Selasa, 29 September 2015

Cukup singgah sebentar (1)

    Mungkin pagi ini berbeda dengan pagi sebelumnya, iya pagi ini embun pagi masih terasa di pelupuk mata, menyegarkan dan menenangkan. Pagi ini pun aku beraktifitas layaknya kambing, domba, dan hewan berkaki dua dan empat untuk melakukan kodratnya sebagai makhluk. Nampaknya aku pun tidak sendiri dalam beraktifitas pagi ini, ya aku ditemani oleh beberapa oleh teman-temanku. Mereka sangat bersemangat menyambut pagi ini, entah karena mereka ingin hal baru di hari ini atau sekedar menuliskan sejarah pada diri mereka padahal kami bukanlah seorang pejuang. Satu-satunya aktifitas yang kulakukan adalah pergi dari suatu tempat dengan tempat lain. Mudah sekali kata yang terucap dari benakku, padahal menurut sebagian orang itu adalah hal yang berat dan amat terasa susah. Sebagian dari mereka memilih untuk melakukannya di lingkungan sekitar dan sebagian lagi mengurusi urusan di depan gadget. 

Padahal aku adalah seorang pemalas yang tidak memiliki kemampuan lebih dalam hal apapun, dibandingkan dengan teman-temanku aku lah yang teramat lemah dalam melakukan aktifitas di pagi ini. Kadang mereka melihat diriku bisa melakukan apapun yang tidak mereka lakukan, namun aku selalu menyangkal bahwa yang aku lakukan karena aku tidak ingin diam saja di suatu tempat/keadaan. Pagi ini aku bersiap untuk melaju ke tempat tujuanku untuk kulakukan aktifitas dengan motor hasil pinjaman aku pun siap untuk memulai aktifitas.

Perjalanan yang kutempuh tidaklah jauh hanya nampak didalam pikiranku saja tempat itu terasa dekat dengan diriku. Akupun berhenti sejenak disebuah minimarket untuk membeli perbekalan sebelum sampai ditujuan. Disana terlihat jelas banyak sekali makanan dan minuman yang dapat kubeli untuk perbekalan, mata ini seakan lapat untuk bisa menikmati semua makanan dan minuman yang ada di setiap rak yang tersusun rapih, aku tidak bisa membeli semuanya karena hanya sesuai kebutuhan aku saja. Memang hati dan akal selalu bertolak belakang dalam hal apapun, hanya nalar dan kesadaran yang mampu mendamaikan keduanya. Minimarket ini bukan tujuanku yang sebenarnya tempat ini hanya cukup singgah sebentar, sebentar karena hanya kebutuhan yang bisa aku penuhi untuk saat ini juga. 

Rabu, 23 September 2015

3 Pelari (Prolog)

     Sore itu aku pun berhenti sejenak disebuah rumah kosong, entah karena kelelahan aku pun duduk di pelataran rumah itu.. haa hela napas yang menandakan tubuh ini sudah tidak mampu untuk melanjutkan perjalanan lagi. Sejenak menatap langit sore yang begitu indah tiba-tiba datanglah seorang pria yang entah dari mana asalnya, kemudian menghampiri diriku yang sedang menikmati suasana langit.

"hai " pria itu memanggil. Respon yang kuberikan hanya senyum, pria itu kemudian melanjutkan sebuah pertanyaan.
"Dari mana asalmu kawan? kemari mampir lah di rumahku ini hehe.
"Asalku dari desa sebrang kawan, terimakasih kawan mungkin lain kali aku akan mampir ke rumah mu ini" tandasku.
"oke tidak masalah kawan, lanjutkan istirahatmu ini aku akan tinggal sebentar karena akan mengantarkan pesanan ".  

    Pria itu pun berlalu meninggalkan sore yang penuh kedamaian yang sedang aku nikmati ini, tak lama setelah pria itu akupun kembali melanjutkan perjalananku. Gelap malam mewarnai peristirahatanku di kasur yang empuk, masih terbayang rumah yang ku singgahi tadi serta seorang pria yang menghampiri. Aku mengira rumah itu bukanlah tempat hunian namun penampakan awal memang meragukan, namun dibalik rumah tersebut banyak hal yang tak ku ketahui..., memang aku baru kesana melihat rumah itu walaupun hanya sejenak disana aku merasakan bahwa rumah itu tempat yang sejuk dan menenangkan, pikirku malam itu.

   Paginya akupun penasaran dengan rumah itu, lalu aku berniat berkunjung lagi kesana. Ah iya sebelumnya aku perkenalkan siapa diriku sebenarnya. Namaku james, aku bukan seorang atlet... entah teman-temanku selalu mengira aku adalah atlet. Hobi ku adalah jalan-jalan dan yang pasti adalah berlari (jogging) yaah semacam kebiasaan untuk mengisi waktu luang dan menyehatkan tubuh. Akupun juga bukan seorang pelari profesional juga, ya lariku hanya untuk kesenangan atas ketidakmampuanku menjadi yang terbaik untuk diri sendiri, akan tetapi diriku merasa senang saat aku lari. Tanpa sadar aku sudah sampai dirumah tersebut sempat berfikir banyak apa yang ada di rumah tersebut, namun tanpa pikir panjang aku mengetuk pintu, entah hati ini berdegub kencang atau karena segala pikiran yang ada dikepala akan sirna setelah pintu itu terbuka.

Senin, 14 September 2015

Kisah Kasih Nyata? (Prolog)


      Sekilas memang bukan hal yang penting dalam foto ini, namun yang terpenting adalah raut wajah kami ya raut wajah kami yang bahagia menikmati setiap perjalanan yang kita hadapi bersama selama 35 hari. Waktu itu kita dipertemukan dalam keadaan yang sama sekali tidak mengenal satu sama lain, lelah rasanya kita mengenalkan diri kita ke orang lain, lelah rasanya semua kegiatan kita tersita dalam satu perkumpulan dan juga lelah rasanya kita jauh-jauh bertemu hanya membahas suatu tugas dari perkuliahan kita tapi bukan itu yang di dapat dari semua LELAH, ya lelah itu bukan berarti apa-apa saat kita bertemu dalam keadaan tersenyum "Bahagia".

(Pulau Panjang)