Jumat, 30 September 2016

Bosan, apakah itu sebuah keinginan atau sebuah hasrat terpendam?

     Rutinitas bagi setiap orang merupakan hal yang biasa, iya setiap manusia harus memiliki rutinitas jika tidak maka manusia itu disebut mati (meninggal). Badan ini memang tidak sekuat saat semua berjalan sesuai keinginan, olahraga teratur, makanan yang bergizi, memiliki komunikasi dengan banyak orang, menyukai hal yang dilakukkan, perasaan hangat keluarga, lingkungan yang mendukung, serta perhatian dari seorang yang kita cintai.

      Kadang semua itu bisa kita rasakan dalam waktu bersamaan, namun menurutku itu bukan arti dari hidup. Pernahkah kamu merasakan perasaan lain selain dirimu? merasakan perasaan orang lain yang tidak seperti dirimu, banyak hal-hal bahagia serta senang yang melekat pada dirimu? mungkin kebanyakan akan mengatakan " urus saja dirimu, mengapa repot memikirkan mereka (orang lain)?". Benar adanya memang seperti itu namun semua hal-hal kamu rasakan diatas akan kembali menjadi tidak ada artinya lagi jika kamu menemukan titik kejenuhan.

Kamis, 29 September 2016

Simpan atau Buang?!

Rintik hujan mulai muncul dipagi ini, entah memang sudah masuk musimnya atau memang langit sedang berduka hari ini, mulai muncul pertanyaan dibenak ini... mengapa hujan begitu mudah membuang airnya ke bumi atau sekedar membasahi bumi ini? entahlah mungkin ini salah satu keajaiban Tuhan Semesta Alam.

    Simpan saja uangmu! banyak berfikir bahwa uang yang kita dapat itu sepenuhnya milik kita, namun sebenarnya ada sebagian milik orang lain, seperti halnya perasaan ini..., kamu berhak menyimpan hal-hal indah didalamnya akan tetapi buang rasa yang buruk?! hahaha naif dan sedikit munafik diri ini, mengapa hanya menyimpan yang menyenangkan sedangkan yang buruk dibuang? mungkin hanya diri ini yang bisa menjawabnya.

     Buanglah segala sesuatu yang menyakitkan, entah itu memang untuk meringankan beban dikepala ini atau rasa dongkol didalam hati yang memang sudah mencapai puncaknya, sedikit kembali teringat bahwa itu hal yang tak adil bukan? kenapa kita membuang rasa senang yang pernah terjadi? atau sekedar mengingat kenangan indah bersama orang-orang yang kita cintai.. jelas terlihat kita kembali menjadi diri yang BOHONG!, yaa membohongi diri sendiri, padahal kita bisa menjadi diri kita.., lupakan atau kau tertinggal gais.

     Kadang rasa campur aduk kembali menyelimuti hati yang labil ini, yaa sekedar sebagai sisi manusiawi yang memang melekat pada tubuh yang akan membusuk ini. Memunafikkan semua perkataan dan perbuatan untuk sekedar rasa pemuas apa yang dirasakan oleh orang lain, hmm rasanya seperti jatuh cinta secara tiba-tiba, tiba-tiba menjadi suka entah untuk jangka yang pendek atau panjang, namun apakah cinta pernah menjadi munafik? aku rasa cinta tidak menjadi munafik, yang menjadikan munfik bukanlah cinta, namun diri ini yang berpura-pura mencintai seseorang tersebut.

      Bukan!, aku bukan yang berpengalaman dalam hal percintaan atau sebagai korban dari cinta yang tak terbalas, semua cinta akan berbalas hanya kita yang tidak menyadarinya. Jika yang dikejar hanyalah rasa cinta dan nafsu maka semua bisa mendapatkannya, namun cinta yang memang tulus akan sulit rasanya jika hanya didasari untuk cepat-cepat menjadikan cinta itu sebagai yang terakhir. Hahaha rasanya mulai sedikit geli jika aku membanyangkan yang pernah terjadi, tapi jika harus jujur mungkin yang pernah terjadi hanya cinta yang didasari nafsu belaka, nyata dari bentuk dari cinta yang tulus dan berbalas adalah terjalin hubungan yang baik.. bukan sebaliknya. Adilkah? sangat adil jika kamu masih memiliki Tuhan, bukan sebaliknya berpaling dari Tuhan yang sekarang.

    Simpan atau buang jika memang itu perlu untuk kehidupan barumu, aku hanya berdoa padamu agar kamu bahagia. Esensi dari semua itu bukan kita sama-sama saling menyayangi lalu tersakiti dan tak saling kenal lagi, namun tetap sama-sama menyayangi sebagai makhluk yang memiliki sikap kemanusiaan dan rasa kepedulian, bukan semata cinta yang didasari egois, nafsu dan rasa sesaat. Pada dasarnya simpan atau buang bukan sebuah makna yang dalam, hanya segelintir dari rasa yang tidak pernah kita rasakan saat kita senang dan susah.