Rabu, 01 November 2017

Titik Nol

    Mungkin ini yg dimaksud dari "Hari ini hrus lebih baik dari hari esok". Apapun kejadian yang kita alami mungkin akan berbeda dr setiap harinya. Hari ini bs makan serta tidur nyeyak, namun esok blm tentu. Kmu masih yakin apakah ini perbuatan dari manusia sendiri? atau sebagian dr rencanaNya? kedua-duanya menyepakati bersama. Gue merasa apa yg terjadi dlm beberapa waktu lalu adalah RencanaNya dlm menata kehidupan gue di masa yang akan datang, apakah hasilnya buruk atau baik? klo pun buruk itu kata "orang lain" baik pun kata "diri sendiri". Semuanya sudah diatur bro, gue merasa lebih menikmatin...walaupun kadang perih dan nyeri sering gue rasa. Huufh, helaan nafas dari setiap momen kejadian setiap harinya selama kurang lebih 1 tahun ini.

Gue merasa apa yg sedang gue jalani masih belum baik, kenapa? gue merasa msh banyak hal yg perlu dipersiapkan, mental dan fisik ini perlu di latih lagi, tp apa daya gue selalu dlm posisi terbawah disetiap masalah. Entah harus mengeluh atau berterimakasih, kedua-duanya sama-sama hadir dalam setiap momen yg terjadi. Gue merasa dgn lulusnya akademik berjalan mulus apa yg diharapkan sewaktu dulu, namun Dia masih memiliki rencana lain, gue harus belajar lagi, sebelum dinyatakan LULUS utk masuk pintu "Kehidupan Awal".

Muda dan Berbahaya, 2 kata yang melekat pada setiap muda mudi, baik yg baru lulus sekolah menengah atau pun tingkat atas. Jika muda bebas menikmatin apa yg ada sebelum tua? itu salah besar..gue merasa dlm keadaan yg serba tidak bs berbuat apa-apa, muda adalah menata dalam berjalan. Iya menata hidup ini dengan berjalannya waktu, belajar...belajar...belajar. Entah utk prestasi dlm bekerja ataupun bermasyarakat. Muda harus sukses atau bs bermanfaat utk sesama... itu gue setuju banget! tapi apakah banyak yg menyadarinya? engga bro, salah satunya gue...keadaan membuat ga bs apa-apa, diam dan selalu menunggu nasib, belas kasih dan pertolongan yg gue selalu harap dr langit tingkat 7! satu hal yg harus gue sadari adalah gue pengen sblm pergi dr hal fana ini setidaknya gue bs berbuat sedikit utk menghapus rasa bersalah dan kesalahan selama ini. Salah satunya menyadarkan orang-orang sekitar utk mau sadar "Muda dan Berbakat" satu dr sekian hal dr pikiran gue yg blm bs gue berikan.

Mereka berfikir gue hanya bs "OMDO (omong doang)" yaa bagi mereka, padahal otak dan akal gue selalu ingin keluar dr rasa sulit ini, menyampaikan dgn berbagai cara yg menurut gue "PAS" dimata/hati mereka. Gue sangat menyangkan jk ada seseorang individu yg beranggapan bahwa manusia itu bs berubah jk di beri nasihat diri sendiri, ENGGA akan bs, karena manusia pada dasarnya akan berubah sesuai kehendaknya, kita (orang yg disekitarnya) hny bs memberi masukan serta mengawasi, selebihnya adalah tanggung jawab individu tersebut.

Mulai sekarang anggap sesuatu yg blm bs berubah pada hari ini adalah sesuatu kebaikkan yg belum tentu orang lain rasakan, namun cobalah ubah kebaikkan itu terus menerus agar individu tsb sadar bahwa kebaikkan tulus akan diberikan bukan karena kebutuhan, namun karena kewajiban sebagai umat manusia.


