Selasa, 29 Desember 2015

Untukmu yang berbahagia disana

Untukmu yang berbahagia disana,
 kita memang bertemu sekali, maaf kalo itupun mengecewakan

Untukmu yang berbahagia disana,
sudah lama tidak menjawab pesanmu lagi

Untukmu yang berbahagia disana,
pantai di Gili Nanggu itu indah, karang dan ikannya mempesona

Untukmu yang berbahagia disana,
semua terlihat tenang dan tentram, iya semoga kamu juga

Untukmu yang berbahagia disana,
berharap aku dan kamu selalu dekat, iya dekat saja

Untukmu yang berbahagia disana,
lama tak mendengar kabarmu, syukur kamu baik-baik saja ya

Untukmu yang berbahagia disana,
mendengar dirimu yang sudah bahagia merasa senang nan sakit

Untukmu yang berbahagia disana,
malang dan sedih saat tau revisian aku dipercepat begitu juga secepat kamu pergi dari aku

Untukmu yang berbahagia disana,
aku disini sudah baik-baik saja, kamu disana gimana?

Untukmu yang berbahagia disana,
melupakan sulit, tapi aku senang menemukan penggantimu

Untukmu yang berbahagia disana,
sayang beribu sayang, secepat itu aku ambil keputusan bodoh, sekali lagi maaf

Untukmu yang berbahagia disana,
senang sekali kamu masih ingat aku, maaf kalo saat itu bertindak bodoh

Untukmu yang berbahagia disana,
mungkin benar adanya, jatuh cinta tidak secepat jatuh dari sepeda motor

Untukmu yang berbahagia disana,
luka lama butuh waktu, namun kamu lebih baik dari luka baru aku ini

Untukmu yang berbahagia disana,
dia tidak sama denganmu, iya mungkin dia akan marah jika disamakan haha

Untukmu yang berbahagia disana,
luka lama untuk kembali sembuh untuk kedua kalinya, kamu gimana kabarnya?

Untukmu yang berbahagia disana,
kamu masih lebih baik dengan dia, kita masih bertemankan ya?

Untukmu yang berbahagia disana,
iya kalian disana selamat berbahagia, semoga antara kita bisa berteman dengan tulus seperti saat kita sama-sama mencintai satu sama lain :)


Ingin memberitahu saja

   Bukan sekedar perkenalan yang akrab antara kita berdua, yah awalnya aku mengabaikan dirimu yang hanya pelengkap di timeline. Balas lalu dibalas olehku pesanmu, entah karena terlalu bodoh akupun meninggalkanmu beberapa waktu. 

   Waktu kembali mempertemukan ya walaupun tidak singkat, aku dan kamu bukan pasangan kekasih melaikan pasangan dari timeline yang selalu menghias setiap harinya, hmm lucu jika ingat dulu kita yang masih masing-masing aktif sahut menyahut, namun waktu kembali membuat semua berubah, awalnya sekadar membalas timeline, pesan singkat menjadi pesan pribadi, teknologi sangat canggih namun lagi dan lagi kita bisa berkomunikasi dengan baik ya :)

    Kita akhirnya bertemu, pertemuan yang nyata!, tempat itu mungkin bisu dan waktu itu juga sependapat, kita menghabiskan waktu yang indah dengan singkat, haha lagi-lagi waktu yang membuat kita terpisah sangat jauh, yah jauh sampai itu pertemuan terakhir dan aku menjadi peran yang jahat, meninggalkanmu dalam diam.

        Awal tahun pun datang, hmm apakah aku sedang bersama kamu? iya masih dalam jangkauan sebuah perangkat teknologi, lagi dan lagi waktu tidak bisa mempertemukan kita berdua untuk menjalani kehidupan yang nyata, sibukkah? atau tidak adanya pengorbanan? aku mulai berpendapat bukan itu, namun aku tidak ingin menjadi orang bodoh untuk sekali seumur hidup, maafkan aku...

       Kita masih bisa berkomunikasi dengan baik ya, tapi hanya waktu itu, singkat dan menurutku itu tidak berkesan saat kita bertemu, ya karena aku memiliki rasa penyesalan saat mendengar bahwa ayahmu sakit, sedih dan aku memutuskan tidak ingin mengatakan sesuatu agar kamu bisa fokus terhadap ayahmu :), lalu aku pun pergi ke tempat nan jauh namun indah, disana hanya ada satu tujuan saat aku kembali.., ya kembali dan bertemu denganmu.

      Ingin memberitahu bahwa disini indah nan damai, lautnya, karangnya, pasir dipantainya suasana alam yang masih asri dan hijau serta banyaknya hal-hal baru yang baru kutemui ingin aku bagi ke kamu, iya agar indah kedekatan kita walau dalam diam dan semilirnya angin laut.     

Minggu, 27 Desember 2015

Bisikan Setan, terimakasih!

      Siapapun mengira bahwa cinta pada pandangan pertama merupakan cinta yang datang dari hati, iya hati kita yang masih amat suci untuk disentuh oleh siapapun dan juga hati yang masih milik kedua orang tua kita khususnya. Pertemuan yang memang tidak disengaja kadang menggoyahkan hati ini yang secara manusiawi akan memiliki perasaan saling mengasihi dan menyayangi. Kadang memang bisikan Illahi kita abaikan demi bujuk rayuan setan, yah sering aku akui bisikan setanlah yang menjadi satu pilihan untuk melepas kekangan di dalam hati ini yang semakin sempit. Lagi dan lagi hal ini merupakan fitrah dari seorang anak adam dan hawa, turunnya kedua makhluk yang di muliakan oleh Sang Pencipta untuk menjadi pemimpin di bumi ini dan memiliki rasa cinta dan kasih kepada makhluk-Nya.

       Pancaran cahaya dan kebaikan yang muncul dari setiap manusia kadang memiliki penyampaian yang berbeda-beda pada mahkluknya, entah bisa dari cahaya-Nya ataupun bisikan manis setan. Setiap bisikan dari setan selalu aku dengar seksama pada setiap ejaannya, tanpa aku abaikan sedikitpun.., hmm pikirku akan ada sebuah harapan jika aku mengikutinya. Selangkah demi selangkah aku ikuti bisikan setan yang telah aku ingat dengan betul cara-caranya serta bantuan yang harus aku peroleh. Sungguh indah saat aku tau bahwa bisikan itu benar adanya, yah aku mulai terlena dan mabuk sampai lupa bahwa pemabuk akan menjadi orang bodoh saat itu. Bicara soal mencintai aku bukanlah orang pandai, bisa dikatakan pandai saat kita sempat memiliki seseorang dalam waktu tertentu, mungkin seseorang tersebut memulai dari awal dengan baik sampai dia mendapatkan kebahagian yang menghalalkan atau bisa jadi pengalaman yang amat pahit, jatuh bangun perasaan yang mungkin dikhianati, diselingkuhi, ataupun putus dipertengah jalan lalu dia berhasil bangkit dan menemukan yang terbaik.

Senin, 07 Desember 2015

Mengalir sampai (tempat) bertemu, (diakhir) pertemuan

      Awalnya bukan cuman sungai deras saja yang terlihat, tapi saat hujan sore ini turun aliran tersebut mulai terlihat dari kejauhan. Entah karena tempat yang aku pijak ini terlalu tinggi atau tubuh ini sudah menjadi tinggi sekejap, luar biasa aliran yang terlihat pada sore hari ini begitu deras sederasnya aliran yang sangat langka. Padahal aku menyadari bahwa tubuh ini takkan bisa bertambah tinggi sekejap mata dan juga tempat yang aku pijak juga bukan puncak bukit melainkan hanya setapak jalan didataran sawah. Entah kejadian langka ini muncul seketika saat hujan menuruni langit sore ini, bukan sore ini menjadi hari spesial melainkan momen ini adalah langka.

Google.pict
        Teringat dengan sebuah percakapan dari teman baik bahwa seorang dari orang yang pernah aku cintai memberikan satu wejangan kepada teman baik aku, dia berkata "mengapa dia masih menghubungi aku?" benakku mulai bertanya apakah ini sebuah teguran? atau hanya akal-akalan dari teman baikku saja agar kenangan dan harapan menyatu dalam satu waktu? ahsudahlah itu cuman sebuah gurauan dari teman baikku. Malam pun menggeser pergantian sore pada waktu itu, mulai lagi datang seorang dari masa lalu memberi semangat dan harapan kepadaku tentang orang yang aku suka, kembali benakku menyakinkan diri "buat apa dia berkata seperti itu? itu cuman harapan dan semangat kosong dari kotak sepatu yang baru dibeli di toko brand ternama!, yakin kan hati agar tak mengharap kembali.

        Harapan dan semangat kosong ibarat sepatu baru dan kotaknya, harapan adalah sepatu baru yang masih sangat layak dipakai dan diperlihatkan ke orang lain dengan senyum serta perasaan bungah, namun semangat kosong adalah kotaknya!, kotak dari sepatu baru yang setelah sepatu diambil dari kotaknya.. kotaknya pun kosong melompong tak akan ada lagi semangat untuk melihat isinya, nilainya pun tak ada, kecuali jika kotak kosong itu banyak dan berkilo-kilo!, terbayang jika itu semua hanya semangat kosong?

Minggu, 22 November 2015

Kisah Kasih Nyata?

      Di akhir penghujung semester selalu di harapkan adalah liburan. Satu dari kesempatan untuk meregangkan otot dan otak yang ada dalam penat di dunia perkuliahan, tapi berbeda dengan kita.. ya kita sebagai mahasiswa/i yang memang sudah mencapai tahap akhir dari dunia perkuliahan harus memendam keinginan dalam liburan. Liburan hanya sebuah angan sementara, menyelesaikan 3 sks sebenarnya mudah jika dilakukan di awal semester, jika di akhir semester bagaimana? haha cukup menyita waktu. Kuliah Kerja Nyata merupakan salah satu tugas akhir yang harus (wajib katanya) dilaksanakan sebelum menyusun tugas akhir (skripsi = S1), awalnya kita tidak tau itu apa dan apakah sejenis kuliah yang singkat atau membosankan, entahlah yang jelas banyak masukan dari senior dan dosen yang bilang bahwa Kuliah Kerja Nyata merupakan awal dari cerita baru dari kehidupan perkuliahan haha, lebay sih tapi kata-kata favoritnya adalah "Kalian bisa menemukan pasangan hidup (pacar bisa dikatakan hehe)", semula kita semua tersenyum malu dan mulai berfantasi seperti apa jadinya nanti hehe.

       Kuliah Kerja Nyata banyak jenis dan prosedurnya, tapi paling umum untuk menjelaskan apa yang harus dilakukan pada 3 SKS tersebut adalah bentuk pengabdian yang dilaksanakan dalam waktu tertentu (2 minggu atau 1 bulan). Tahap yang penting adalah pendaftaran untuk mengikuti KKN>menyerahkan berkas>nunggu lokasi penerjunan>lokasi didapat>pembekalan fakultas>pembekalan univ>kumpul (alias rapat)>survey 1>survey 2>survey 3>survey terus haha (yang survey sebenarnya bisa diakalin haha)>upacara penerjunan. Biasanya hanya 2 bulan sampe ke tahap penerjunan tahap yang akan dijalanin, kembali ke topik bahwa KKN bagi kami seperti halnya MAGANG di suatu perusahaan atau balai bedanya kalo MAGANG kita mengikuti kegiatan saja, sedangkan KKN itu ribet bin rame haha.

      Singkatnya tentang KKN adalah pengabdian secara singkat di suatu desa dan meningkatkan kualitas dari desa tersebut dan bisa bermanfaat bagi warganya, akan tetapi akan selalu ada pengawasan dari dosen terkait, okey penjelasan KKN sebenernya itu ga penting juga mungkin hanya sebagai prolog bagaimana sistematika dalam menyelesaikan tugas dari universitas hehe.

      Awal penerjunan dari KKN sebenernya sangat menyenangkan, tapi itu hanya seharusnya bukan yang "sebenarnya", kami menyebutnya "Posko" kami kebetulan adalah rumah kosong yang jarang ditinggali dan sangat dekat dengan jalan raya, hmm awalnya meragukan saat kami tiba disana... ya baru datang sore hari kita disuguhkan dengan kerja bakti untuk membersihkan tempat itu sebisa mungkin layak di tempati oleh kami semua untuk 1 bulan kedepan. Kata paling manis untuk menguapkan hati ini adalah alhamdulillah, ya aku tak menyesal mendapat tempat seperti itu, begitu juga teman-temanku yang lain. Mungkin akan sangat profokatif jika aku menceritakan seperti apa detail dari rumah tersebut, namun akan manis jika aku mengingat bahwa kami bisa hidup dan menjalani segala aktifitas dengan segala kekurangannya :). Kembali ke hari dimana kami semua hadir dalam satu kumpulan yang sama-sama harus saling memahami satu sama lain untuk 1 bulan kedepan.

     Malam itu kami semua tidur dalam satu ruangan yang sama, entah ini merupakan bagian terseru yang pernah aku rasakan, yaa mungkin banyak berfikir bahwa ada niat jahat dan nakal dalam benakku padahal tidak hehe, hanya saja pikiran ini tergilitik oleh satu hal yaitu kami baru kenal beberapa minggu lalu :). Dengan banyak kekurangan yang ada kami masih sempat nyaman dengan kondisi seperti itu, mungkin awal dalam aku menulis bukan untuk mengenang yang aku suka saja, namun sebaik-baiknya sebuah kenangan adalah menjaganya dengan baik.... yaa baik untuk diambil hikmahnya bukan dibiarkan dan tidak dijadikan pelajaran.

"Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bisa mengambil pelajaran dari kehidupannya dan hikmah yang terkandung didalamnya"


Senin, 12 Oktober 2015

Lelah

   Sudah beberapa hari aku melewatkan yang namanya istirahat, iya istirahat merupakan suatu keadaan dari seseorang yang waktu hanya dilakukan untuk berdiam sejenak tanpa adanya aktifitas yang berat. Aku ingin mengeluh tentang keadaan ini, mengeluh rasa-rasanya menjadi obat penawar sementara untuk menghilangkan rasa sakit di tubuh ini. Bagai obat mati rasa yang membuat pikiran dan raga ini merasa rileks sejenak. Pagi ketemu dengan malam itu sedikit gambaran dari rasa lelahku, ya aku bukan seorang pekerja kantoran melaikan hanya seorang mahasiswa tingkat akhir. Tiap jam yang aku lalui terasa begitu cepat, entahlah apakah satu jam bagaikan satu menit dan berlalu begitu cepat tanpa adanya sapaan yang hangat.

Banyak yang berkomentar bahwa aku adalah orang yang sok sibuk, padahal aku merasa tidak sibuk toh aku masih bisa meluangkan waktu sejenak untuk berbaring di kamar yang sempit ini, yaah kadang presepsi orang berbeda-beda. Rasa lelah datang bagaikan virus yang melumpuhkan anggota tubuh ini, menggerogoti sistem kekebalan tubuh yang kadang dalam kondisi baik maupun kondisi buruk. Bagian tubuh lain yang merasakan lelah bukan hanya dari fisik, yaa perasaan ini pun dapat merasakan lelah. Lelah yang dirasakan bukan setumpuk beban yang terlihat melainkan hanya bisa dirasakan saja seperti hembusan angin. Kadang orang lain mengira akulah orang yang suka "baper" (bawa perasaan) haha tawaku mendengar kata itu. Bebas orang mau bilang seperti itu hak mereka, perasaan kadang memang butuh istirahat sejenak dari suasana yang memang kadang memaksa perasaan merasakan hal yang tidak perlu. 

Kadang lelahnya suatu perasaan muncul oleh beberapa faktor, bisa dari lingkungan, orang terdekat, masalah kampus/pribadi serta media sosial. Entahlah kadang media sosial lebih berpengaruh terhadap suatu perasaan. Mungkin karena efek dari suatu kepastian yang timbul di media sosial tersebut sehingga kita menganggap bahwa suatu sedang terjadi pada hari itu juga, padahal itu hanya ilusi belaka dari pengguna media sosial. Lelah fisik kadang mudah di obati untuk jangka waktu tertentu namun untuk lelah pada perasaan sedikit kompleks dalam memulihkannya kembali, ya entah karena "baper" kebanyakan orang jadi berubah seketika itu padahal kita tidak pernah tahu apa yang terjadi pada orang tersebut. 

Dirimu yang selalu aku kagumi kadang menjadi beban tersendiri pada perasaan ini, entahlah aku bukan kekasihmu dan juga pasangan sejatimu juga, tapi dirimu selalu membuatku lelah. Lelah karena dirimu yang selalu berubah-ubah membuat keyakinan akan kekaguman aku menjadi berkurang. Kabar darimu cukup bagiku di baris timeline, ah sudah memang kita memang berbeda, perasaan yang dulu melekat kini semakin sedikit yang menempel. Hanya senyum pahit yang selalu ke lemparkan pada baris timelineku, ah sudahlah semakin lelah saja jika membayangkan dirimu dulu, bukan yang sekarang. 

Pudar semakin jelas kulihat pada hadirnya dirimu, yaa semakin aku berkomunikasi mungkin akan banyak pengharapan akan kudapat namun bukan itu yang ku inginkan sekali lagi. Hanya sebuah kabar keadaanmu yang baik-baik saja pada dirimu. Setiap insan tak pernah luput dari kejatuhan maupun kelalaiannya dalam berjalan, dirimu pun begitu antara pandangan dan perbincangan pun berbeda dari apa yang aku terima, iya lagi-lagi aku hanya manusia yang sangat sadar akan kekurangannya terhadap dirimu yang mapan dalam satu sisi. Lelah rasa jika diriku selalu mengharapkan satu titik keajaiban pada dirimu.

Mungkin jawaban atas kesalahan konyolku lah menjadi garis tegas. Kesalahan bukan atas dasar lisan yang tajam maupun tindakan terhadap dirimu. Hanya sebaris kalimat yang memang menggambarkan dirimu seutuhnya, namun bukan itu yang kumaksud melainkan dia adalah temanku. Dirimu begitu mudah terbawa akan suasana panasnya kota atlas ini, entahlah mungkin dirimu sedang berada pada tekanan lingkungan atau dirimu memang sudah tak sabar akan sikapku ini sebagai temanmu. Rasanya kesalahanku terhadapmu seakan lebih besar dari dosaku, haha bukan itu yang aku maksud melainkan dosaku memang besar namun sebuah kesalah kecil dan konyol dari dirikulah yang membuat satu pernyataan berubah menjadi satu lubang besar.

Bangun! kata yang tepat untuk diriku yang masih menyesali kejadian pagi itu, entah karena terbawa panas maupun keringnya air dalam sumur di kota ini atau jangan-jangan memang aku sengaja membawa emosiku terhadapmu yang memang memiliki hati selembut kapas. Lelah rasanya aku memikirkan dirimu yang tak tau sebab apa yang harus diselesaikan sebagai seorang teman. Mengakui bahwa aku juga salah terhadap dirimu yang sudah dengan cara tulus nan ikhlas menjawab gurauan aku yang memang tak berbobot. Bukan ini yang ingin aku balas pada dirimu yang telah baik dan sejuk saat aku bersamamu. Aku hanya masih terperangkap oleh dua perasaan yang memang masih menjadi mimpi buruk bagi diriku, ya mencintaimu dalam kenyamanan dan juga mengikhlaskanmu dalam kebahagian. Ah rasanya diriku masih terlalu kecil untuk memikirkan masalah nan dewasa dan juga mapan yang melekat pada dirimu.

Maafkan diriku yang memberikan seperempat kesadaran bahwa dirimu memang tulus nan baik mau menamggapi namun aku merespon dengan sangat sangat lama dan akhirnya dirimu berfikir bahwa diriku tak perduli dengan jawaban dirimu, bukan itu lagi yang ingin aku utarakan temanku, akunya hanya sedikit lelah.. Lelah fisik nan perasaan saat ingin membalas pesanmu, maafkan diriku lagi yang memang salah memberikan satu respon yang baik nan ramah untuk dirimu. Mungkin ini akan menjadi kelelahan yang amat panjang nan canggung yang nantinya kita tak bisa menjadi seperti minggu-minggu sebelumnya.

"JANGAN"
Jangan sengaja pergi agar dicari
Jangan sengaja lari agar dikejar
Berjuang tak sebercanda itu (Sujiwo Tejdo)

Mungkin pesan halus yang dirimu utarakan padaku namun aku merasa lebih baik menjaga waktu namun tetap bisa berkomunikasi tapi apalah daya sebuah pertemanan bukan diukur dari tingkat kebutuhannya dalam satu waktu melainkan sepanjang waktu.

~jikalau bisa hujan turun dihari minggu aku akan berharap bisa menyampaikan pesan ini melalui rintik hujan nan aliran kecil didalamnya~

Selasa, 29 September 2015

Cukup singgah sebentar (1)

    Mungkin pagi ini berbeda dengan pagi sebelumnya, iya pagi ini embun pagi masih terasa di pelupuk mata, menyegarkan dan menenangkan. Pagi ini pun aku beraktifitas layaknya kambing, domba, dan hewan berkaki dua dan empat untuk melakukan kodratnya sebagai makhluk. Nampaknya aku pun tidak sendiri dalam beraktifitas pagi ini, ya aku ditemani oleh beberapa oleh teman-temanku. Mereka sangat bersemangat menyambut pagi ini, entah karena mereka ingin hal baru di hari ini atau sekedar menuliskan sejarah pada diri mereka padahal kami bukanlah seorang pejuang. Satu-satunya aktifitas yang kulakukan adalah pergi dari suatu tempat dengan tempat lain. Mudah sekali kata yang terucap dari benakku, padahal menurut sebagian orang itu adalah hal yang berat dan amat terasa susah. Sebagian dari mereka memilih untuk melakukannya di lingkungan sekitar dan sebagian lagi mengurusi urusan di depan gadget. 

Padahal aku adalah seorang pemalas yang tidak memiliki kemampuan lebih dalam hal apapun, dibandingkan dengan teman-temanku aku lah yang teramat lemah dalam melakukan aktifitas di pagi ini. Kadang mereka melihat diriku bisa melakukan apapun yang tidak mereka lakukan, namun aku selalu menyangkal bahwa yang aku lakukan karena aku tidak ingin diam saja di suatu tempat/keadaan. Pagi ini aku bersiap untuk melaju ke tempat tujuanku untuk kulakukan aktifitas dengan motor hasil pinjaman aku pun siap untuk memulai aktifitas.

Perjalanan yang kutempuh tidaklah jauh hanya nampak didalam pikiranku saja tempat itu terasa dekat dengan diriku. Akupun berhenti sejenak disebuah minimarket untuk membeli perbekalan sebelum sampai ditujuan. Disana terlihat jelas banyak sekali makanan dan minuman yang dapat kubeli untuk perbekalan, mata ini seakan lapat untuk bisa menikmati semua makanan dan minuman yang ada di setiap rak yang tersusun rapih, aku tidak bisa membeli semuanya karena hanya sesuai kebutuhan aku saja. Memang hati dan akal selalu bertolak belakang dalam hal apapun, hanya nalar dan kesadaran yang mampu mendamaikan keduanya. Minimarket ini bukan tujuanku yang sebenarnya tempat ini hanya cukup singgah sebentar, sebentar karena hanya kebutuhan yang bisa aku penuhi untuk saat ini juga. 

Rabu, 23 September 2015

3 Pelari (Prolog)

     Sore itu aku pun berhenti sejenak disebuah rumah kosong, entah karena kelelahan aku pun duduk di pelataran rumah itu.. haa hela napas yang menandakan tubuh ini sudah tidak mampu untuk melanjutkan perjalanan lagi. Sejenak menatap langit sore yang begitu indah tiba-tiba datanglah seorang pria yang entah dari mana asalnya, kemudian menghampiri diriku yang sedang menikmati suasana langit.

"hai " pria itu memanggil. Respon yang kuberikan hanya senyum, pria itu kemudian melanjutkan sebuah pertanyaan.
"Dari mana asalmu kawan? kemari mampir lah di rumahku ini hehe.
"Asalku dari desa sebrang kawan, terimakasih kawan mungkin lain kali aku akan mampir ke rumah mu ini" tandasku.
"oke tidak masalah kawan, lanjutkan istirahatmu ini aku akan tinggal sebentar karena akan mengantarkan pesanan ".  

    Pria itu pun berlalu meninggalkan sore yang penuh kedamaian yang sedang aku nikmati ini, tak lama setelah pria itu akupun kembali melanjutkan perjalananku. Gelap malam mewarnai peristirahatanku di kasur yang empuk, masih terbayang rumah yang ku singgahi tadi serta seorang pria yang menghampiri. Aku mengira rumah itu bukanlah tempat hunian namun penampakan awal memang meragukan, namun dibalik rumah tersebut banyak hal yang tak ku ketahui..., memang aku baru kesana melihat rumah itu walaupun hanya sejenak disana aku merasakan bahwa rumah itu tempat yang sejuk dan menenangkan, pikirku malam itu.

   Paginya akupun penasaran dengan rumah itu, lalu aku berniat berkunjung lagi kesana. Ah iya sebelumnya aku perkenalkan siapa diriku sebenarnya. Namaku james, aku bukan seorang atlet... entah teman-temanku selalu mengira aku adalah atlet. Hobi ku adalah jalan-jalan dan yang pasti adalah berlari (jogging) yaah semacam kebiasaan untuk mengisi waktu luang dan menyehatkan tubuh. Akupun juga bukan seorang pelari profesional juga, ya lariku hanya untuk kesenangan atas ketidakmampuanku menjadi yang terbaik untuk diri sendiri, akan tetapi diriku merasa senang saat aku lari. Tanpa sadar aku sudah sampai dirumah tersebut sempat berfikir banyak apa yang ada di rumah tersebut, namun tanpa pikir panjang aku mengetuk pintu, entah hati ini berdegub kencang atau karena segala pikiran yang ada dikepala akan sirna setelah pintu itu terbuka.

Senin, 14 September 2015

Kisah Kasih Nyata? (Prolog)


      Sekilas memang bukan hal yang penting dalam foto ini, namun yang terpenting adalah raut wajah kami ya raut wajah kami yang bahagia menikmati setiap perjalanan yang kita hadapi bersama selama 35 hari. Waktu itu kita dipertemukan dalam keadaan yang sama sekali tidak mengenal satu sama lain, lelah rasanya kita mengenalkan diri kita ke orang lain, lelah rasanya semua kegiatan kita tersita dalam satu perkumpulan dan juga lelah rasanya kita jauh-jauh bertemu hanya membahas suatu tugas dari perkuliahan kita tapi bukan itu yang di dapat dari semua LELAH, ya lelah itu bukan berarti apa-apa saat kita bertemu dalam keadaan tersenyum "Bahagia".

(Pulau Panjang)

Rabu, 12 Agustus 2015

A Choice

       Sebuah pilihan merupakan salah satu hak dari setiap individu, tapi pilihan yang baik akan menghasilkan sesuatu yang baik pula akan tetapi jika pilihan yang salah maka akan sebaliknya. Gue merasa dalam hubungan pertemanan ada sebuah pilihan yang berat dimana posisi sebagai teman pasti memiliki resiko. Entah resiko yang kecil maupun yang besar, gue merasa setiap kali gue berteman selalu ada resiko.
      Ini untuk kedua kalinya gue merasa resiko yang diterima selalu merugikan gue, hmm entah ini cuman perasaan gue atau memang wajar dalam pertemanan. Resiko yang gue tanggung selalu menyangkut aktifitas gue. Mungkin lebay kalo gue banyak cerita tapi gue merasa entah kenapa hidup gue selalu diganggu oleh kehidupan orang lain.., yah resiko memang harus diterima mungkin gue harus melakukan hal lain biar kehidupan gue damai sentosa haha.
Masalah orang lain kadang dalam pribadi gue juga pengen tau tapi menurut gue sekarang udah ga penting, toh kalo tau pun ga bakal nguntungin hehe.
    Masalah yang masuk ke dalam hidup gue kadang ga masuk akal, padahal gue ga pernah mengganggu kehidupan orang tersebut tapi masalah itu pasti dateng ke gue tanpa pengen gue ikut campur, hmm miris banget padahal gue ga ikut campur tapi gue pasti terlibat. Keterlibatan yang sering masuk kadang membuat gue berfikir bahwa ke ikut campuran apapun gue merasa bahwa bukan hak gue untuk menyelesaikan tapi gue berhak untuk memutuskan untuk tidak ingin campur dan engga mau tau 😊😊😊


Senin, 22 Juni 2015

Kesekian kalinya (^_^)


     Pulang ke rumah jadi momen yang tepat kumpul bareng keluarga, apalagi puasa di minggu pertama bisa menjadi obat penawar luka saat jadi anak perantauan hehe, momen yang lain adalah saat gue bisa kumpul bareng sama temen-temen kelasan gue sendiri, entah karena hobinya cuman ngumpul plus foto selfie atau cuman sekedar bercanda ga jelas saat ketemu, yang jelas momen saat bulan puasa ketemu dengan temen menjadi ajang buka bersama untuk kesekian kalinya hehe.

Kumpulnya sih cuman sebentar ga ada seharian yaah nunggu buka puasa aja terus kita kumpul sambil bercandaan ga jelas haha. Menu buka puasanya juga ga istimewa dan tempatnya juga, hari itu menjadi hari istimewa yaa istemewa karena awalnya merencanakan cuman kumpul menjadi buka bersama yaa istimewa karena semua dadakan.

Mungkin sedikit lebay ya con hehe, tapi kenapa yaa kalo kumpul ga bisa lengkap? huhu sedih sih tapi keadaan dan waktu yang ga bisa dipaksakan buat pertemuan singkat kita. Singkat tidak berarti namun momennya yang berarti. Malam itu menjadi momen indah disaat kita semua menjalankan ibadah malah menjadi ajang makan malam dan kumpul di waktu ibadah kita hehe. Tidak dosa tapi menjadi sebuah pemakluman karena kita tidak setiap bulan seperti ini (semoga diampuni dosa kita ya con :))).

Makasih untuk kesekian kalinya ya con, mungkin kita yang sedikit atau bisa dibilang baru sedikit ini bisa menjalin tali silahturahmi sampe kakek nenek dan semoga didalam keluarga ini kita juga bisa berjodoh hehe, jodoh dalam hal apapun. Selama 3 tahun ini semoga apa yang kita cita-citakan terwujud dan berkah kedepannya aamiin.

Rabu, 03 Juni 2015

Terimakasih :')

       Pertama kali gue kenal lu gue biasa aja, apalagi kita ketemunya di sosmed yah kurang begitu respon dan menarik menurut gue waktu itu. Tapi semua berawal dari perkenalan singkat dan chatting biasa yang akhirnya gue harus mengakui kalo gue suka sama lo (^_^) pada akhirnya.

        Awalnya saat gue mau masuk kuliah dan jalur yang gue tempuh itu ujian mandiri. Ujian mandiri di Kota Semarang, emang gue masih bocah waktu itu alhamdulillahnya bokap mau dampingin gue buat ujian. Malem sebelum ujian gue sempet chatting dengan dia perihal gue mau ujian mandiri. Awalnya biasa aja tapi lama-lama gue dibantu sama dia yaah walaupun filenya ga bisa dibuka lewat email (maklum Hp gue waktu itu Novia E63 haha), chatting berlalu entah sampe gue istirahat. Kesan pertama biasa aja sejauh cuman chatting tapi gue baru sadar ini awal mula gue kenal dia :).

Setelah diterima di Universitas di Semarang selama hampir 2 tahun gue ngobrol lagi dengan dia, awalnya masih kayak dulu chatting lewat sosmed, perasaan biasa aja tapi entah kenapa obrolan kita udah mulai menjurus ke masalah teman, hmm waktu itu dia adalah temen satu sekolah gue juga jadi gampang nyambung hehe, kemudia gue baru tau kalo dia itu temen kecilnya dari temen gue waktu SMP. Masih biasa waktu itu gue chatting sama dia, belum menunjukkan gejala kronis dari suka hehe.

Entah kenapa saat gue Bukber sama temen SMP gue, ternyata temen gue langsung menyudutkan gue kalo gue deket dengan dia, hmm emang sih gue akui deket tapi guenya biasa aja. Setelah Bukber lah gue mulai berani tanya ke temen gue yang kebetulan temen deketnya dia waktu SD, dalem hati gue kebeneran jadi gue bisa tau banyak tentang dia hehe. Awalnya gue grogi gitu pas nanya ke temen gue sebut aja nia. Nia itu lagi-lagi mojokin gue kalo gue suka sama dia, hmm gue lupa mau jawab apa waktu itu intinya gue cuman pengen tau dia kayak gimana orangnya. Gue merasa kenapa gue yang ketemu dia di sekolah dulu ga akrab tapi setelah lulus lumayan akrba? -_- yaah gitu deh gue orangnya ada kesempatan dilewatin gitu aja hehe.

Penasaran dia gimana, gue udah ngantongin nomor Hp sama pin BB. Jaman yang serba canggih ini sistem pendekatan alias pdkt udah ga kayak jaman bokap dulu yang harus berbagai macam cara biar si cewek tau kalo kita mau deketin dan suka, lanjut ke masalah gue dari situ gue sama dia mulai deh ngobrol enak dan panjang tanpa perantara temen gue yang SMP (thanks nia atas bantuannya (y)), lumayan lah gue diem-diem juga sebagai mata-mata di sosmed buat tau target gue kayak gimana dan seperti apa haha. Singkat cerita gue dengan dia deket hampir 1 tahun lebih, tapi gue ga ada tindakan ke dianya hmm miris buat gue karena kesempatan lewat gitu aja selama 1 tahun (T_T).

Punya niatan awal untuk ngungkapin tapi gue punya banyak kendala, pertama liburan kuliah gue singkat, kedua gue ga mau pake sistem sosmed, ketiga gue ga punya uang buat bolak balik -_-, lengkap semua penderitaan gue sebagai cowo yang katanya fakir cinta ini (menurut temen-temen gue, bukan gue), tahun berlalu dan cerita berlanjut ke klimaksnya saat awal bulan ini gue biasa PM ke dia basa basi gitu biar akrab hehe, entah kenapa biasanya gue tanya hal-hal yang lebih serius biasanya dia bercanda sekarang jadi serius (-__-) jleeb kata aktia anak kelautan 2013 asal Salatiga.., hmm posisi gue depan laptop terus ngerjain revisian laporan PKL dalam hati gue sebenernya mau sedih tapi yaa gimana baru kali ini gue "Ketusuk". Menyesal? ga juga lah yak tapi mau nyesel gimana soalnya Semarang-Jakarta jauh butuh 8 jam buat kesana, belom lagi balik lagi ke Semarangnya.

Suasana kamar gue jadi melow dengan lagu alm. Chrisye-Maafkanlah, agak sedikit lebay ya yang pengen gue cuman 1 saat gue tau kenyataan itu, Semester ini kelar dan gue cepet lupa sama dia haha. Mungkin bekasnya masih ada, yaa bekas kenangan yang emang cuman sedikit tapi apakah bisa yang sedikit itu menjadi besar dan merubah segala sesuatunya jadi milik gue? jawabannya tetep engga bisa, so sekarang gue cuman bisa bilang "terimakasih atas segalanya yang pernah tersimpan baik sebaik-baiknya :)"

Minggu, 31 Mei 2015

Tidak ada pilihan salah

       Entah akhir semester ini gue merasa menjadi mahasiswa yang kurang passion , yap efek semester tua yang melanda pikiran gue, pertama godaan makin banyak mulai dari males ngerjain laporan PKL gue, tugas yang terbengkalai, tidur kurang teratur dll, kedua yaitu kuliah gue semakin banyak TA walaupun agak tabu (Vulgar) tapi gue menyakini satu hal saat gue TA harus bisa dipertanggung jawabkan nanti saat gue ujian akhir (UAS), terakhir yaitu ketiga bagian dari kehidupan pribadi hehe, maklum sampai saat gue nulis ini perempuan yang gue deketin masih blm respon jadi gue gundah gulana sebagai manusia normal kebanyakan, kemudian masalah lain yang menyangkut kehidupan sosial dan masalah per-modusan di hidup gue akhir-akhir ini.

     Oke gue akan bahas beberapa, hmm masalah pertama yang gue hadapi sekarang adalah tugas PKL gue yang masih tahap Revisi 2 gais (T_T) sedih bercampur menyesal, tapi nasi sudah jadi bubur plastik buat apa gue menyesal dan sekarang gue harus tegar dengan apa yang telah gue kerjakan selama ini dan besok gue harus menerima hasil revisian yang bakal dikasih oleh dosbing gue :D, kedua yaitu masuk dalam perkuliahan, hmm pernah ga gais ga masuk tapi absen tetep lancar? iyaaa itu gue banget lah yak hahaha tapi jangan bangga kayak gue soalnya ini termasuk perbuatan "DZALIM" terhadap diri sendiri, yaa gue ga bahas tetang "DZALIM"nya tapi yang gue bahas adalah perbuatan TA bisa dilakuin diantaranya saat ada kegiatan organisasi, praktikum, dan kegiatan pribadi mungkin 3 alasan itu bisa saja dibenarkan asalkan dosen mata kuliah engga absesi dikelas hehe.

    Ketiga adalah masalah per-modusan di kehidupan gue, pelik yang gue alami gais kenapa engga? entah kenapa setiap gue mau deketin ada aja hal yang susah gue dapet hehe, sedikit curhat aja apakah karena gue kurang "PANTAS" atau "GUE JELEK" ? mungkin gue ga mau jawab soalnya kepantasan dan ke jelekan hanya orang yang nilai hehe, tapi gue punya dugaan kuat kalo muka gue sebenernya emang udah ketauan tampang "MODUS" (-__-) ya ampun baru ge seneng dikit gue langsung di cut gini yaa mungkin jaman udah berubah sejak gue beranjak dewasa dimana cewe sulit ditemukan saat kita tidak pernah memulai dengan berani huh, cuman itu yang gue bisa bilang gais.

    Dari yang tadi gue jelasin masalah per-modusan ini gue menemukan hal unik dimana cewe yang gue modusin jauh lebih mudah tau tentang hubungan dia dengan orang lain, kok bisa? mungkin karena feeling gue aja yang lagi jalan alias aktif jadi gue ga lama-lama terbuai sama dia hehe, yaa intinya gue merasa bahwa hari dimana rangkaian yang gue jalanin saat itu merupakan sebuah momen dimana gue harus patah hati lebih awal, yap mengetahui kebenaran yang sebenarnya memang sakit :( , yah gue ga mau dibilang lebay juga oke kembali ke kebenarannya waktu itu entah tuhan telah menggariskan bahwa ada sesuatu yang tertinggal di saku celana gue dan itu milik kampus, singkat cerita gue langsung ke kampus buat balikin barang itu, ya barangnya itu kunci ruangan di kampus dan gue lupa buat nutup pintu dan ngunci haha, dasar pelupa guenya karna rangkaian yang gue lakuin itu mulai dari pagi sampe malem hmm capek gais, habis itu gue langsung ngembaliin kunci dan balik, entah kenapa pandangan gue merasa ada yang mencurigakan di sudut tempat, setelah gue liat hal itu gue baru tau kebenaran dari yang selama ini gue duga itu bener! langsung gue lemes dan tancap gas.

   Setelah kejadian itu gue langsung berubah total haha, dari setiap malem gue selalu PM ke dia sekarang udah engga yaah ibarat pedagang musiman aja yak kalo lagi laku apa yaa gue dagang itu hehe, semenjak kejadian itu gue merasa bahwa gue harus percaya dari diri gue bukan sesuatu yang gue liat semu semata, tapi gue merasa beruntung mulai saat itu tuhan memberikan sesuatu yang salah untuk gue, dan gue berbaik sangka bahwa akan ada kebaikan yang akan gue dapet di waktu yang akan datang karena tuhan tidak pernah memberikan pilihan yang salah :D.

Minggu, 12 April 2015

Realistis...

         Mulai gue cerita tentang dia yang emang menarik hati, mungkin memang kata orang bijak.., "saat jatuh cinta seseorang akan menjadi bodoh", itu cuman hasil penangkepan di otak gue aja.., kalo sesuai agama (islam) ga ada tuh cinta-cintaan, kalo suka dan merasa mampu/mapan (udah kerja) biasanya langsung bilang ke orang tuanya, atau kenalan bentar sama keluarganya langsung di lamar haha. Kayaknya gue dikira udah kebelet  (padahal cuman menjelaskana aja) haha, menurut gue anugerah dari Allah SWT kepada hamba-Nya harus dimanfaatin dengan baik.., hmm pernah gue berfikir bahwa boleh kah pacaran menurut agama (agama gue)? tapi ternyata emang ga boleh.., pernyataan gue emang "ngena" banget.., eitss jangan berburuk sangka kalo gue menentang.., emang masih samar menurut gue.., kalo pemerintah atau ulama yang mengatur nanti dikira dibilang "Kolot" atau apalah yang nantinya malah melebar kemana-mana hehe. Gue cuman mau bilang dijaman yang serba baru dan berkembang ini semuanya harus "Menyesuaikan" loh kok bisa? kalo tidak mengikuti nanti kita dibilang terlalu ketinggalan atau apalah.., yang jelas satu kepala dengan kepala yang lain pasti bede pemikiran guys....

Gue akhir-akhir ini punya satu kesimpulan yang menuju pada diri lu., yap entah karena gue ga ada usaha atau pasrah dengan keadaan hehe.., gue pasrah kalo aja lu udah nikah sama orang lain atau apalah itu pokoknya gue belom sempet deket pake banget sama lu, gue merasa kalo selama ini gue mencitai sesuatu yang "Kosong". Salah? menurut gue lagi-lagi kemungkinan itu ga salah cuman gue yang kurang mau berusaha buat deketin dia dan terlalu banyak mikir tentang apa yang gue lakukan dan apapun itu gue emang punya rasa ketakutan kalo mau deketin lu. 

Realistis jalan yang gue tempuh untuk saat ini, kenapa? gue ga berfikir tentang jodoh atau apalah tapi gue realistis bahwa kalo seorang cewe deket sama kita dan merasa nyaman kita punya pemikiran yang jauh lebih baik, emang ga banyak yang kayak gitu., gue ambil contoh dari cerita dari beberapa orang yang berpengalaman aja.. katanya kalo emang udah jodoh mah ga kemana, sampai dia pacaran bolak-balik juga tetep nanti nikahnya sama yang dari awal belom pacara hehe, oke pernyataan gue itu bukan mempunyai harapan seperti itu, tapi cuman berandai-andai saja.

Gue merasa bahwa setiap kali gue ketemu dengan lu dan you know what i mean,  sebenernya pengharapan gue bisa ketemu itu menjawab keraguan selama ini, bahwa sebenernya ga ada kata suka atau apalah., yang jelas saat gue ketemu dengan lu itu, gue merasa seperti baru ketemu cewe. Bingung dengan apa yang terjadi? yap gue merasa lu beda dari kebanyakan yang pernah gue temuin., mungkin gue merasa bahwa imajanisi dengan realita ga bakal berjalan mulus tanpa adanya usaha bukan? itu yang jadi jawaban saat gue dalam keadaan sadar bahwa gue harus realistis. Mungkin saat kita suka dengan seorang cewe terus tanpa ada tindakan akhirnya ga bakal dapet hasil., menurut gue.

Kadang gue punya sebuah pikiran bahwa kalo sebenernya saat gue suka dengan cewe itu dan bilang kalo cewe itu satu-satunya yang gue cintai.., sebenernya itu menyalahi kodrat , loh kok bisa? jelas-jelas cewe satu-satunya atau lebih tepatnya wanita yang pantas kita cintai satu-satunya adalah Ibu kita sendiri :).

Sabtu, 21 Maret 2015

Indah bukan?


Mungkin temen-temen akan berfikir kalo foto ini diambil di daerah perbukitan bukan? tapi faktanya foto ini diambil diatas bukit kecil yang ada di pesisir dusun Gili Genting, Sekotong Lombok Barat.., gue lupa tanggalnya foto ini gue ambil, tapi ini menunjukan bahwa pemandangan bagus tidak hanya diperoleh dengan naik sampai ke puncak tertinggi lalu akan dapat hasil yang memuaskan bukan? tapi menurut gue pemandangan bagus dapat dilihat oleh orang yang menikmatinya, bukan hanya menikmati karya orang lain namun menikmati hasil karya sendiri :D


di dedikasikan untuk Keluarga Pak Pri pemilik Homestay sekitar Dusun Gili Genting, Sekotong Lombok Barat.
*Note: diambil menggunakan IG dengan filter

Rabu, 18 Maret 2015

Salah Faham

      Udah lama gue ga nulis di blog kesayangan gue ini, hmm sibuk? engga juga haha, inspirasi ga ada? engga juga hehe, atau males? bisa jadi hihi. Mungkin sekelumit alesan gue untuk engga nulis di blog gue, yap tapi biar bagaimanapun nulis harus tetap diperjuangkan, bukan passion tapi ini cara gue dalam berkarya, yaa walaupun sebatas di blog gue yang masih kurang :D.

Gue mau ngomongin tentang "Salah Faham", eitss gue punya masalah dan menurut gue bukan masalah besar tapi efeknya itu malah jadi besar (menurut opini gue), oke coba gue uraikan apa masalah gue:

Pertama, gue punya kebiasaan buruk buat nge-bully temen gue sendiri, dalam bully-an (bercanda) gue punya maksud untuk ngajak temen gue jadi lebih akrab dan terbuka dalam komunikasi sama gue, dalam kasusnya gue pernah nanya-nanya gitu (kepo) tentang kegiatan dia di kampus maupun non-kampus, misal gini: "eh lu ngampus hari apa aja sih and kegiatan lu selain organisasi itu apa aja?" tanya gue. kemudian dia jawab: "Ada deeeh, mau tau banggetz sih. hehehe" jawaban temen gue. Nah itu kadang gue ga ngerti dengan sikap dia, apakah gue adalah penjahat atau seorang yang emang jahat? oke...oke gue ga mau bikin opini dimana gue adalah korban yang ter-Aniaya, tapi gue mencoba melihat dari sudut pandang gue sendiri.., gue akhirnya memiliki kesimpulan bahwa temen gue (mungkin orang lain) memiliki sifat yang berbeda dari pada gue, mungkin aja kepribadian maupun masa lalu dia berbeda (yaa jelas beda, wong dua individu), tapi gue cuman berharap dia bisa fleksibel dengan ke-Absurd-an gue ini., bukan curhat juga sih tapi gue adalah orang yang iseng dan suka bercanda jadi kalo emang ada salah kata mohon dimaklumi.

Kedua,  Bercanda pada tempatnya.., maksudnya gue mengakui kadang bercanda itu ga liat-liat perasaan orang yang kita bercandain, contohnya gue pernah bercanda tapi temen yang gue bercandain jadi sakit hati gitu.., yaa walapun konteks gue bercanda, tapi gue masih belom tau situasi dan perasaan temen gue, menyesal iyaa tapi gue juga mengakui kalo itu salah bukan pada tempatnya bercanda/berlebihan dalam bercanda. Kasus ini menimpa temen gue, jadi temen gue (yang lain, jadi Jarkomers) nge-Share Jarkoman (Jaringan Komunikasi), inti jarkomannya adalah bahwa temen satu ekskul gue (cewe) itu sakit dan dalam kondisi kritis mohon untuk doanya. Tapi engga tau kenapa temen gue langsung nyamber dengan embel-embel "Masa Lalu gue dengan Temen satu Ekskul gue (cewe)", gimana gue ga marah? kok masalah pribadi dibawa ke forum, padahal konteks dari jarkoman itu adalah pemberitahuan informasi, gue merasa ini diluar batas! tapi apakah gue harus marah dan ngomel-ngomel temen gue di grup? apakah harus gue maki-maki dia sampe gue adalah orang yang bener dan membela diri? tapi bukan itu yang gue pengen sampaikan.., yang pengen gue sampaikan adalah bahwa di Jarkoman tersebut berisi berita duka, bukan berisi tentang bercanda.., wajar kalo gue bereaksi kayak gini, "Jaga omongan lu teh". Hal itu yang gue sampein buat temen gue.., gue merasa kata-kata itu "Mungkin" membuat temen gue sakit hati, tapi apakah orang harus mencerna secara MENTAH tanpa ada PROSES ? intinya adalah bahwa gue ga masalah kalo itu dalam konteks bercanda, tapi konteks yang ada adalah berita duka.

Gue merasa bersalah dalam sebuah ketikan "Jaga Omongan Lu Teh", ini menandakan bahwa apa yang gue ketik belom bisa diterima dalam suatu pemahaman yang sehat, mungkin gue merasa bahwa orang lebih cenderung melihat kekurangan yang dimiliki orang tersebut tanpa melihat siapa dia, semoga "Salah Faham" yang ada bisa terselesaikan dengan nurani maupun pikiran yang legowo. Thank you all for attetion :)

Note: "Tidak selamanya yang terlihat baik adalah kebenaran, namun dibaliknya sebuah kebusukan.., akan tetapi sebaliknya dibalik kebusukan ada secuil kebenaran.."

Minggu, 08 Februari 2015

Malam Kenangan

    Lama rasanya gue menjadi seorang pelajar, dari gue Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Akhir. Apa yang gue pelajari dari ketiga dasar pelajar itu? sebenernya mengenal sesuatu yang mendasar dari ilmu, yaa ilmu yang menjadi bekal kelak saat gue masuk ke jenjang Mahasiswa, oke gue mulai jadi bijak haha.., sebenernya gue kepikiran tentang temen gue entah kenapa setiap gue liat sosmed dia itu selalu kembali ke flashback masa SMA gue, haduh gue kok jadi nga-Alay gitu yaa, sebenernya gue ga Alay guys tapi cuman pengen sedikit cerita aja di blog gue ini hehe,

Setiap kali gue buka sosmed dia pikiran gue selalu liar buat ngebayangin apa yang ada di isi sosmed dia, hmm dalam artian ini bukan hal porno looh yaa, yaa semacam trauma gitu kalo liat dia dengan yang lain haha, bego banget yaa gue kalo masalah kepo meng-kepo aja udah takut gimana gue bisa ngilangin bayangan dia ya? (judul sebelum-sebelumnya), yap gue masih aja kepikiran dia terus walaupun dia udah jadian-putus-nyambung-balikkan haha parah, istilah temen gue mah udah kayak JOMBLO HINA!, oke hinanya berlebihan cuman buat bercanda aja guys hehe.

Yaa setiap kali gue liat dia, rasa yang dulu hilang... dateng begitu aja yaa semacam menyakinkan gue bahwa gue bakal bisa dapetin dia dengan keadaan bagaimanapun.., well itu hanya perasaan yang dateng tanpa tanggung jawab begitu aja.., secara logika aja udah ga bakal bisa, sebagai contohnya butuh berapa lama buat dia suka sama gue dan berapa orang buat yakinin kalo gue suka and pantes buat dia? yap gue selalu terjebak lagi-lagi di dia yang emang secara jarak dan emosional ga bakal bisa., hmm pelik menurut gue banyak hal sebenernya yang bisa buat gue yakin kalo gue ke dia udah habis tanpa tersisa perasaan gue yang dulu, yaa dulu tinggal sisa dan puing yang emang menurut gue ga bakal bisa dibangun lagi dengan sempurna.., selama ini yang gue rasa dan sampe sekarang.

Rasanya gue kalo liat dia bagaikan masuk ke dalam hutan yang luas, selama bertahun-tahun gue lewat hutan itu emang ga ada perubahan dan gue bakal bisa jelajahin hutan itu sampe tuntas.., tapi apa kenyataannya? gue harus sadar kalo hutan itu setiap tahunnya juga udah hilang dari segi keindahan maupun keaslian dari hutan itu, yap karena setiap tahun itu juga banyak yang dateng ke hutan itu tanpa gue ketahuin.., rasanya harapan gue hanya sebatas impian seorang bocah yang keingintahuan bahwa bisa melihat seisi hutan itu sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

Beruntung buat gue, karena gue ga terjebak di hutan itu pada malam hari semisal gue terjebak bisa jadi gue akan selamanya di hutan itu tanpa tahu seberapa jauh akhir dari hutan itu. Sampe sekarang pun gue masih bertanya pada diri gue apakah hutan itu masih sama yang gue rasakan saat gue menemukan hutan itu pertama kali?


Sabtu, 07 Februari 2015

Mlapah-mlapah neng Lombok

Hai guys udah lama gue engga nulis nih, hmm awal tahun yang buruk buat blog gue yang udah lama ga keurus sama gue hehe, hmm bulan januari udah terlewati alhamdulillah umur gue bertambah 1 tahun di tahun 2015 ini, ga kerasa gue udah tua juga hahaha. Beban yang gue pikul sih sekarang ga jauh beda guys, yap kalo bukan lulus S1 Perikanan di Tahun 2016 huhu, cepat sekali waktu berlalu nih, ga kerasa setahun lagi status Mahasiswa gue terancam hilang (T_T), pengen rasanya ga ilang status Mahasiswanya yaa gitu aja permintaan gue hehe, tapi tetep prioritas gue lulus sesuai tanggalnya yaitu april 2016 haha, aamiin.

Hmm tahun 2015 dibulan Februari rasanya cepet banget, baru kemaren gue ujian akhir terus masih semester 5 terus udah gitu ajah masuk ke semester 6, waktu emang ga bisa di ulang.., apa yang gue lakukan emang masih jauh dari harapan 1, 2, dan 3 maklum belum juara lagi di tingkat lomba apapun baik di Universitas maupun nasional gue hehe. Tapi tenang gue ga risau karna udah lama ga jadi juara, karena juara sejati yaitu seseorang yang mampu jadi dirinya sendiri bukan orang lain hehe.

Bicara make a wish atau resolusi di tahun ini, hmm gue ga begitu suka kayak gituan hehe, maklum gue punya keyakinan hidup jalanin bagai air mengalir gitu aja udah cukup hehe, oh sekarang gue lagi ngejalanin Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Lombok, NTB. Jauh bisa dibilang deket juga masih di wilayah Republik Indonesia haha, sebenernya gue bisa PKL sendirian tapi gue maunya ikut kelompok biar seru hehe, udah seminggu gue di Lombok buat PKL hmm kesulitan yang gue rasa sih banyak (maap jadi curhat ini), mulai dari judul PKL gue ganti (mampus mana lagi referensinya susah binggit (-,-)), masih ngawang data yang gue ambil (sebenernya gue udh dijelasin sama dosbing (dosen pembimbing) tapi wayahna we *logat sunda tetep aja gue bingung masih belum mudeng seratus persen hmm, jarak minimarket hampir 20 km, jauh dari Kota Mataram yang jaraknya bisa 30-40 km dari desa Gili Genting ini, yaah masalah terbesar adalah kaki gue gatel-gatel hehe, maklum sedikit keturunan ningrat (keturunan keraajaan) tapi itu bukan sebuah keluhan dari gue, cuman sedikit curhat aja haha.

Seminggu yang menyenangkan yang telah gue lalui di Lombok ini merupakan pengalaman baru buat gue, suasana alam yang masih asri dengan pasir pantai yang putih semulus paha hahaha, maap jadi saru (ngomong jorok), di Lombok ini rata-rata orang muslim yang bermukim, maka dari itu sebutan Lombok juga sebagai Seribu Masjid, sedikit info kalo disini makanan yaa relatif sama kyk di Jakarta, yaa beda dikit gitu deh.., untuk penginapan jangan ditanya Muahal Sekali guys yaa untuk tarif bisa semalem 300rban.

Udah seminggu di Lombok tempat yang udah gue singgahin, baru Gili Nanggu, Gili Kedis, sama kota Lembar haha, ga gahol banget gue disini soalnya gue fokus buat PKL gue dulu masalah jalan-jalan urusan belakangan hmm biaya hidup harus di tekan seminimal mungkin sampe ke batas yang paling murah hehe, oh ya satu lagi sinyal buat provider yang bisa di daerah Lombok ini hanya ada 2 provider XM sama Simpatisan , yang lain harus ke Kota Mataram atau Lembar buat dapet sinyal hehe.

Gue yang habis berenang