is to be yours, and no one else may touch it, so you must do exactly as I tell you."

At the word treasure, Aladdin forgot his fears, and grasped the ring as he was told, saying the names of his father and grandfather. The stone came up quite easily and some steps appeared.

"Go down," said the magician; "at the foot of those steps you will find an open door leading into three large halls. Tuck up your gown and go through them without touching anything, or you will die instantly. These halls lead into a garden of fine fruit trees. Walk on till you come to a niche in a terrace where stands a lighted lamp. Pour out the oil it contains and bring it to me."

He drew a ring from his finger and gave it to Aladdin, bidding him prosper.

Aladdin found everything as the magician had said, gathered some fruit off the trees, and, having got the lamp, arrived at the mouth of the cave. The magician cried out in a great hurry:

"Make haste and give me the lamp." This Aladdin refused to do until he was out of the cave. The magician flew into a terrible passion, and throwing some more powder on the fire, he said something, and the stone rolled back into its place.

The magician left
Persia for ever, which plainly showed that he was no uncle of Aladdin's, but a cunning magician who had read in his magic books of a wonderful lamp, which would make him the most powerful man in the world. Though he alone knew where to find it, he could only receive it from the hand of another. He had picked out the foolish Aladdin for this purpose, intending to get the lamp and kill him afterwards.

For two days Aladdin remained in the dark, crying and lamenting. At last he clasped his hands in prayer, and in so doing rubbed the ring, which the magician had forgotten to take from him. Immediately an enormous and frightful genie rose out of the earth, saying:

"What wouldst thou with me? I am the Slave of the Ring, and will obey thee in all things."

Aladdin fearlessly replied: "Deliver me from this place!" whereupon the earth opened, and he found himself outside. As soon as his eyes could bear the light he went home, but fainted on the threshold. When he came to himself he told his mother what had passed, and showed her the lamp and the fruits he had gathered in the garden, which were in reality precious stones. He then asked for some food.

"Alas! child," she said, "I have nothing in the house, but I have spun a little cotton and will go and sell it."

Aladdin bade her keep her cotton, for he would sell the lamp instead. As it was very dirty she began to rub it, that it might fetch a higher price. Instantly a hideous genie appeared, and asked what she would have. She fainted away, but Aladdin, snatching the lamp, said boldly:

"Fetch me something to eat!"

The genie returned with a silver bowl, twelve silver plates containing rich meats, two silver cups, and two bottles of wine. Aladdin's mother, when she came to herself, said:

"Whence comes this splendid feast?"

"Ask not, but eat," replied Aladdin.

So they sat at breakfast till it was dinner-time, and Aladdin told his mother about the lamp. She begged him to sell it, and have nothing to do with devils.

"No," said Aladdin, "since chance has made us aware of its virtues, we will use it and the ring likewise, which I shall always wear on my finger." When they had eaten all the genie had brought, Aladdin sold one of the silver plates, and so on till none were left. He then had recourse to the genie, who gave him another set of plates, and thus they lived for many years.

One day Aladdin heard an order from the Sultan proclaimed that everyone was to stay at home and close his shutters while the princess, his daughter, went to and from the bath. Aladdin was seized by a desire to see her face, which was very difficult, as she always went veiled. He hid himself behind the door of the bath, and peeped through a chink. The princess lifted her veil as she went in, and looked so beautiful that Aladdin fell in love with her at first sight. He went home so changed that his mother was frightened. He told her he loved the princess so deeply that he could not live without her, and meant to ask her in marriage of her father. His mother, on hearing this, burst out laughing, but Aladdin at last prevailed upon her to go before the Sultan and carry his request. She fetched a napkin and laid in it the magic fruits from the enchanted garden, which sparkled and shone like the most beautiful jewels. She took these with her to please the Sultan, and set out, trusting in the lamp. The grand-vizier and the lords of council had just gone in as she entered the hall and placed herself in front of the Sultan. He, however, took no notice of her. She went every day for a week, and stood in the same place.

When the council broke up on the sixth day the Sultan said to his vizier: "I see a certain woman in the audience-chamber every day carrying something in a napkin. Call her next time, that I may find out what she wants."

Next day, at a sign from the vizier, she went up to the foot of the throne, and remained kneeling till the Sultan said to her: "Rise, good woman, and tell me what you want."

She hesitated, so the Sultan sent away all but the vizier, and bade her speak freely, promising to forgive her beforehand for anything she might say. She then told him of her son's violent love for the princess.

"I prayed him to forget her," she said, "but in vain; he threatened to do some desperate deed if I refused to go and ask your Majesty for the hand of the princess. Now I pray you to forgive not me alone, but my son Aladdin."

The Sultan asked her kindly what she had in the napkin, whereupon she unfolded the jewels and presented them.

He was thunderstruck, and turning to the vizier said: "What sayest thou? Ought I not to bestow the princess on one who values her at such a price?"

The vizier, who wanted her for his own son, begged the Sultan to withhold her for three months, in the course of which he hoped his son would contrive to make him a richer present. The Sultan granted this, and told Aladdin's mother that, though he consented to the marriage, she must not appear before him again for three months.

Aladdin waited patiently for nearly three months, but after two had elapsed his mother, going into the city to buy oil, found everyone rejoicing, and asked what was going on.

"Do you not know," was the answer, "that the son of the grand-vizir is to marry the Sultan's daughter to-night?"

Breathless, she ran and told Aladdin, who was overwhelmed at first, but presently bethought him of the lamp. He rubbed it, and the genie appeared, saying: "What is thy will?"

Aladdin replied: "The Sultan, as thou knowest, has broken his promise to me, and the vizier's son is to have the princess. My command is that tonight you bring hither the bride and bridegroom."

"Master, I obey," said the genie.

Aladdin then went to his chamber, where, sure enough at
midnight the genie transported the bed containing the vizier's son and the princess.

"Take this new-married man," he said, "and put him outside in the cold, and return at daybreak."

Whereupon the genie took the vizier's son out of bed, leaving Aladdin with the princess.

"Fear nothing," Aladdin said to her; "you are my wife, promised to me by your unjust father, and no harm shall come to you."

The princess was too frightened to speak, and passed the most miserable night of her life, while Aladdin lay down beside her and slept soundly. At the appointed hour the genie fetched in the shivering bridegroom, laid him in his place, and transported the bed back to the palace.

Presently the Sultan came to wish his daughter good-morning. The unhappy vizier's son jumped up and hid himself, while the princess would not say a word, and was very sorrowful.

The Sultan sent her mother to her, who said: "How comes it, child, that you will not speak to your father? What has happened?"

The princess sighed deeply, and at last told her mother how, during the night, the bed had been carried into some strange house, and what had passed there. Her mother did not believe her in the least, but bade her rise and consider it an idle dream.

The following night exactly the same thing happened, and next morning, on the princess's refusing to speak, the Sultan threatened to cut off her head. She then confessed all, bidding him ask the vizier's son if it were not so. The Sultan told the vizier to ask his son, who owned the truth, adding that, dearly as he loved the princess, he had rather die than go through another such fearful night, and wished to be separated from her. His wish was granted, and there was an end of feasting and rejoicing.

When the three months were over, Aladdin sent his mother to remind the Sultan of his promise. She stood in the same place as before, and the Sultan, who had forgotten Aladdin, at once remembered him, and sent for her. On seeing her poverty the Sultan felt less inclined than ever to keep his word, and asked the vizier's advice, who counseled him to set so high a value on the princess that no man living could come up to it.

The Sultan then turned to Aladdin's mother, saying: "Good woman, a Sultan must remember his promises, and I will remember mine, but your son must first send me forty basins of gold brimful of jewels, carried by forty black slaves, led by as many white ones, splendidly dressed. Tell him that I await his answer." The mother of Aladdin bowed low and went home, thinking all was lost.

She gave Aladdin the message, adding, "He may wait long enough for your answer!"

"Not so long, mother, as you think," her son replied "I would do a great deal more than that for the princess."

He summoned the genie, and in a few moments the eighty slaves arrived, and filled up the small house and garden.

Aladdin made them set out to the palace, two and two, followed by his mother. They were so richly dressed, with such splendid jewels in their girdles, that everyone crowded to see them and the basins of gold they carried on their heads.

They entered the palace, and, after kneeling before the Sultan, stood in a half-circle round the throne with their arms crossed, while Aladdin's mother presented them to the Sultan.

He hesitated no longer, but said: "Good woman, return and tell your son that I wait for him with open arms."

She lost no time in telling Aladdin, bidding him make haste. But Aladdin first called the genie.

"I want a scented bath," he said, "a richly embroidered habit, a horse surpassing the Sultan's, and twenty slaves to attend me. Besides this, six slaves, beautifully dressed, to wait on my mother; and lastly, ten thousand pieces of gold in ten purses."

No sooner said than done. Aladdin mounted his horse and passed through the streets, the slaves strewing gold as they went. Those who had played with him in his childhood knew him not, he had grown so handsome.

When the Sultan saw him he came down from his throne, embraced him, and led him into a hall where a feast was spread, intending to marry him to the princess that very day.

But Aladdin refused, saying, "I must build a palace fit for her," and took his leave.

Once home he said to the genie, "Build me a palace of the finest marble, set with jasper, agate, and other precious stones. In the middle you shall build me a large hall with a dome, its four walls of massy gold and silver, each side having six windows, whose lattices, all except one, which is to be left unfinished, must be set with diamonds and rubies. There must be stables and horses and grooms and slaves; go and see about it!"

The palace was finished by next day, and the genie carried him there and showed him all his orders faithfully carried out, even to the laying of a velvet carpet from Aladdin's palace to the Sultan's. Aladdin's mother then dressed herself carefully, and walked to the palace with her slaves, while he followed her on horseback. The Sultan sent musicians with trumpets and cymbals to meet them, so that the air resounded with music and cheers. She was taken to the princess, who saluted her and treated her with great honor. At night the princess said good-bye to her father, and set out on the carpet for Aladdin's palace, with his mother at her side, and followed by the hundred slaves. She was charmed at the sight of Aladdin, who ran to receive her.

"Princess," he said, "blame your beauty for my boldness if I have displeased you."

She told him that, having seen him, she willingly obeyed her father in this matter. After the wedding had taken place Aladdin led her into the hall, where a feast was spread, and she supped with him, after which they danced till
midnight.

The next day Aladdin invited the Sultan to see the palace. On entering the hall with the four-and-twenty windows, with their rubies, diamonds, and emeralds, he cried:

"It is a world's wonder! There is only one thing that surprises me. Was it by accident that one window was left unfinished?"

"No, sir, by design," returned Aladdin. "I wished your Majesty to have the glory of finishing this palace."

The Sultan was pleased, and sent for the best jewelers in the city. He showed them the unfinished window, and bade them fit it up like the others.

"Sir," replied their spokesman, "we cannot find jewels enough."

The Sultan had his own fetched, which they soon used, but to no purpose, for in a month's time the work was not half done. Aladdin, knowing that their task was vain, bade them undo their work and carry the jewels back, and the genie finished the window at his command. The Sultan was surprised to receive his jewels again and visited Aladdin, who showed him the window finished. The Sultan embraced him, the envious vizier meanwhile hinting that it was the work of enchantment.

Aladdin had won the hearts of the people by his gentle bearing. He was made captain of the Sultan's armies, and won several battles for him, but remained modest and courteous as before, and lived thus in peace and content for several years.

But far away in
Africa the magician remembered Aladdin, and by his magic arts discovered that Aladdin, instead of perishing miserably in the cave, had escaped, and had married a princess, with whom he was living in great honor and wealth. He knew that the poor tailor's son could only have accomplished this by means of the lamp, and traveled night and day 'till he reached the capital of China, bent on Aladdin's ruin. As he passed through the town he heard people talking everywhere about a marvelous palace.

"Forgive my ignorance," he asked, "what is this palace you speak of?"

"Have you not heard of Prince Aladdin's palace," was the reply, "the greatest wonder of the world? I will direct you if you have a mind to see it."

The magician thanked him who spoke, and having seen the palace knew that it had been raised by the genie of the lamp, and became half mad with rage. He determined to get hold of the lamp, and again plunge Aladdin into the deepest poverty.

Unluckily, Aladdin had gone a-hunting for eight days, which gave the magician plenty of time. He bought a dozen copper lamps, put them into a basket, and went to the palace, crying: "New lamps for old!" followed by a jeering crowd.

The princess, sitting in the hall of four-and-twenty windows, sent a slave to find out what the noise was about, who came back laughing, so that the princess scolded her.

