Ada 2 hal yang dilakukan oleh manusia untuk mengekspresikan sesuatu agar orang lain tau apa yang dia rasakan, pertama dengan perilaku dan kedua dengan karya (ex: menulis). Mudah menyebutkan tanpa memberikan contoh namun semua orang merasakannya. Perlu diketahui banyak yang menganggap menjadi seorang dokter itu mudah asal ada biaya dan kemampuan orang tersebut mumpuni, tapi faktanya banyak diantara dokter kurang bisa menjadi seorang penulis untuk menjelaskan apa yang dia rasakan maupun pengalaman yang dia dapat. Gue disini tidak menganggap bahwa profesi yang gue contohkan adalah salah satunya, namun banyak sekali profesi yang jarang kita ketahui memiliki manfaat yang banyak jika seorang profesional tersebut menuliskan pengalaman dan ilmu ke dalam bentuk buku (tulisan).
Mengapa menulis menjadi hal yang vital namun banyak ditinggalkan? berbagi pengalaman aja buat yang memang belum memulai, namun gue sadari bahwa kegiatan menulis memang berat adanya, baik secara tata bahasa maupun struktur yang digunakan agar mudah dibaca dan dipahami memang sulit adanya, tapi apakah kita harus menunggu itu? hehe masalah niat dan mau gerak atau tidak.
Mengapa gue menulis? jawaban mudahnya adalah pertama, karena gue ga mau mengingat kembali kenangan/pengalaman yang gue alami terlalu lama didalam pikiran gue, sedangkan masih banyak yang harus dipikiran dibanding sekedar mikirin hal ga berguna dan kedua, membentuk sebuah opini yang ada melalui sudut pandang gue dan mungkin bisa berbagi dengan khalayak umum buat dibagikan pengalamannya.
Apakah berhasil membuat kita lebih baik dengan menulis? mungkin jawaban sementaranya adalah IYA, mengapa kita repot-repot untuk curhat di MEDSOS? sedangkan kita punya 2 hal yang tanpa disadari bisa membuat kita lebih baik, pertama partner (manusia) dan kedua buku catatan (buku diary), mungkin banyak yang ga setuju dengan pandangan gue, namun dengan menyalurkan hasrat kita dengan buku catatan maka kita akan berpikir jauh lebih banyak dibanding di MEDSOS yang hanya memberikan hasrat yang sementara.
Tujuan gue menulis untuk apa ya? kadang gue berpikir sampe sejauh ini.. pernah gue merasakan bahwa salah satu temen gue dalam suatu grup (kelompok) didalamnya gue banyak melibatkan perasaan sehingga terjebak, mungkin anggapan orang akan bilang, " susah move on lu, ayolah masih banyak yang lain". Iya, betul namun hal itu membuat gue jadi berpikir ulang dan balik bertanya, semudah itukah kita mempermainkan suatu komunikasi (perasaan) dengan orang lain, singkatnya mudah aja kita melepas itu, namun bukan suatu pembelajaran jika diakhiri dengan satu sama lain tidak menyadari kesalahannya.
Menulis membuat orang bijak? hmm menurut gue bukan bijak, tapi lebih tepatnya kita akan banyak berpikir (intropeksi) terhadap apa yang kita lakukan kedepan, baik buruk selalu datang dikehidupan, namun apakah hanya kesadaran diri yang (memang) bisa lepas kontrol (juga)? mungkin dengan tulisan diri sendiri... sedikit membantu diri ini untuk mengingat hal-hal yang bisa diperbaikku untuk kedepannya.