Selasa, 29 Desember 2015

Untukmu yang berbahagia disana

Untukmu yang berbahagia disana,
 kita memang bertemu sekali, maaf kalo itupun mengecewakan

Untukmu yang berbahagia disana,
sudah lama tidak menjawab pesanmu lagi

Untukmu yang berbahagia disana,
pantai di Gili Nanggu itu indah, karang dan ikannya mempesona

Untukmu yang berbahagia disana,
semua terlihat tenang dan tentram, iya semoga kamu juga

Untukmu yang berbahagia disana,
berharap aku dan kamu selalu dekat, iya dekat saja

Untukmu yang berbahagia disana,
lama tak mendengar kabarmu, syukur kamu baik-baik saja ya

Untukmu yang berbahagia disana,
mendengar dirimu yang sudah bahagia merasa senang nan sakit

Untukmu yang berbahagia disana,
malang dan sedih saat tau revisian aku dipercepat begitu juga secepat kamu pergi dari aku

Untukmu yang berbahagia disana,
aku disini sudah baik-baik saja, kamu disana gimana?

Untukmu yang berbahagia disana,
melupakan sulit, tapi aku senang menemukan penggantimu

Untukmu yang berbahagia disana,
sayang beribu sayang, secepat itu aku ambil keputusan bodoh, sekali lagi maaf

Untukmu yang berbahagia disana,
senang sekali kamu masih ingat aku, maaf kalo saat itu bertindak bodoh

Untukmu yang berbahagia disana,
mungkin benar adanya, jatuh cinta tidak secepat jatuh dari sepeda motor

Untukmu yang berbahagia disana,
luka lama butuh waktu, namun kamu lebih baik dari luka baru aku ini

Untukmu yang berbahagia disana,
dia tidak sama denganmu, iya mungkin dia akan marah jika disamakan haha

Untukmu yang berbahagia disana,
luka lama untuk kembali sembuh untuk kedua kalinya, kamu gimana kabarnya?

Untukmu yang berbahagia disana,
kamu masih lebih baik dengan dia, kita masih bertemankan ya?

Untukmu yang berbahagia disana,
iya kalian disana selamat berbahagia, semoga antara kita bisa berteman dengan tulus seperti saat kita sama-sama mencintai satu sama lain :)


Ingin memberitahu saja

   Bukan sekedar perkenalan yang akrab antara kita berdua, yah awalnya aku mengabaikan dirimu yang hanya pelengkap di timeline. Balas lalu dibalas olehku pesanmu, entah karena terlalu bodoh akupun meninggalkanmu beberapa waktu. 

   Waktu kembali mempertemukan ya walaupun tidak singkat, aku dan kamu bukan pasangan kekasih melaikan pasangan dari timeline yang selalu menghias setiap harinya, hmm lucu jika ingat dulu kita yang masih masing-masing aktif sahut menyahut, namun waktu kembali membuat semua berubah, awalnya sekadar membalas timeline, pesan singkat menjadi pesan pribadi, teknologi sangat canggih namun lagi dan lagi kita bisa berkomunikasi dengan baik ya :)

    Kita akhirnya bertemu, pertemuan yang nyata!, tempat itu mungkin bisu dan waktu itu juga sependapat, kita menghabiskan waktu yang indah dengan singkat, haha lagi-lagi waktu yang membuat kita terpisah sangat jauh, yah jauh sampai itu pertemuan terakhir dan aku menjadi peran yang jahat, meninggalkanmu dalam diam.

        Awal tahun pun datang, hmm apakah aku sedang bersama kamu? iya masih dalam jangkauan sebuah perangkat teknologi, lagi dan lagi waktu tidak bisa mempertemukan kita berdua untuk menjalani kehidupan yang nyata, sibukkah? atau tidak adanya pengorbanan? aku mulai berpendapat bukan itu, namun aku tidak ingin menjadi orang bodoh untuk sekali seumur hidup, maafkan aku...

       Kita masih bisa berkomunikasi dengan baik ya, tapi hanya waktu itu, singkat dan menurutku itu tidak berkesan saat kita bertemu, ya karena aku memiliki rasa penyesalan saat mendengar bahwa ayahmu sakit, sedih dan aku memutuskan tidak ingin mengatakan sesuatu agar kamu bisa fokus terhadap ayahmu :), lalu aku pun pergi ke tempat nan jauh namun indah, disana hanya ada satu tujuan saat aku kembali.., ya kembali dan bertemu denganmu.

      Ingin memberitahu bahwa disini indah nan damai, lautnya, karangnya, pasir dipantainya suasana alam yang masih asri dan hijau serta banyaknya hal-hal baru yang baru kutemui ingin aku bagi ke kamu, iya agar indah kedekatan kita walau dalam diam dan semilirnya angin laut.     

