Minggu, 27 Desember 2015

Bisikan Setan, terimakasih!

      Siapapun mengira bahwa cinta pada pandangan pertama merupakan cinta yang datang dari hati, iya hati kita yang masih amat suci untuk disentuh oleh siapapun dan juga hati yang masih milik kedua orang tua kita khususnya. Pertemuan yang memang tidak disengaja kadang menggoyahkan hati ini yang secara manusiawi akan memiliki perasaan saling mengasihi dan menyayangi. Kadang memang bisikan Illahi kita abaikan demi bujuk rayuan setan, yah sering aku akui bisikan setanlah yang menjadi satu pilihan untuk melepas kekangan di dalam hati ini yang semakin sempit. Lagi dan lagi hal ini merupakan fitrah dari seorang anak adam dan hawa, turunnya kedua makhluk yang di muliakan oleh Sang Pencipta untuk menjadi pemimpin di bumi ini dan memiliki rasa cinta dan kasih kepada makhluk-Nya.

       Pancaran cahaya dan kebaikan yang muncul dari setiap manusia kadang memiliki penyampaian yang berbeda-beda pada mahkluknya, entah bisa dari cahaya-Nya ataupun bisikan manis setan. Setiap bisikan dari setan selalu aku dengar seksama pada setiap ejaannya, tanpa aku abaikan sedikitpun.., hmm pikirku akan ada sebuah harapan jika aku mengikutinya. Selangkah demi selangkah aku ikuti bisikan setan yang telah aku ingat dengan betul cara-caranya serta bantuan yang harus aku peroleh. Sungguh indah saat aku tau bahwa bisikan itu benar adanya, yah aku mulai terlena dan mabuk sampai lupa bahwa pemabuk akan menjadi orang bodoh saat itu. Bicara soal mencintai aku bukanlah orang pandai, bisa dikatakan pandai saat kita sempat memiliki seseorang dalam waktu tertentu, mungkin seseorang tersebut memulai dari awal dengan baik sampai dia mendapatkan kebahagian yang menghalalkan atau bisa jadi pengalaman yang amat pahit, jatuh bangun perasaan yang mungkin dikhianati, diselingkuhi, ataupun putus dipertengah jalan lalu dia berhasil bangkit dan menemukan yang terbaik.
       Sungguh aku bukan orang terbaik dalam menyampaikan soal cinta dan mencintai, tapi ada sedikit yang membuat aku gusar diantara kata cinta dan mencintai yaitu cinta kepada Sang Maha Pencipta. Entah aku yang memang sejak awal memilih jalan islam sebagai agamaku, aku merasa ada sedikit kesalah dalam sistem mencintai makhluk. Kita sebagai makhluk ciptaan-Nya tidaklah pantas menodai cinta yang suci yang telah diberikan oleh Maha Pencipta, kadang bisikan setan sering kita tempuh bahkan terus melanjutkannya hingga kita sadar dan mulai merubah aturan-Nya. Hal manusiawi pertama yang dimiliki setiap insan adalah mencintai makhluk. Aku sering merasakan hal yang disebut cinta itu sendiri, berkali-kali jatuh dalam hal percintaan, mungkin aturan dari setan yang tak pernah aku mau penuhi, iya bilang secara berani dan memberanikan diri.., haha terdengar sangat lucu karena ketidakberanian makanya aku gagal untuk mendapat cinta. Kembali lagi bergulat apakah jalan yang aku tempuh termasuk hal yang benar atau salah? jika aku bisa mendapatkan cinta dari makhluk apakah ketenang akan aku dapat untuk selamanya? atau ini hanya bualan setan yang manis nan pahit akhirnya? inilah bisikan setan yang selama ini aku tempuh bukan firman-firman-Nya.

       Pernah kubaca sebuah kata-kata yang tertulis di dalam timeline, ya mau cara halal atau haram kita akan bertemu dengan orang akan menjadi pendamping kita kelak (insya allah). Sekali lagi aku melihat bahwa mencintai seseorang bagai kita melayang di awan, mendapat udara segar , bau bunga mekar serta wangi disetiap jalan.., entahlah kondisi itu sering aku alami, hari yang sangat indah dan penuh semangat!, aku ingin berterima kasih kepadanya, ah sungguh dosa sekali pada-Nya, Astagfirullah, segala sesuatu memang aku sadari bahwa itu salah dan dosa namun ya begitulah yang terjadi sampai saat ini, semua dianggap sebagai hal yang lumrah dan wajar dan merupakan istilah yang mengembun saat kita lihat, entah adanya status ataupun saling menjaga perasaan semua itu hanya embun yang diberikan setan untuk kita, ya embun yang sejuk dan malas membuka mata untuk sadar bahwa Sang Pencipta memberikan jalan-Nya yang sangat terbaik dan di ridhoi-Nya.

"Engkau memang orang yang aku cintai dengan tulus, namun apa daya hati ini selalu bertanya pada pencipta-Nya apakah benar jalan yang aku tempuh ini, benar atau salah? duhai cinta yang asalnya memang suci semoga engkau berlabuh tepat ditempat yang suci dan di ridhoi-Nya serta telah tersucikan dari dosa-dosa aku maupun secuil kotoran dari setan :)"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar