Kamis, 07 Januari 2016

Selamat datang?

     Happy new year! yeaah senang bukan udah bukan tahun 2015? banyak yang suka cita dan suka ria, hmm tapi tunggu mulai berdatangan kata populer "Resolusi", haha maaf telat baru bisa bilang kalo ini tahun baru 2016 tepat di bulan paling awal, ya Januari!. Teringat beberapa waktu lalu sebelum pergantian tahun, ada beberapa kelompok yang bilang bahwa merayakan tahun baru itu haram dan ada juga yang biasa-biasa aja, kalo gue? merayakan ulang tahun temen gue aja, salah ga ya? itu bukan urusan gue kalo haram atau halal, urusan haram atau halal sama halnya ibadah gue, diterima atau engganya ada Sang Maha Pencipta yang mengatur hehe,

Banyak yang udah bikin resolusi? ah gue sih engga bikin tuh, yaa percuma kalo bikin sekedar bikin tapi ga "Action", tetep aja ga 2015 gue tetep mager setiap paginya hehe. Hal yang buruk masih melekat di diri gue, entah sampe kapan ya? jawabannya sampe gue sadar waktu itu cepat berlalu, sampe semua cewe udah punya tujuan hidupnya dan mereka punya tujuan akhir, yaa bahagia dengan pasangannya dengan ikatan pernikahan, hmm berat bahasanya kalo udah bahas pernikahan hehe.

Masih pertanyaan dari atas, butuh engga ya resolusi? apakah di kitab-kitab yang termaktub ada sebuah kata "Resolusi", huh rasanya gue emang belum paham kata tersebut di kitab-kitab yang termaktub guys, gampangnya kata "Resolusi" sebuah kata yang berasal dari gaya demokrasi, membuat suatu perubahan, yaa itu menurut gue bukan teori dan menurut tokoh terkenal hehe.

Ibaratnya kata resolusi itu seperti papan nama di pintu gerbang saat memasuki wilayah baru bukan? iya kata-katanya "Selamat Datang", tapi terkadang kita lupa sebenarnya kata selamat datang bukan mengartikan adanya sebuah perubahan, melainkan suatu kondisi yang akan dimasuki adalah ketidaktahuan sama sekali, sedangkan didalam resolusi yang ada yang berisi sebuah harapan lebih baik, hmm kalo kita samakan bahwa selamat datang bukan berarti akan ada harapan baik yang akan terjadi secara langsung tanpa adanya sebab. Bagaimana kita ingin bahagia jika kita masih memusuhi teman kita? apakah itu termasuk dalam resolusi kita? haha nyatanya masih banyak yang berfikir seperti itu (termasuk gue) dan parahnya kadang kita bilang bahwa itu sebagai penghalang atau kendala dalam kita mencapai harapan, pikir ulang lagi deh apakah resolusi seperti itu?.

Kalo semuanya pengen sebuah resolusi di dirinya, harus menyingkirkan adanya EGOISME. Sebagai contoh adalah bagaimana kita akan senang jika teman kita disebelah kita tidak memiliki makanan dan kita memiliki makanan? kita harus membagi ke teman kita..., itu namanya resolusi membuat perubahan kecil menjadi besar, bukan menginginkan perubahan besar mengabaikan yang kecil. Hal ini banyak terjadi, jadi kata resolusi itu menurut gue adalah ga penting, ga penting lah kalo di diri gue masih aja memusuhi teman gue ya bukan? berarti sama dong sama tahun-tahun sebelumnya bukan? malah tambah banyak yang gue musuhin hehe.

Gue berpendapat tahun-tahun yang akan datang sama dengan tahun sekarang, iya kalo kita hanya menunggu adanya bantuan dari orang lain yang menguntungkan terhadap kita tapi kita tidak memberikan keuntungan ke orang lain bukan? sebuah nasihat dari orang bijak adalah kita belajar untuk banyak memberi bukan banyak menerima. Intinya kata "Resolusi" engga penting, karena setiap agama pasti mengajarkan bahwa setiap harinya adalah menjadi lebih baik bukan? lebih baik= perubahan=resolusi=selamat datang.

Resolusi, sebuah budaya yang "latah" kalo gue ditanya orang apakah resolusi gue di tahun ini, gue akan jawab gue ga ada resolusi, tapi sebuah pengharapan bahwa gue bisa lebih baik di setiap harinya bukan di tiap tahunnya. Ya gue tegaskan lagi kata "Resolusi" adalah sebuah kata yang sedikit kurang keren dimata gue, kalo hanya sebuah angan dari kata "Resolusi" kenapa apa yang kita capai belum terwujud semua? haha alasannya semua hal pasti membutuhkan tahap dan waktunya, kalo gitu kenapa kita ga fokus aja ke satu tujuan bukan fokus ke "Resolusi"nya, hmm hematnya kita harus fokus apa yang ingin kita kejar di tahun ini, jika kita yang sedang kuliah di tahap akhir ingin segera lulus ya kita harus fokus untuk bisa lulus dulu sambil mempersiapkan apa yang akan dilakukan setelah lulus, bukan bercabang-cabang.., tapi sekali lagi itu cuman saran aja, setiap orang memiliki sebuah keputusan terbaik, pegang dan tancapkan pilihan itu dengan erat jangan sampai lepas.

Lagi dan lagi, masihkah kita butuh kata "Resolusi"? atau kata Selamat datang? hmm gue lebih tertarik kata "Selamat datang" saat kita datang disuatu tempat kita mulai tertantang untuk tahu apa yang ada disitu dan tujuan kita jelas kita bukan orang asli di daerah tersebut, kita adalah pendatang :).