Minggu, 27 Desember 2015

Bisikan Setan, terimakasih!

      Siapapun mengira bahwa cinta pada pandangan pertama merupakan cinta yang datang dari hati, iya hati kita yang masih amat suci untuk disentuh oleh siapapun dan juga hati yang masih milik kedua orang tua kita khususnya. Pertemuan yang memang tidak disengaja kadang menggoyahkan hati ini yang secara manusiawi akan memiliki perasaan saling mengasihi dan menyayangi. Kadang memang bisikan Illahi kita abaikan demi bujuk rayuan setan, yah sering aku akui bisikan setanlah yang menjadi satu pilihan untuk melepas kekangan di dalam hati ini yang semakin sempit. Lagi dan lagi hal ini merupakan fitrah dari seorang anak adam dan hawa, turunnya kedua makhluk yang di muliakan oleh Sang Pencipta untuk menjadi pemimpin di bumi ini dan memiliki rasa cinta dan kasih kepada makhluk-Nya.

       Pancaran cahaya dan kebaikan yang muncul dari setiap manusia kadang memiliki penyampaian yang berbeda-beda pada mahkluknya, entah bisa dari cahaya-Nya ataupun bisikan manis setan. Setiap bisikan dari setan selalu aku dengar seksama pada setiap ejaannya, tanpa aku abaikan sedikitpun.., hmm pikirku akan ada sebuah harapan jika aku mengikutinya. Selangkah demi selangkah aku ikuti bisikan setan yang telah aku ingat dengan betul cara-caranya serta bantuan yang harus aku peroleh. Sungguh indah saat aku tau bahwa bisikan itu benar adanya, yah aku mulai terlena dan mabuk sampai lupa bahwa pemabuk akan menjadi orang bodoh saat itu. Bicara soal mencintai aku bukanlah orang pandai, bisa dikatakan pandai saat kita sempat memiliki seseorang dalam waktu tertentu, mungkin seseorang tersebut memulai dari awal dengan baik sampai dia mendapatkan kebahagian yang menghalalkan atau bisa jadi pengalaman yang amat pahit, jatuh bangun perasaan yang mungkin dikhianati, diselingkuhi, ataupun putus dipertengah jalan lalu dia berhasil bangkit dan menemukan yang terbaik.

Senin, 07 Desember 2015

Mengalir sampai (tempat) bertemu, (diakhir) pertemuan

      Awalnya bukan cuman sungai deras saja yang terlihat, tapi saat hujan sore ini turun aliran tersebut mulai terlihat dari kejauhan. Entah karena tempat yang aku pijak ini terlalu tinggi atau tubuh ini sudah menjadi tinggi sekejap, luar biasa aliran yang terlihat pada sore hari ini begitu deras sederasnya aliran yang sangat langka. Padahal aku menyadari bahwa tubuh ini takkan bisa bertambah tinggi sekejap mata dan juga tempat yang aku pijak juga bukan puncak bukit melainkan hanya setapak jalan didataran sawah. Entah kejadian langka ini muncul seketika saat hujan menuruni langit sore ini, bukan sore ini menjadi hari spesial melainkan momen ini adalah langka.

Google.pict
        Teringat dengan sebuah percakapan dari teman baik bahwa seorang dari orang yang pernah aku cintai memberikan satu wejangan kepada teman baik aku, dia berkata "mengapa dia masih menghubungi aku?" benakku mulai bertanya apakah ini sebuah teguran? atau hanya akal-akalan dari teman baikku saja agar kenangan dan harapan menyatu dalam satu waktu? ahsudahlah itu cuman sebuah gurauan dari teman baikku. Malam pun menggeser pergantian sore pada waktu itu, mulai lagi datang seorang dari masa lalu memberi semangat dan harapan kepadaku tentang orang yang aku suka, kembali benakku menyakinkan diri "buat apa dia berkata seperti itu? itu cuman harapan dan semangat kosong dari kotak sepatu yang baru dibeli di toko brand ternama!, yakin kan hati agar tak mengharap kembali.

        Harapan dan semangat kosong ibarat sepatu baru dan kotaknya, harapan adalah sepatu baru yang masih sangat layak dipakai dan diperlihatkan ke orang lain dengan senyum serta perasaan bungah, namun semangat kosong adalah kotaknya!, kotak dari sepatu baru yang setelah sepatu diambil dari kotaknya.. kotaknya pun kosong melompong tak akan ada lagi semangat untuk melihat isinya, nilainya pun tak ada, kecuali jika kotak kosong itu banyak dan berkilo-kilo!, terbayang jika itu semua hanya semangat kosong?