"Madam," replied the slave, "who can help laughing to see an old fool offering to exchange fine new lamps for old ones?"

Another slave, hearing this, said, "There is an old one on the cornice there which he can have."

Now this was the magic lamp, which Aladdin had left there, as he could not take it out hunting with him. The princess, not knowing its value, laughingly bade the slave take it and make the exchange.

She went and said to the magician, "Give me a new lamp for this."

He snatched it and bade the slave take her choice, amid the jeers of the crowd. Little he cared, but left off crying his lamps, and went out of the city gates to a lonely place, where he remained 'till nightfall, when he pulled out the lamp and rubbed it. The genie appeared, and at the magician's command carried him, together with the palace and the princess in it, to a lonely place in
Africa.

The next morning the Sultan looked out of the window towards Aladdin's palace and rubbed his eyes, for it was gone. He sent for the vizier, and asked what had become of the palace. The vizier looked out too, and was lost in astonishment. He again put it down to enchantment, and this time the Sultan believed him, and sent thirty men on horseback to fetch Aladdin in chains. They met him riding home, bound him, and forced him to go with them on foot. The people, however, who loved him, followed, armed, to see that he came to no harm. He was carried before the Sultan, who ordered the executioner to cut off his head. The executioner made Aladdin kneel down, bandaged his eyes, and raised his scimitar to strike.

At that instant the vizier, who saw that the crowd had forced their way into the courtyard and were scaling the walls to rescue Aladdin, called to the executioner to stay his hand. The people, indeed, looked so threatening that the Sultan gave way and ordered Aladdin to be unbound, and pardoned him in the sight of the crowd.

Aladdin now begged to know what he had done.

"False wretch!" said the Sultan, "come hither," and showed him from the window the place where his palace had stood.

Aladdin was so amazed that he could not say a word.

"Where is my palace and my daughter?" demanded the Sultan. "For the first I am not so deeply concerned, but my daughter I must have, and you must find her or lose your head."

Aladdin begged for forty days in which to find her, promising if he failed to return and suffer death at the Sultan's pleasure. His prayer was granted, and he went forth sadly from the Sultan's presence. For three days he wandered about like a madman, asking everyone what had become of his palace, but they only laughed and pitied him. He came to the banks of a river, and knelt down to say his prayers before throwing himself in. In so doing he rubbed the magic ring he still wore.

The genie he had seen in the cave appeared, and asked his will.

"Save my life, genie," said Aladdin, "and bring my palace back."

"That is not in my power," said the genie; "I am only the slave of the ring; you must ask the slave of the lamp."

"Even so," said Aladdin "but thou canst take me to the palace, and set me down under my dear wife's window." He at once found himself in
Africa, under the window of the princess, and fell asleep out of sheer weariness.

He was awakened by the singing of the birds, and his heart was lighter. He saw plainly that all his misfortunes were owing to the loss of the lamp, and vainly wondered who had robbed him of it.

That morning the princess rose earlier than she had done since she had been carried into
Africa by the magician, whose company she was forced to endure once a day. She, however, treated him so harshly that he dared not live there altogether. As she was dressing, one of her women looked out and saw Aladdin. The princess ran and opened the window, and at the noise she made Aladdin looked up. She called to him to come to her, and great was the joy of these lovers at seeing each other again.

After he had kissed her Aladdin said, "I beg of you, Princess, in God's name, before we speak of anything else, for your own sake and mine, tell me what has become of an old lamp I left on the cornice in the hall of four-and-twenty windows, when I went a-hunting."

"Alas!" she said "I am the innocent cause of our sorrows," and told him of the exchange of the lamp.

"Now I know," cried Aladdin, "that we have to thank the African magician for this! Where is the lamp?"

"He carries it about with him," said the princess, "I know, for he pulled it out of his breast to show me. He wishes me to break my faith with you and marry him, saying that you were beheaded by my father's command. He is forever speaking ill of you, but I only reply by my tears. If I persist, I doubt not that he will use violence."

Aladdin comforted her, and left her for a while. He changed clothes with the first person he met in the town, and having bought a certain powder returned to the princess, who let him in by a little side door.

"Put on your most beautiful dress," he said to her, "and receive the magician with smiles, leading him to believe that you have forgotten me. Invite him to sup with you, and say you wish to taste the wine of his country. He will go for some, and while he is gone I will tell you what to do."

