Sore itu aku pun berhenti sejenak disebuah rumah kosong, entah karena kelelahan aku pun duduk di pelataran rumah itu.. haa hela napas yang menandakan tubuh ini sudah tidak mampu untuk melanjutkan perjalanan lagi. Sejenak menatap langit sore yang begitu indah tiba-tiba datanglah seorang pria yang entah dari mana asalnya, kemudian menghampiri diriku yang sedang menikmati suasana langit.
"hai " pria itu memanggil. Respon yang kuberikan hanya senyum, pria itu kemudian melanjutkan sebuah pertanyaan.
"Dari mana asalmu kawan? kemari mampir lah di rumahku ini hehe.
"Asalku dari desa sebrang kawan, terimakasih kawan mungkin lain kali aku akan mampir ke rumah mu ini" tandasku.
"oke tidak masalah kawan, lanjutkan istirahatmu ini aku akan tinggal sebentar karena akan mengantarkan pesanan ".
Pria itu pun berlalu meninggalkan sore yang penuh kedamaian yang sedang aku nikmati ini, tak lama setelah pria itu akupun kembali melanjutkan perjalananku. Gelap malam mewarnai peristirahatanku di kasur yang empuk, masih terbayang rumah yang ku singgahi tadi serta seorang pria yang menghampiri. Aku mengira rumah itu bukanlah tempat hunian namun penampakan awal memang meragukan, namun dibalik rumah tersebut banyak hal yang tak ku ketahui..., memang aku baru kesana melihat rumah itu walaupun hanya sejenak disana aku merasakan bahwa rumah itu tempat yang sejuk dan menenangkan, pikirku malam itu.
Paginya akupun penasaran dengan rumah itu, lalu aku berniat berkunjung lagi kesana. Ah iya sebelumnya aku perkenalkan siapa diriku sebenarnya. Namaku james, aku bukan seorang atlet... entah teman-temanku selalu mengira aku adalah atlet. Hobi ku adalah jalan-jalan dan yang pasti adalah berlari (jogging) yaah semacam kebiasaan untuk mengisi waktu luang dan menyehatkan tubuh. Akupun juga bukan seorang pelari profesional juga, ya lariku hanya untuk kesenangan atas ketidakmampuanku menjadi yang terbaik untuk diri sendiri, akan tetapi diriku merasa senang saat aku lari. Tanpa sadar aku sudah sampai dirumah tersebut sempat berfikir banyak apa yang ada di rumah tersebut, namun tanpa pikir panjang aku mengetuk pintu, entah hati ini berdegub kencang atau karena segala pikiran yang ada dikepala akan sirna setelah pintu itu terbuka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar