Kamis, 29 Desember 2016

Kembali

   Kadang ada yang merasa ingin kembali ke masa lalunya atau ada pula orang yang tidak ingin kembali ke masa lalunya. Sebuah memori (kenangan) memang secara fisik tidak ada, namun semua hal kadang menyimpan hal baik dan buruk sesuai keinginan kita. Mari berfikir bahwa kadang kita sedikit menengok kembali ke belakag, yaa untuk sekedar mengingatkan bahwa dilangkah didepan nanti tidak bertemu dengan hal buruk di masa lalu (lagi). Akan tetapi memori (Kenangan) memasang jebakkannya kembali, mengapa? Iyap karena tidak disadari kita memiliki kecenderungan terhadap masa lalu untuk melangkah ke masa depan... ya sebuah penderitaan mengajarkan bahwa di masa depan kita harus bahagia DENGAN cara/seperti masa lalu namun berbeda jenis/karakter yang menuntun kesana BERBEDA. Kadang sedikit dangkal akal pikiran ini, namun sepintas akan terfikirkan oleh setiap insan bahwa MEMBANDINGKAN merupakan cara/seperti yang dilakukan untuk menggapai kebahagiaan. 

Contohnya: Waktu pertama kali kita mencintai kita akan merasa bahwa yang dicintai merupakan insan yang baik dan terbaik untuk dirinya namun cerita hidup tidak berjalan secara stagnant akan tetapi maju ke masa depan, dengan berbagai rintangan, ujian dan cobaan maka jika insan yang berjodoh akan tetap berjodoh, akan tetapi jika insan yang tidak berjodoh dengan insan yang lain maka kita akan kembali terulang dengan masa lalu.. yaa cara/seperti-nya MEMBANDINGKAN dengan masa lalu.

Pada akhirnya kebahagian akan terus maju, tidak sebaliknya dengan penderitaan yang harus terpinggirkan (mundur/tinggal dengan masa lalu). Semoga akal pikiran yang dangkal ini tetap selalu menerima bahwa masa depan itu sebuah kepastian bukan keraguan yang semu/samar saat dimana banyak bunga bermekaran dan wanginya menipu dan menjadi fatamorgana di hati ini dan akal.

Sabtu, 26 November 2016

     Jika sejenak kamu berfikir bahwa masalah yang dimiliki berat? cobalah kembali pada diri sendiri dan bertanya.. apakah memang berat? atau hanya sebuah keluh yang memang belum bertemu dengan jawabannya.., sekali lagi coba dengarkan apa yang sekitarmu katakan, entah melalui telinga, mata, hidung, dan kejadian yang terjadi saat itu juga... mungkin Tuhan mengirimkan pesanNya, jika memang doa tak kunjung datang, mungkin Tuhan sedang baik terhadap kita.., dengan memberi pesan melalu orang di sekitar kita...
.
.
.
.
.
.
Pernahkah kau berfikir hidupmu tidak adil
Karna engkau merasa kecewa karna hal yang kecil
Kau anggap besar seakan hidup ini berakhir
Tidakkah kau merasa harusnya kau berfikir masalahmu yang kecil
Tidak sebanding dengan apa yang dirasakan banyak manusia diluar sana

Haai
Cobalah kau melihat
Dunia disekitar
Dengan mata hatimu

So give your love (your love)
Your love (your love)
Your love (your love)
Your love (your love)
Come on people
Dududududu
Hingga engkau mengerti
Tidak pernah manusia seberuntung dirimu
Yang berharap uluran tangan
Tak kunjung datang namun senyumnya tak pernah hilang
Jadi mulai sekarang cobalah tetap senang saat cobaan datang
Karna itu akan selalu datang dan hilang
Seperti hari siang dan malam

Haai
Cobalah kau melihat
Dunia disekitar
Dengan mata hatimu

Give me your love (your love)
Your love (your love)
Your love (your love)
Your love (your love)
Come on people
Dududududu
Langkah manusia menjadi nyata
Saat bertindak bukan berkata
Belajarlah nak dari senyuman mereka

So come on people
Let's do it now
Let's do it now

Langkah manusia menjadi nyata
Saat bertindak bukan berkata
Belajarlah nak dari senyuman mereka

Give me your love (your love)
Your love (your love)
Your love (your love)
Your love (your love)
Come on people
Come on Come on Come on Come on Come on
Come on Come on Come on Come on Come on
So come on people
Let' do it now


Read more: Maliq & D'Essentials - Dunia Sekitar Lyrics | http://www.metrolyrics.com/

Selasa, 22 November 2016

Bagian "Terakhir"

    Kapan terakhir kali kamu merasa bosan? pada dasarnya bosan merupakan awal dari ketidakhadiran waktu yang produktif dilingkungan, termasuk aktifitas diri sendiri. Semua orang mengalami rasa bosan namun beberapa memiliki perasaan yang berbeda. Pernahkah kita melihat hujan? coba perhatikan bahwa air yang turun dari langit akan terasa cepat, padahal air yang turun ke bumi sebenarnya lambat... mengapa demikian? lagi dan lagi rasa bosan itu hadir disaat kita memperhatikan hujan. Oh maaf bosan, aku selalu membuat dirimu salah, apakah yang bisa dilakukan agar bosan tidak "Bersalah"? hanya kita yang dapat menjawabnya atau kamu sudah pada Bagian "Terakhir" dalam fase hidupmu.



Seorang mahasiswa baru ditahun pertama, lambat laun akan mulai aktif diberbagai kegiatan organisasi kemahasiswaan.. mulai dari mengikuti kegiatan sosial, politik, dan lain-lain namun pada akhirnya kita akan pindah dari organisasi tersebut... kebanyakan organisasi dibatasi oleh masa jabatan, namun itu hanya satu dari sekian prasyarat yang "Licik", mengapa harus menyudahi masa jabatan padahal kita bisa mengabdinya sampe kita lulus? lagi jawaban mendasar adalah BOSAN. Kita selalu membuat banyak pilihan dari sekian banyak jawaban, namun dengan berbagai cara kita mencoba membuat seoalah-olah "Berpindah" menjadi "Belajar" dan "Bosan" menjadi "Haus akan Ilmu".


Kembali lagi membahas hujan, ya sekilas hujan membawa keseimbangan pada sistem. Entahlah banyak diberbagai dunia mengalami dampak buruk dari hujan, apakah itu salah hujan? TIDAK! hujan tidak bersalah, hanya saja hujan mendapat Bagian "Terakhir"nya, membawa air yang begitu melimpah, namun seolah-olah bumi kurang dapat menampungnya. Pada akhirnya kita pun berfikir bahwa hujan mendapat Bagian "Terakhir"nya yang akan membawa perubahan dibumi ini, entah baik atau buruk.

Begitu juga denganku, aku mendapat Bagian "Terakhir" meninggalkan Bagian "Awal" dari kehidupan Mahasiswa.


Thanks to: Semua Rekan Se-Angkatan BDP12, Iwakkers, BFPIK, SK Bima dan Teman-teman yang menorehkan kenangan Indah.

Sabtu, 12 November 2016

BODOH!!! masih mau melakukannya?

   Sedikit mengupas sisi gelap dari raga ini, apakah ada manusia yang terlahir sempurna secara fisik? apakah ada manusia dilahirkan dengan ketampanan atau kecantikan yang luar biasa? apakah ada manusia yang dilahirkan kaya atau miskin? dan apakah ada manusia yang dilahirkan dengan pesona ataupun ketidaktertarikan? hmm manusia hanya dilahirkan dengan wujud sesempurna mungkin serta rasa syukur yang amat besar.

Pernahkan membedakan seseorang yang berhati TULUS atau MODUS? mungkin ada yang terlena pada salah satunya sehingga menyalah artikan. Kadang apa yang akan diri ini perbuat untuk kebaikkan masih dianggap bahwa ada kepentingan yang dibawa sehingga terkesaaaan "MODUS", atau sebaliknya memang dari awalnya memiliki kepentingan untuk mencapai tujuan dari egonya, aduhai namun sungguh licik hati serta pikiran ini sehingga mudah tertipu dengan kata lain dilakukan secara tidak sengaja "TULUS".

Pernahkah kamu melakukan atau berbuat DOSA? hahaha saya sendiri bukan TUHAN atau DiaNya Sang Maha Pencipta merasa tau akan dosa yang sering diperbuat maupun dilakukan, namun jika kita menyelam lebih dalam dari hati masing-masing, kadang kita lupa bahwa melihat gunung yang MAHA BESAR itu terlihat kecil dibandingkan Pepohonan yang amat kecil terlihat besar dari kejauhan hanya kita sebagai manusia sudah "Mengetahui" apa yang ada pada pohon dan berkali-kali melihatnya, seolah-olah bahwa Pohon itu lah yang lebih besar dari pada Gunung.

Maaf kamu harus intropeksi, kamu? yakin apakah diri ini sudah menyadarkan bahwa intropeksi bukan sesuatu kesalahan yang akan diperbaiki, melainkan perbuatan yang "SALAH" menjadi "BENAR" bukan karena versi dari si Penikmat, namun si Pelaku/orang yang melakukan dan saya setuju bahwa bukan hanya seseorang yang berbuat "SALAH" yang berintropeksi melainkan seseorang yang BENAR juga melakukannya.

Mungkin yang melekat pada tubuh lebih MAHA TAHU dari apa yang ada pada HATI, seonggok daging yang memiliki RUH dan FITRAH yang terjaga dan selalu dibersihkan olehNya.

Minggu, 30 Oktober 2016

Menulis

      Ada 2 hal yang dilakukan oleh manusia untuk mengekspresikan sesuatu agar orang lain tau apa yang dia rasakan, pertama dengan perilaku dan kedua dengan karya (ex: menulis). Mudah menyebutkan tanpa memberikan contoh namun semua orang merasakannya. Perlu diketahui banyak yang menganggap menjadi seorang dokter itu mudah asal ada biaya dan kemampuan orang tersebut mumpuni, tapi faktanya banyak diantara dokter kurang bisa menjadi seorang penulis untuk menjelaskan apa yang dia rasakan maupun pengalaman yang dia dapat. Gue disini tidak menganggap bahwa profesi yang gue contohkan adalah salah satunya, namun banyak sekali profesi yang jarang kita ketahui memiliki manfaat yang banyak jika seorang profesional tersebut menuliskan pengalaman dan ilmu ke dalam bentuk buku (tulisan).

Mengapa menulis menjadi hal yang vital namun banyak ditinggalkan? berbagi pengalaman aja buat yang memang belum memulai, namun gue sadari bahwa kegiatan menulis memang berat adanya, baik secara tata bahasa maupun struktur yang digunakan agar mudah dibaca dan dipahami memang sulit adanya, tapi apakah kita harus menunggu itu? hehe masalah niat dan mau gerak atau tidak.


Mengapa gue menulis? jawaban mudahnya adalah pertama, karena gue ga mau mengingat kembali kenangan/pengalaman yang gue alami terlalu lama didalam pikiran gue, sedangkan masih banyak yang harus dipikiran dibanding sekedar mikirin hal ga berguna dan kedua, membentuk sebuah opini yang ada melalui sudut pandang gue dan mungkin bisa berbagi dengan khalayak umum buat dibagikan pengalamannya.

Apakah berhasil membuat kita lebih baik dengan menulis? mungkin jawaban sementaranya adalah IYA, mengapa kita repot-repot untuk curhat di MEDSOS? sedangkan kita punya 2 hal yang tanpa disadari bisa membuat kita lebih baik, pertama partner (manusia) dan kedua buku catatan (buku diary), mungkin banyak yang ga setuju dengan pandangan gue, namun dengan menyalurkan hasrat kita dengan buku catatan maka kita akan berpikir jauh lebih banyak dibanding di MEDSOS yang hanya memberikan hasrat yang sementara.

Tujuan gue menulis untuk apa ya? kadang gue berpikir sampe sejauh ini.. pernah gue merasakan bahwa salah satu temen gue dalam suatu grup (kelompok) didalamnya gue banyak melibatkan perasaan sehingga terjebak, mungkin anggapan orang akan bilang, " susah move on lu, ayolah masih banyak yang lain". Iya, betul namun hal itu membuat gue jadi berpikir ulang dan balik bertanya, semudah itukah kita mempermainkan suatu komunikasi (perasaan) dengan orang lain, singkatnya mudah aja kita melepas itu, namun bukan suatu pembelajaran jika diakhiri dengan satu sama lain tidak menyadari kesalahannya.

Menulis membuat orang bijak? hmm menurut gue bukan bijak, tapi lebih tepatnya kita akan banyak berpikir (intropeksi) terhadap apa yang kita lakukan kedepan, baik buruk selalu datang dikehidupan, namun apakah hanya kesadaran diri yang (memang) bisa lepas kontrol (juga)? mungkin dengan tulisan diri sendiri... sedikit membantu diri ini untuk mengingat hal-hal yang bisa diperbaikku untuk kedepannya.

Jumat, 30 September 2016

Bosan, apakah itu sebuah keinginan atau sebuah hasrat terpendam?

     Rutinitas bagi setiap orang merupakan hal yang biasa, iya setiap manusia harus memiliki rutinitas jika tidak maka manusia itu disebut mati (meninggal). Badan ini memang tidak sekuat saat semua berjalan sesuai keinginan, olahraga teratur, makanan yang bergizi, memiliki komunikasi dengan banyak orang, menyukai hal yang dilakukkan, perasaan hangat keluarga, lingkungan yang mendukung, serta perhatian dari seorang yang kita cintai.

      Kadang semua itu bisa kita rasakan dalam waktu bersamaan, namun menurutku itu bukan arti dari hidup. Pernahkah kamu merasakan perasaan lain selain dirimu? merasakan perasaan orang lain yang tidak seperti dirimu, banyak hal-hal bahagia serta senang yang melekat pada dirimu? mungkin kebanyakan akan mengatakan " urus saja dirimu, mengapa repot memikirkan mereka (orang lain)?". Benar adanya memang seperti itu namun semua hal-hal kamu rasakan diatas akan kembali menjadi tidak ada artinya lagi jika kamu menemukan titik kejenuhan.

Kamis, 29 September 2016

Simpan atau Buang?!

Rintik hujan mulai muncul dipagi ini, entah memang sudah masuk musimnya atau memang langit sedang berduka hari ini, mulai muncul pertanyaan dibenak ini... mengapa hujan begitu mudah membuang airnya ke bumi atau sekedar membasahi bumi ini? entahlah mungkin ini salah satu keajaiban Tuhan Semesta Alam.

    Simpan saja uangmu! banyak berfikir bahwa uang yang kita dapat itu sepenuhnya milik kita, namun sebenarnya ada sebagian milik orang lain, seperti halnya perasaan ini..., kamu berhak menyimpan hal-hal indah didalamnya akan tetapi buang rasa yang buruk?! hahaha naif dan sedikit munafik diri ini, mengapa hanya menyimpan yang menyenangkan sedangkan yang buruk dibuang? mungkin hanya diri ini yang bisa menjawabnya.

     Buanglah segala sesuatu yang menyakitkan, entah itu memang untuk meringankan beban dikepala ini atau rasa dongkol didalam hati yang memang sudah mencapai puncaknya, sedikit kembali teringat bahwa itu hal yang tak adil bukan? kenapa kita membuang rasa senang yang pernah terjadi? atau sekedar mengingat kenangan indah bersama orang-orang yang kita cintai.. jelas terlihat kita kembali menjadi diri yang BOHONG!, yaa membohongi diri sendiri, padahal kita bisa menjadi diri kita.., lupakan atau kau tertinggal gais.

     Kadang rasa campur aduk kembali menyelimuti hati yang labil ini, yaa sekedar sebagai sisi manusiawi yang memang melekat pada tubuh yang akan membusuk ini. Memunafikkan semua perkataan dan perbuatan untuk sekedar rasa pemuas apa yang dirasakan oleh orang lain, hmm rasanya seperti jatuh cinta secara tiba-tiba, tiba-tiba menjadi suka entah untuk jangka yang pendek atau panjang, namun apakah cinta pernah menjadi munafik? aku rasa cinta tidak menjadi munafik, yang menjadikan munfik bukanlah cinta, namun diri ini yang berpura-pura mencintai seseorang tersebut.

      Bukan!, aku bukan yang berpengalaman dalam hal percintaan atau sebagai korban dari cinta yang tak terbalas, semua cinta akan berbalas hanya kita yang tidak menyadarinya. Jika yang dikejar hanyalah rasa cinta dan nafsu maka semua bisa mendapatkannya, namun cinta yang memang tulus akan sulit rasanya jika hanya didasari untuk cepat-cepat menjadikan cinta itu sebagai yang terakhir. Hahaha rasanya mulai sedikit geli jika aku membanyangkan yang pernah terjadi, tapi jika harus jujur mungkin yang pernah terjadi hanya cinta yang didasari nafsu belaka, nyata dari bentuk dari cinta yang tulus dan berbalas adalah terjalin hubungan yang baik.. bukan sebaliknya. Adilkah? sangat adil jika kamu masih memiliki Tuhan, bukan sebaliknya berpaling dari Tuhan yang sekarang.

    Simpan atau buang jika memang itu perlu untuk kehidupan barumu, aku hanya berdoa padamu agar kamu bahagia. Esensi dari semua itu bukan kita sama-sama saling menyayangi lalu tersakiti dan tak saling kenal lagi, namun tetap sama-sama menyayangi sebagai makhluk yang memiliki sikap kemanusiaan dan rasa kepedulian, bukan semata cinta yang didasari egois, nafsu dan rasa sesaat. Pada dasarnya simpan atau buang bukan sebuah makna yang dalam, hanya segelintir dari rasa yang tidak pernah kita rasakan saat kita senang dan susah.

Rabu, 11 Mei 2016

#Akhir

   Lihatlah keadaan, jangan memaksakan sesuatu sesuai kehendak hati, percaya bahwa Tuhan itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

      Entah mengapa malam ini aku merasa terganggu, mungkin batin ini mengusik ketenanganku dalam dunia nyata. Apakah terganggu akan kerinduan atau sekedar rasa marah? mungkin kata "jarang" menjadi sangat sensitif saat melihat dengan mata ini, bisa jadi rasa marah melihat apa yang dirindukan nampaknya berbeda dari keadaan pertemuan untuk pertama kalinya. Apakah aku masih cinta kamu? sayang kamu? atau masih benar-benar benci melihat tingkahmu yang kadang sulit dicerna oleh otak yang sangat sangat maha canggih ini... perasaan selalu benar dan logika akan kalah dengannya. Aku harap kamu masih ingat, jika tidak biarkanlah itu menguap di panasnya matahari hingga kering tak berbekas.

        Tulus, sebenarnya itu yang aku maksud.. namun salahku tidak jelas menyampaikannya... ah sudahlah jangan salahkan keadaan saat itu, yang terpenting jika dia tulus maka ketulusanku akan dibalas, nyatanya? haha maaf aku terlalu buruk rupa dimatamu, dirimu melihat sesuatu hanya dari wajah nan berbulu ini, tidakkah kau bertanya terlebih dahulu pada hatiku? lagi, kenyataan bahwa perasaan akan menang dari logika, walaupun hati ini sudah benar-benar tulus.

           Marah kepadaNya, mengapa dia begitu mudah berucap dan naif melanggar ucapannya kepadaku? sedangkan semua yang dilakukan tidak padaku sangat manusiawi dibumbui dengan hawa nafsu dan benih setan untuk menarik kaum adam. Kembali berfikir bahwa Tuhan sedang memperlihatkan bahwa akhlakku masih buruk, sikapku sangat kasar dan menyadarkan bahwa diri ini harus berkaca, jika ingin rebut hatinya dekati setan!. Kadang ucapan mudah mengalir seperti air, air yang sebenarnya membawa manfaat banyak namun bisa juga kotor akibat diri sendiri yang mengotorinya.

             KitabMu? SunahMu? dan AmalanMu, kadang aku berfikir bahwa dia mencampur adukkan, kembali beralasan "Masih sebatas Wajar" atau "Manusiawi semua orang seperti itu kok", mungkin lebih tepatnya seperti tidak bisa melawan hati ini "Perasaan itu engga bisa dibohongi". Mulut dan lidah memang terletak dalam satu tempat, namun perlu disadari hati (perasaan) letaknya jauh dari keduanya lebih berbahaya lagi jika kita tahu bahwa nafsu berada pada titik antara hati (perasaan) dan lidah.

       Setan berbisik kepadaku, "Apakah kamu tidak ingin lebih dari ini, setelah dia dekat denganmu?" sejenak aku terdiam, hati dan otak sama sama sependapat bahwa ada rasa nyaman yang akan didapat jika dia jadi milikku aku akan sangat beruntung. Setan satu-satunya jembatan untuk meraih kesenangan sesaat untuk dunia, kadang ada bumbu surgawi yang diselipkan tapi wajar-wajar saja karena hati (perasaan) tidak pernah salah, yang salah adalah Tuhan yang kadang tidak memihak anak cucu adam dan hawa.

       Sejenak termenung, pikiran-pikiran kotor dan menjijikan itu tiba-tiba merasuk kedalam pikiranku... mencoba untuk menjauhi namun kembali lagi, siapapun dia seorang ahli ibadah dan berilmu pun jika tidak waspada setan masuk ke dalam hati(perasaan)nya. Teringat tentang sebuah pemandangan alam yang indah saat mengindahkan pikiran kotor nan jijik itu, pemandangan yang menurutku hanya bisa dinikmati dan dirasakan hanya saat kamu adalah orang pertama. Memang benar adanya pemandangan itu akan dinikmati banyak khalayak, akan tetapi pemandangan itu tidak lagi asri melainkan sudah penuh dengan polusi dan campur tangan khalayak, huh kasihan pemandangan itu, sudah dinikmati banyak khalayak, rusak pula.

          Melihatmu seperti pemandangan alam yang indah asri dan nyaman membuatku merasa bahwa aku orang pertama yang bisa menikmati ini sendiri, suasana dan keadaannya masih sangat indah untuk dikenang, namun tidak akan bisa diulang untuk kedua, ketiga dan seterusnya. Akan berbeda jika kamu tetap seperti waktu pertama kali aku menemukanmu, ingat bahwa Tuhan menciptakan keindahan bukan untuk dimiliki sendiri, melainkan dinikmati bersama Makhluk CiptaanNya. Aku tersadar akan hal itu, namun juga pasrah bahwa pemandangan alam itu tidak bisa kumiliki jika hanya aku tidak merawatnya, sesuatu harus dirawat dan dijaga (kasih sayang) tanpa itu aku tidak bisa memilikinya. Berusaha adalah kuncinya, berusaha merawat dan memperhatikannya jika tidak maka orang lain yang akan melakukan tugas itu. hihi Tuhan adil, Dia akan selalu memberikan sesuatu pada yang berhak, jika tidak berhak maka jangan pernah kecewa terhadapNya, melainkan bersyukurlah dan meminta taubat agar doa-doa ini selalu didengarNya dan menjadi tentram dihati ini. :D

Selasa, 03 Mei 2016

Rindu

       Apakah diantara kalian ada yang merasa merindu? nampaknya pagi ini banyak sekali rindu bertebaran dilangit yang masih jauh dari kata biru. Sang fajar nampaknya masih bertahan di tempatnya, istirahat mungkin? atau sibuk dengan pekerjaannya dibelahan bumi lain. Aku merindu, entah merindu kepada siapa, kamu? atau kedua orang tuaku? atau apakah aku merindu kepada Tuhanku? nampaknya jalan yang terik dan hawa panas membuatku sadar bahwa saat itu akupun rindu akan datangnya angin semilir datang kepadaku. Rindu seperti angin semilir dikala terik matahari dan hawa panas yang menyengat.. huuu panas dan keringat bercucuran, entah sudah berapa tetesan jatuh di tanah, atau bisa jadi aku menginginkan air untuk aku minum karena kehausan bukan angin semilir. Entahlah aku harus membutuhkan keduanya secara bersamaan atau satu persatu datang lalu aku merasa puas akan hilangnya rasa peluh ini.

       Angin semilir kemudian menjawab apa yang aku minta, nampaknya aku memang membutuhkan angin semilir ini daripada air untuk penghilang rasa dahaga. Oleh bapak yang setia menemani aku menyusuri pematang tambak yang jaraknya jauh, jalan berliku dan tanpa adanya sang peneduh untuk menghalangi terik matahari. Rasanya jauh tempat yang ingin aku singgahi.. aku pun membatin apakah aku akan sampai dengan keringat atau perasaan senang? mungkin Tuhan masih baik dengan diriku, Dia memberikan aku sebuah kemudahan dalam menyusuri jalan tersebut dengan fasilitas motor yang dikendarai oleh bapak yang masih setia menemaniku. Lalu kedua temanku terpaksa jalan untuk mencapai tempat tujuan kami, adilkah? nampaknya Tuhan selalu adil dalam rencanaNya. Beban berat barang yang berlebih dimandatkan kepadaku, sedangkan temanku memikul barang tersebut dengan ringan. Nampaknya aku merindukan angin semilir yang ada di pematang tambak yang selama ini tidak aku dapatkan. Bagaimana dengan kedua temanku? angin semilir atau air untuk menghilangkan rasa hausnya?

      Teringat kembali akan perjalanan siang tadi di pematang tambak yang sangat terik dan panas, peluh dan keluh tercurah saat disana namun diriku sudah berada di dalam kendaraan yang angin semilir masih menemaniku dengan setia dan rasa haus yang ikut serta dalam perjalanan pulang kami bertiga. Padahal sebentar aku merasakan jalan tersebut namun sudah rindu akan perasaan yang terjadi saat itu, mungkin orang akan merasa berbeda dengan apa yang aku rasakan apakah menyenangkan atau menyesal? haha hanya rasa syukur yang menjawabnya. 

        Kembali aku bertanya apakah yang sedang kurindukan saat perjalanan pulang... dirimu? orang tuaku? apakah pekerjaan ini yang kurindukan segera berakhir? nampaknya semua hanya ada dalam pikiran kosong yang terbawa angin semilir. Rindu bukan sesuatu yang salah pada diri manusia, apakah dia merasa rindu akan kejadian kemarin atau masa lalu, mungkin kah kita merindukan sesuatu untuk masa depan? iya rindu siapa yang akan menjadi pasangan yang akan bersanding. Rasanya rindu ini makin melekat namun bisa jadi rindu ini menjauh. Aku merindukan seseorang yang akan selamanya menemaniku dikala susah dan senang dalam sepenanggungan hidup ini. Hanya Tuhan yang mengetahui rindu kita akan berlabuh suatu hari nanti. 
       
       Rindu bukan sesuatu yang bisa dipersiapkan namun datang secara perlahan dan licik dikala kita tidak membutuhkannya. Seseorang yang akan datang bisa jadi memang sangat dekat, mungkin dia adalah rekan kerjamu, teman mainmu, teman berbagi ilmu, teman makan, teman sekolahmu ataupun teman di dalam aktivitasmu. Percaya Tuhan bukan sengaja bermain dengan rindu, melainkan kita yang memainkannya. Tuhan memberimu banyak kesempatan untuk menjemput rindu bukan untuk sengaja untuk menghapus rindu tersebut. Maka jika kamu merindu begitu pun aku merindukanmu.. mari kita sama-sama menjemput rindu itu dengan berdoa agar Tuhan menyatukan rindu kita berdua dalam do'a.

Senin, 18 April 2016

Apa kabar? mungkin baik-baik saja

    Mungkin malam ini menjadi malam yang melelahkan bagi diriku, tapi mungkin bagi orang lain sama atau bisa jadi diantaranya sangat-sangat lelah untuk menahan beban hari ini namun dia hanya menyembunyikan kelelahannya, itulah sedikit kekuatan hati. Merasa namun kadang tidak dirasakan hanya sekelebat hadir dan pergi. Mengapa aku begitu resah atas kelelahanku? bisa jadi banyak orang diluar sana jauh lebih berat memikul bebannya dihati. Malam masih panjang untuk dilewatkan jika hanya sebatas menghabiskan waktu, namun sebagian mungkin masih memikirkan apa yang akan dikerjakan besok dan apa yang akan terjadi,banyak hal-hal yang mungkin tanpa disadari akan terjadi secara tiba-tiba, apalah daya hati ini hanya milik Sang Pencipta bagai telapak tangan yang mudah dibolak-balik, merasa senang dicintai dan mencintai namun sebaliknya menjadi benci dan dibenci.

     Apa kabarmu disana? baik baik sajakah? iya hati ini. Mungkin hati ini tidak memiliki panca indera seperti manusia, namun dia diciptakan sebagai bumbu-bumbu dalam perasaan ini. Nyata kah hati? mungkin tidak atau bisa jadi hati memang tersembunyai dibalik lorong-lorong tubuh yang memang tidak nampak oleh mata maupun dokter ahli bedah.. iya dia hanya nampak pada diri masing-masing, yang mampu mengeluarkan segenap emosi dan perasaan dalam waktu yang bersamaan. 

   Risau menjadi sebuah awal dari pertanyaan, entah karena ketakutan tidak dapat mencapainya atau memiliki justru membuat hati menjadi kacau, entah bagaimana keadaannya pada saat itu, lagi-lagi hati tak nampak di mata, namun hanya nampak dalam perasaan. Mungkin benar adanya jika seseorang jatuh cinta maka hati akan sangat-sangat baik keadaannya, bagaimana saat dia patah hati? bisa jadi hati hancur (tidak merasa). Ah terlalu tinggi angan-angan dalam penggambarannya, namun siapa yang tau bahwa hati selalu berubah tergantung pemilik hatinya.

Rabu, 30 Maret 2016

Rahmat

      Awan belum nampak bentuknya, masih terbanyangi oleh gelapnya langit sisa malam kemarin entah apa yang menghalangi awan untuk muncul padahal ini sudah waktunya. Pagi ini masih buta.. buta bukan karena tidak punya mata, melainkan buta gelap gulita. Pandangan manusia masih terbatas namun alangkah senangnya jalan disinari lampu-lampu jalan yang setia menemani malam kemarin. Hanya telinga ini yang mendengar suara adzan subuh yang begitu merdunya namun sebagian ada yang menggerutu, salahkah? tidak !hanya yang salah adalah ketika kita sedang bersama setan.
       
       Sejenak teringat akan suatu hal mungkin banyak orang abaikan, saat terbangun dari tidurnya melihat bahwa sang fajar sudah mulai naik dari tempat tidurnya. Bagi kami (muslim) setelah bangun kami lgsg mensegerakan solat agar tidak kalah dengan sang fajar, lalu memulai aktifitas yang lain mandi, sarapan dan berangkat ke kampus (bagi mahasiswa), trs bergulirnya waktu segala rutinitas dijalani dengan senang hati, baik suka dan duka dilewati bersama orang-orang tercinta.., entah kapan rasanya perasaan dan tubuh ini diam sejenak seolah waktu berhenti untuk sejenak hanya untuk sebuah kedamaian yang memang sulit didapat disaat kita menyukai sesuatu.

        Rasa syukur merupakan satu nikmat yang paling indah dari segalanya, tidak ada lagi rasa kekecewaan di hati tentang dunia ini, mau dunia ini berputar cepat atau lambat namun hati tetap tentram jika rasa syukur itu melekat erat. Kadang memang hati bisa dibolak balikkan olehNya, namun dengan hati yang bersih kita yakin bisa mendapatkan rasa syukur tersebut. Pernah sesekali temanku bertanya, kenapa dirimu begitu bahagia sedangkan yang lain tidak seperti dirimu? " aku menjawab, "tidak apa-apa, aku hanya merasa senang dan tidak mengambil pusing jika itu membuatku menderita, cukup senyum dan tawaku untuk menenangkan hati ini sejenak.

         Banyak cara untuk mensyukuri sesuatu, sulit memang rasanya untuk bisa mengatakan bahwa hari ini aku bisa bersyukur atau tidak, mungkin banyak doa-doa yang sengaja mampir dan memberikan rahmat untuk kita sehingga tidak ada beban yang dapat membuat kita lebih lama menderita. Apa itu rahmat? mungkin lebih tepatnya Rahmat Allah artinya pemberian Allah atas dasar kasih sayangNya atau bisa disebut karunia Allah. rahmat bisa berupa ampunan dosa, perlindungan, petunjuk, dan kebaikan – kebaikan lain. (sumber: http://fafirruilaallah.blogspot.co.id/2010/09/makna-rahmat-dan-baraqah.html)


NB: Mungkin banyak kekurangan dalam diri ini namun semampu mungkin untuk memperbaiki dan tersadar akan adanya dosa serta penyesalan baik yang disengaja maupun tidak, kembali aku ucapkan terimaksih untukmu yang sudah memberikan aku satu kejelasan bahwa kebaikan tidak selalu datang dengan mulus melainkan butuh alasan kuat mengapa kita bertemu dengan kebaikan tersebut, teruntukmu #SelfReminder :D
      

Minggu, 13 Maret 2016

Masih "Anggun" kah dirimu?

     Bulan baru disambut dengan dinginnya hujan diluar sana, rintik seolah menandakan akan adanya keputusan yang akan diambil, apakah harus pergi keluar menerjang hujan atau tetap menunggu hujan yang memutuskan? kita seperti bertaruh siapakah yang akan basah diantara aku atau bumi? entahlah semua harus segera diambil keputusan yang tepat dan bijak. Biarkan hujan turun dan aku tetap diam? semua itu tak penting jika kita harus menuntut kesempurnaan. Basah sekujur tubuh akan terasa tidak nyaman jika terlalu lama... namun tujuanmu sudah dicapai, diam merasa aman dari jatuhnya rintik hujan di tubuh akan tetapi kau tidak mendapat tujuanmu karena takut akan basah tubuh ini.. semua adalah pilihan.

      Mulai terpikirkan bahwa biarkan hujan berlalu dan aku membuat secangkir kopi menikmati indahnya hujan yang berlalu. Teringat bahwa apakah ukuran kecantikan dan kesempurnaan adalah kriteria ideal dari seorang wanita? mungkin banyak yang tidak setuju, bahkan aku pun sependapat. Melihat merupakan anugerah yang tak ternilai, apapun akan kita lihat, baik buruk, pemandangan serta warna-warni dunia begitu mengagumkan, bahkan kita pun merasakan perasaan itu. Saat itu aku menyadari bahwa secangkir kopi ini pun akan habis, ya sesuatu memang sesuai dengan apa yang dibutuhkan, saat kita membuat secangkir kopi maka secangkir kenikmatan itulah yang akan dirasakan dan dinikmati, namun berbeda saat kita membuat secangkir kopi lagi, berbedanya perasaan saat pertama dengan yang kedua sangat berbeda, begitulah wanita yang diibaratkan dengan secangkir kopi, akan nikmat saat pertama kali dirasakan dan dinikmati.

       Mungkin orang akan berkata seperti ini, "kamu bisa merasakan bagaimana wanita itu, jika kamu memiliki hatinya" apakah kamu bisa merasakan saat wanita itu terluka setelah kamu menyakitinya? lalu mengapa kita masih berani untuk menyakitinya atau sebaliknya, mengapa wanita begitu gampang menyakiti hati seorang pria? haha mungkin akan terdengar aneh, tapi masuk akal menurutku, mengapa kita sama-sama saling menyakiti hati kita padahal kita sama-sama pernah saling mencintai dan menyayangi?

     Saat pria jatuh cinta dan menyayangi seorang wanita, dia akan merasakan bahwa hatinya akan terpenuhi oleh dunia ini, kesenangan dan ketentraman hanya sebagian kecilnya. Namun saat wanita mencintai seorang pria yang dia rasakan adalah pria tersebut akan menjaganya kelak sebagai pengganti sang ayah. Bagaimana jika salah satunya menyayangkan bahwa hati ini bisa saja ternodai oleh ketidakpuasan dunia yang fana, sehingga satu sama lainnya saling menyalahkan. Hal ini tidak akan baik jika terlalu lama larut dalam EGO, akhirnya sang pria akan memahami apa yang dibutuhkan oleh wanita. Sang pria akan menjadi imam (pemimpin) sedangkan wanitanya menjadi makmum (mengikuti), pria sadar bahwa kesempurnaan wanita tidak terletak pada paras wajah maupun tubuh yang sempurna, namun hati yang lembut, penyayang, kuat, serta pemberani. Sang wanita pun demikian melihat si pria, berani, berhati baik/lembut, penyayang dan mampu melindunginya.

       Sangat mengagum jika kedua hal (pria dan wanita) itu saling memahami. Hati ini mulai bertanya kembali, sebegitukah "Anggun"nya seorang wanita? ya mungkin hanya satu hal yang menjawab semua pertanyaan, secantik apapun wanita dan sesempurna apapun bak bidadari dunia ini, namun jika dia (wanita) tidak "Anggun" dimata sang pria maka dia bukan milik sang pria tersebut, mungkin sang pria akan jauh meninggalkannya (berpaling) dan mencari dunia yang dapat memenuhi hatinya. Lagi-lagi paras tidak menjadi penghalang, dia (pria) hanya mencari seluruh dunia masuk dan memenuhi hatinya (wanita).

      Sekarang pertanyaan mendasar ada pada dirimu, mengenal walau hanya sebentar atas ijinNya, menyadari bahwa diriNya memiliki ciptaan yang Maha Pengasih dan lagi Maha Penyayang serta anugerah (Fitrah) yang ada sejak lahir, kita bertemu dalam ruang yang sangat sempit entah waktu memang sengaja membuat cemburu para malaikat di langit serta penduduk bumi, entah itu adalah RahmatNya atau sebuah Kekhilafan antara kita sebagai manusia yang hanya bisa kita nikmati secara singkat mungkin tanpa restuNya. Menjauh dan ketidakjujuranmu menunjukkan bahwa rahmat yang turun diantara kita memang belum mendapat RestuNya, atau mungkin diriku yang terlalu egois, bahwa kita bisa menjalani rasa sayang dan nyaman untuk waktu yang lama, namun apalah daya Sang Pembolak balik hati yang memiliki kuasa di hatimu sehingga dirimu tidak mengatakan yang sebenarnya.

      Aku menyadari semua adalah KuasaNya, bukan kuasa diriku jika saja kita sama-sama menyadarinya dari awal keadaan akan lebih baik, namun maaf dari diriku untuk dirimu, memang awal pertemuan dirimu begitu "Anggun", semua hal aku mengagumi dirimu merasakan bahwa hati dapat memenuhi hati ini, mungkin kesenangan sesaat tidaklah baik jika diungkapkan terlalu berlebihan, inilah hati mudah berubah. Ya mulai sekarang aku harus sadar, ada saatnya keinginan dua insan haruslah sama saat ingin menjadi satu (dipersatukan), jika tidak hanya angan yang kosong belaka. Saat itu keingin kita berdua berbeda, dirimu ingin sesuatu yang indah nan bahagia namun kau tidak ingin mengotorinya karena dirimu sadar menjadi bidadari surga tidaklah mudah, dirimu ingin bahagia bagaikan bidadari surga bukan sebagai bidadari di dunia, berbeda dengan diriku yang ingin sesuatu mengalir saja, layaknya sungai yang mengalir dibumi bukan disurga, sadar bahwa sungai di bumi bisa saja tercemari sedangkan surga tidak, ketidaksamaan keinginan ini membuatku paham arti dari rahmat itu sendiri. Rahmat itu suci dan juga bersih tak ada noda didalamnya.

         Pesanku untuk dirimu yang mungkin telah atau sedang dalam mencari rahmatNya, semoga dirimu tetap "Anggun" dimataku, jangan kau nodai sesuatu hal yang ingin kau dapatkan hanya dirimu resah jika rahmat itu belum juga turun atau rahmat itu sendiri yang ingin mengujimu, apakah kamu bersabar atau kamu terbawa ejekan setan? sadarlah dirimu sebenarnya "Anggun", entah mungkin orang yang masih cinta akan selalu terngiang hal indah-indah, namun diriku berbeda, hanya sebentar mengenali dirimu aku tahu ada kelembutan yang memang bidadari surga miliki, namun akan jadi hal yang buruk jika kamu merusak rencanaNya hanya karena dirimu gelisah pada Tuan yang tak Bertuhan, sebanyak apapun kamu mengharapkan dari manusia pada Tuan yang tak Bertuhan maka akan rusak "Keanggunan" yang ada pada dirimu.

        Hal itu membuat aku sedih, marah, dan memaki-maki dirimu sejadi-jadinya ya itulah manusia jika dikecewakan hatinya, karena hatinya bukan marah karena dirimu menolak hati seorang pria kecil ini, namun dirimu terlalu berharap pada Tuan yang tak Bertuhan setiap harinya, membuatku jadi bertanya kembali apakah kamu benar-benar ingin menjadi bidadari surga atau bidadari dunia?


** Mungkin keanggunan bukan perkara yang mudah dicari didunia ini, namun hati yang kuat nan suci dapat menemukannya walaupun paras dan kesempurnaan yang ada didunia ini menyilaukan, tapi hal itu dapat dilihat seberapa besar, lembut dan suci hatimu. 

Sabtu, 27 Februari 2016

Kita Baru Kenal Bukan?

      Pernah kah lu berfikir bahwa sesuatu yang dipertemukan pada akhirnya harus berpisah? sebagian orang berkata hal itu hanya ditulis dari seseorang yang putus asa/patah hati, gue berharap orang yang menulis itu dalam keadaan yang sangat sadar hehe, coba banyangkan jika orang yang putus asa/patah hati tidak akan memakai logikanya saat itu, tapi lebih banyak merenungkan kesedihannya menurut gue hal ini bukan disebut sebagai tulisan putus asa/patah hati melainkan sebagai motivasi. banyak hal yang kita temukan diawali oleh sebuah pertemuan...

     Pertemuan bukan hal buruk menurut gue, saat gue pertama kali masuk sekolah dasar pasti akan terasa berat dengan apa yang gue hadapi untuk pertama kalinya, selama 6 tahun lamanya gue berada di sana sudah saatnya pergi/berpisah dengan masa-masa itu... awalnya sedih, entah mengapa dunia yang penuh kesenangan harus beralih ke dunia yang tidak begitu menyenangkan, bertemu sekolah baru, teman baru, guru baru serta lingkungan yang baru pula. Begitu seterusnya sampai kita memasuki dunia yang amat sibuk dan tanggung jawab yaitu dunia kerja. Kadang benak selalu bertanya, kita baru kenal bukan? tapi kenapa hubungan pertemanan dan hubungan sosial ini begitu menyenangkan, dilahirkan ditempat berbeda tidak menjalani kehidupan bersama-sama sewaktu kecil tapi kita bertemu dalam suatu momentum yang begitu indah dalam sekejap... Wuuussh seperti angin saat sore hari dimana hari tidak hujan namun awan kembali menampakkan kesedihannya, itulah sebuah pertemuan, kadang kita menyadari suatu hari akan datang kata perpisahan.

    Pertama gue engga mau cerita tentang kisah cinta apalagi kisah romantisme dari diri gue, hmm setiap orang punya rasa dan perasaan dalam menikmati momen tersebut, jika gue ceritakan hal yang indah mungkin menurut orang akan biasa saja, yap itulah kisah masing-masing orang punya caranya untuk diungkapkan. Kembali apakah alur cerita yang ingin gue ceritakan adalah romantisme? kisah cinta? sebuah kisah cinta diantara sahabatnya? atau cerita tentang indahnya jatuh cinta itu sendiri? gue bukan orang yang memiliki kisah cinta yang bagus apalagi memiliki sisi romantis di hati. Gue adalah gue, tidak ada yang menggantikan gue di dunia ini, apalagi cerita ini mungkin akan dianggap sampah tapi juga tambang emas semua orang punya pendapat yang berbeda dalam sebuah cerita.

     Pertemuan yang paling gue senang adalah bertemu dengan teman baru, kadang jika kita memiliki kecocokan dalam hobi makan akan semakin "klop" (nyambung) arah pembicaraan kita, was wes wos apapun dibicarakan, melupakan waktu sambil merangkap makan adalah hal yang wajar diawal pertemuan kita. Indah dan senang, itulah pertemuan pada saat gue diangkat menjadi ketua dalam kelompok, hal ini wajar jika ditunjuk menjadi ketua padahal gue engga punya apapun yang ditonjolkan, secara fisik gue engga sekuat dan segagah cowok-cowok lainnya di dalam kelompok gue tapi mungkin mereka melihat bagaimana gue bisa membawa kelompok ini menjadi baik, yaa itulah kepercayaan dari anggota kelompok. Pada akhirnya itu hanya bersifat sementara, sebentar dalam artian luas, gue merasa senang saat itu karena gue adalah orang yang mereka tunggu menjadi pembicara utama dan mengayomi mereka... waktu pun seperti memberikan porsinya sendiri ke gue, hanya untuk ketua sebentar dalam waktu tertentu.