NB: Jika kamu menganggap diri sendiri lebih baik daripada orang lain, maka rubahlah diri sendiri agar lebih baik dari orang lain dan banyak-banyaklah memahami bahwasannya Allah S.W.T (Tuhan YME) tdk tidur serta selalu berkomunikasi denganNya

Jumat, 27 Oktober 2017

KehendakNya

     Hai gue balik lagi, yaa balik untuk mengisi kekosongan dalam blog ini. Alhamdulillah kabar gue baik, gmn udh luluskah gue dari Kuliah? jawabannya, alhamdulillah udh, hampir setahun gue lulus di bulan ini jg. Gue sangat bersyukur bs menamatka studi gue 4 thn pas! bahasa orang ke Indonesiaan hehe. Gimana kegiatan selama 1 tahun ini? yaa gue kebetulan blm kerja ataupun melanjutkan studi Master, why? bukan karena gue terlena thdp kekayaan orang tua gue namun ini hanya sebuah keadaan yang engga bs gue hindari, yaa betul harus gue hadapin, biarpun rintangan, ujiannya selalu silih berganti...gue harus kuat sblm hari dmn gue bs beraktifitas lagi seperti jaman2 gue kuliah dulu.

Gue berhenti buat nulis di blog ini bukan karena ga ada waktu, tapi keterbatasan dlm hal materi yg pengen gue tulis. Jdi selama 1 thn ngapain aja? jawabannya karena kejadian selama 1 thn ini bukan sesuatu yg bs gue tulis, ini sangat pribadi hehe. Pasti pada penasaran bukan? mngkn Tag Linenya gini "Nanti Lo Juga Paham". Mungkin ini cara Tuhan YME (Allah S.W.T) buat berbicara dgn gue scr dekat, bukan berarti gue lgsg berkomunikasi, namun gue mendengarnya lgsg tanpa "katanya" dr HambaNya yg lain. Yaah klo gue ngeluh ga artinya, semua orang pny kesusahannya msg2. Hadapi, tangkap, serta pahami. Ini lah hidup yg baru gue mau mulai. Kata orang tua dulu mah namanya "Welcome to The Jungle" yes gue udh msk di pintunya, blm ke inti dr "The Jungle" itu sendiri.

Kadang realitas mengalahkan ekspetasi, maka dr itu gue berharap bermimpi sekerdarnya semisal terbangun lo ga lgsg jatuh dr atas ke bawah, tapi lo tersadar klo apa yg dirasakan sekedar "bunga tidur". Gue cuman mau blg, teruntuk kalian yg merasa kiamat diputusin dgn (calon) pendamping hidup kalian bersyukurlah karena hanya sebatas terpisahnya kata-kata, bagaimana kalau yg terpisah itu adalah raga dan jiwa? bukan sedih yg ada, penyesalan yg blm pernah berbuat baik dan bermanfaat utk bersama. Alhamdulillah setidaknya gue msh bs berguna dgn keterbatasan yg ada.





Sekian.

Kamis, 26 Januari 2017

Bertanya pada Tuhan

Sebelum anda membacanya, pahami secara kontekstual bahwasannya saya sebagai penulis hanya ingin mengekspresikan sebuah perasaan dan hanya hiburan semata :)

Pada suatu hari di sebuah ruko pinggir jalan, ada satu pemuda yg dari jauh aku perhatikan dia menarik, lalu aku datangi dia dan bertanya,

"Apa yg membuatmu tetap di pingir jalan dari tadi?" Tanyaku

"Maaf apakah anda tuhan?" Tanya dia

Dalam hati aku tersentak, gila pemikiran orang ini baru bertemu sudah ditanya apakah tuhan atau tidak. Lalu aku jawab pertanyaan pemuda tersebut dengan kebenaran.

"Sebetul saya hanya hamba tuhan, bukan tuhan" jawabku singkat

"Aku percaya bahwa dirimu adalah tuhan, bukan yang lain!"tegas dia

Aku semakin keheranan dengan pernyataan anak muda ini, kemudian aku mengajak dia untuk duduk di kedai terdekat untuk melanjutkan perbincangan dan meluruskan pemikiran pemuda tersebut.