She listened carefully to Aladdin, and when he left her arrayed herself gaily for the first time since she left
China. She put on a girdle and head-dress of diamonds, and seeing in a glass that she looked more beautiful than ever, received the magician, saying to his great amazement: "I have made up my mind that Aladdin is dead, and that all my tears will not bring him back to me, so I am resolved to mourn no more, and have therefore invited you to sup with me; but I am tired of the wines of China, and would fain taste those of Africa."

The magician flew to his cellar, and the princess put the powder Aladdin had given her in her cup. When he returned she asked him to drink her health in the wine of
Africa, handing him her cup in exchange for his as a sign she was reconciled to him.

Before drinking the magician made her a speech in praise of her beauty, but the princess cut him short saying:

"Let me drink first, and you shall say what you will afterwards." She set her cup to her lips and kept it there, while the magician drained his to the dregs and fell back lifeless.

The princess then opened the door to Aladdin, and flung her arms round his neck, but Aladdin put her away, bidding her to leave him, as he had more to do. He then went to the dead magician, took the lamp out of his vest, and bade the genie carry the palace and all in it back to China. This was done, and the princess in her chamber only felt two little shocks, and little thought she was at home again.

The Sultan, who was sitting in his closet, mourning for his lost daughter, happened to look up, and rubbed his eyes, for there stood the palace as before! He hastened thither, and Aladdin received him in the hall of the four-and-twenty windows, with the princess at his side. Aladdin told him what had happened, and showed him the dead body of the magician, that he might believe. A ten days' feast was proclaimed, and it seemed as if Aladdin might now live the rest of his life in peace; but it was not to be.

The African magician had a younger brother, who was, if possible, more wicked and more cunning than himself. He traveled to
China to avenge his brother's death, and went to visit a pious woman called Fatima, thinking she might be of use to him. He entered her cell and clapped a dagger to her breast, telling her to rise and do his bidding on pain of death. He changed clothes with her, colored his face like hers, put on her veil and murdered her, that she might tell no tales. Then he went towards the palace of Aladdin, and all the people thinking he was the holy woman, gathered round him, kissing his hands and begging his blessing. When he got to the palace there was such a noise going on round him that the princess bade her slave look out of the window and ask what was the matter. The slave said it was the holy woman, curing people by her touch of their ailments, whereupon the princess, who had long desired to see Fatima, sent for her. On coming to the princess the magician offered up a prayer for her health and prosperity. When he had done the princess made him sit by her, and begged him to stay with her always. The false Fatima, who wished for nothing better, consented, but kept his veil down for fear of discovery. The princess showed him the hall, and asked him what he thought of it.

"It is truly beautiful," said the false
Fatima. "In my mind it wants but one thing."

"And what is that?" said the princess.

"If only a roc's egg," replied he, "were hung up from the middle of this dome, it would be the wonder of the world."

After this the princess could think of nothing but a roc's egg, and when Aladdin returned from hunting he found her in a very ill humor. He begged to know what was amiss, and she told him that all her pleasure in the hall was spoilt for the want of a roc's egg hanging from the dome.

"It that is all," replied Aladdin, "you shall soon be happy."

He left her and rubbed the lamp, and when the genie appeared commanded him to bring a roc's egg. The genie gave such a loud and terrible shriek that the hall shook.

"Wretch!" he cried, "is it not enough that I have done everything for you, but you must command me to bring my master and hang him up in the midst of this dome? You and your wife and your palace deserve to be burnt to ashes; but this request does not come from you, but from the brother of the African magician whom you destroyed. He is now in your palace disguised as the holy woman--whom he murdered. He it was who put that wish into your wife's head. Take care of yourself, for he means to kill you." So saying the genie disappeared.

Aladdin went back to the princess, saying his head ached, and requesting that the holy
Fatima should be fetched to lay her hands on it. But when the magician came near, Aladdin, seizing his dagger, pierced him to the heart.

"What have you done?" cried the princess. "You have killed the holy woman!"

"Not so," replied Aladdin, "but a wicked magician," and told her of how she had been deceived.

After this Aladdin and his wife lived in peace. He succeeded the Sultan when he died, and reigned for many years, leaving behind him a long line of kings