"Mohon maaf mas sebelumnya, saya hanya manusia biasa dan saya rasa perkataan mas membuat saya bingung, dan mengapa mas yakin bahwa saya adalah "tuhan". Padahal hakikat Ketuhanan bukan bisa dibahas dengan logika saja namun secara ruhani" jawabku

"Mestinya tuhan tidak menanyakan kembali tentang ketuhanannya, justru orang lain bisa melihatnya dengan sadar, lagi pula mas baik dengan saya padahal saya orang asing" jawab dia penuh kesal.

Entah harus marah atau tertawa disaat ini, namun menjadi penasaran dengan pemuda ini. Pikirku lebih baik bahas topik lain atau terus menjawab semua pertanyaanya dengan rasional, tapi akan makin dalam dia menyakini kesesatan dalam pemikirannya. Ah mungkin aku terlalu bodoh berfikir bahwa dia orang gila!.

"Maaf mas saya bukan tidak mau menjawab, namun itu diluar dari pertanyaan yg bisa jawab karena sifatnya pasti dan kekal. Maaf sebelumnya apakah anda muslim atau tidak mas?" Sambungku

"Hahaha anda ini bagaimana sih, wong kalo ditanya harusnya dijawab bukan di hindari. Saya tidak beragama mas dan lagi pula saya memahami semua dari Alam semesta ini" jawabnya dengan mantap

Hmm dalam kondisi ini dia bertanya apakah diriku tuhan atau bukan namun dalam sisi lain dia tidak beragama (tidak bertuhan), agak sulit mencerna suatu pertanyaan yg memang terlihat bodoh dan tidak berbobot namun penuh penyesatan didalamnya, apakah perlu dijawab dengan sebuah buku pedoman (ilmu agama) atau secara logika dan rasional. Hmm sulit namun harus di luruskan.

"Baik kalo seperti itu mas, bagaimana sebelum saya jawab saya bertanya lebih dahulu ke masnya. Jika saya tuhan apakah mas akan percaya dengan semua perkataan saya?" Tanyaku ke pemuda itu

Pemuda itu menunjukkan sebuah kegelisahan di raut wajahnya. Secara tergagap pemuda itu menjawab.

"Ya...yaa, saya akan percaya dengan semua perkataanmu" jawabnya

"Kalo begitu, bagaimana jika saya memerintahkan anda untuk merampok bank sekarang juga dan nanti hasilnya dibagi dua dengan saya, apakah mas mau melakukannya?" Tanyaku penuh semangat

"Tidak! Sudah jelas itu melanggar hukum dan merugikan banyak orang termasuk diri saya. Wah anda ini orang tersesat ya! Sudah kalo begitu saya lebih baik pergi saja" jawabnya penuh kesal

"Baik kalo masnya sudah sadar bahwa hakikat tuhan tidak bisa dibandingkan dengan manusia, apalagi sifat dari tuhan tersebut disandingkan dengan manusia" jawabku pelan

Setelah mendengar jawaban dariku pemuda tersebut pergi dan sambil menunjukkan kekesalan maupun kekecewaan dia terhadapku. Lalu temanku yg memerhatikan dari jauh datang menghampiri dan bertanya.

"Siapa bro dia?" Tanya temanku

"Ada orang tersesat tapi dikasih petunjuk ga mau dengerin sob hehe" jawabku seringai

"Hahaha ada-ada aja lu bro, orang gila lu tanggepin" sambil tertawa dan berlalu

Pada dasarnya semua yg beragama memiliki keyakinannya masing2, sebagai hamba yang bersaudara saling mengingatkan dan menghormati atas agama dan keyakinannya, namun bila ada hamba yg selalu berkata benar atas apa yg dilakukan dan orang lain yg beragama dianggap salah sampai2 memfitnah dan menyesatkan maka dia telah berdusta pada dirinya, karena setiap manusia bukan menjadi makhluk yg menyebar kebencian dan merusak alam namun menjaganya serta memeliharanya. Satu hal yg perlu kita ketahu bahwasannya tuhan maha tahu apa yang dilakukan hambanya.