       Kelompok dalam acara Pelantikan di tingkat Fakultas itulah gue berposisi sebagai ketua (cadangan), sebagian temen-temen di kelompok gue merasa ketua sebelumnya tidak mengayomi dan tidak bertanggung jawab, entahlah gue merasa kalo itu hak anggota kelompok untuk bersuara dalam satu forum, antara rasa takut, sedih dan tidak peduli... kegiatan pelantikan tidaklah wajib, tapi dituntut untuk menjadi kelompok yang bertanggung jawab. Kadang hal yang terfikirkan oleh gue saat itu adalah ketua adalah tumbal, yaa tumbal untuk yang mengkordinir dan sebagainya.. tapi nikmati hal itu bro, ingat! itu hanya sebentar ada jangka waktunya, setelah kegiatan itu? haha kita akan dianggap biasa saja, begitu juga dengan ketua praktikum, laporan serta kelompok di dalam organisasi lain.

      Pertemuan dengan teman sehobi dan senasib serta sepenanggungan, kita punya rasa ingin bersama-sama... kemanapun tetap bersama merasakan kenyamanan tiada tara, bahagia dan senang menjadi satu rasa saat itu. Lagi kembali teringat... kita baru kenal bukan? yaah itulah pertemuan, semakin sering bertemu dan bersama akan saling mengerti. Awalnya bukan siapa-siapa, berawal dari kelompok yang kecil menjadi besar, besar bersama dengan nasib, susah senang dilalui bersama... masalah ditanggung bersama dan menjadi terasa hangat jika mendengar kata "ah udah kayak siapa aja, kita kan keluarga", haha kata yang paling menyejukkan hati, tidak ada kecurigaan hanya ada rasa saling percaya satu sama lain.

         Ingat dalam dunia ini bukan semua yang ditemui itu berakhir senang dan indah, pasti kita mengalami sesuatu perpindahan rasa tersebut. Bumi nampaknya memberitahu gue bahwa sesuatu harus dipahami sejak dini, terlena akan membuat kita jatuh dilubang yang sama dan jurang yang dalam. Akan datang masa dimana tempat atau lingkungan yang kita diami/tinggali ini kita akan berpindah ke tempat yang berbeda? masa-masa kuliah pun berganti masa orang dewasa, pekerjaan adalah hal yang pasti didapat... berbeda bagi mereka yang memiliki keinginan untuk melanjutkannya lagi. Rasanya kemarin saja kita bertemu.. sekarang harus berpisah, hanya rasa kangen untuk kembali ke masa-masa itu dengan cara berkumpul kembali adalah jawabannya. Tapi cerita ini bukan untuk menceritakan bagian "Happy ending" dari sebuah persahabatan ataupun kisah cinta, melainkan sebuah cerita yang ingin disampaikan oleh gue tentang kebahagian.

      Kebahagian gue adalah melihat teman ataupun sahabat gue senang dan bahagia, saat berkumpul kembali menceritakan momen dimana hal senang, sedih, serta memalukan kembali diceritakan untuk bernostalgia, hmm rasanya damai saat hal itu diceritakan dengan lengkap dan kita menikmati setiap detail momen tersebut dengan rasa bahagia dan tentram. Maaf untuk hal itu gue merasa kebahagian bukan selalu mengenaik hal yang menyenangkan, saat lu merasa harus pergi dari keluarga baru yang menurut gue adalah penyebabnya merupakan hal yang logis... hehehe gue merasa menulis tidak dengan rasa putus asa/patah hati karena tidak banyak teman yang mengajak gue untuk sekedar makan es krim di pinggir jalan, tapi gue merasa kadang jika pertemuan tidak pernah terjadi hanya karena sebuah alasan "hal itu hanya membuang waktu dan tidak bermanfaat", menurut gue keputusan untuk pergi dan tidak kembali lagi, yaa karena gue tau hal bermanfaat tidak akan dibuang di tempat yang tidak nyaman, melainkan ditempat yang nyaman.

     Semoga kenyamanan yang pernah kita buat di 35hari lalu menjadi awal momen yang baik, haha gue bukan ketua loh waktu itu tapi merasa menjadi tokoh antagonis dalam sana, hmm ada hal yang sebenarnya menyedihkan jika kalian bisa menyadari kenapa waktu itu menjadi suasana yang indah atau pun sekedar menjadi neraka dalam sebuah kelompok? hanya masing-masing dari kita yang bisa menjawabnya, yaa bahagia bersumber dari diri kita, saat tidak bahagia jalan terbaik adalah mencari kebahagiaan itu sendiri atau jadilah kebahagian itu sendiri.

   Harapan terbaik dari cerita ini adalah gue merasa sedikit bahagia, ya karena gue bahagia diantara hari-hari yang lainnya tidak ada gue lagi disana, gue akan cari dan meninggalkan kebahagiaan itu untuk  kebahagiaan teman ataupun sahabat gue. Jadilah kebahagian itu sendiri atau cari kebahagian itu sendiri.

-GoodByeRogo-

Sabtu, 20 Februari 2016

Dua sisi

     Ada sebuah pertanyaan kecil dalam keseharian kita, namun akan sulit dipahami jika hanya dijawab dengan sebatas ilmu yang kita dapat, melainkan harus memiliki wawasan serta pengalaman yang baik pula untuk menjawabnya. Setiap diri kita dilahirkan menjadi pemenang, tidak akan ada satupun menjadi pecundang.. bagaimana bisa? lihat sekeliling kita banyak mana diantara golongan yang susah atau kaya? jika kita hanya memakai ilmu saja mungkin kita akan terus membandingkan bagaimana menentukan suatu kriteria dari golongan yang susah maupun kaya, tapi jika kita menggunakan wawasan serta pengalaman, pastilah tidak ada kata yang bernama "Pecundang".

      Dua sisi dari kedua golongan itu hanya sebatas kata istilah, sebuah pembatas untuk menentukan mana golongan terbaik.. tapi selebihnya di mata Tuhan YME semua itu sama. Jika kita memiliki koin apakah koin tersebut memiliki satu sisi? jelas jawabannya tidak, bagaimana dengan dua jenis kelamin yang hidup dibumi apakah hanya ada jenis saja? jelas sekali tidak. Tidak mungkin kedua hal tersebut hanya memiliki satu sisi/jenis melaikan memiliki perbedaan (minimal 2 hal), coba kita berfikir bagaimana mungkin koin yang kita gunakan sebagai alat pembayaran hanya meliki satu sisi dan jenis manusia yang hidup di bumi hanya ada satu jenis? jika menjawab dengan ilmu saja jelas tidak akan cukup, melainkan dibutuhkan wawasan serta pengalaman (pengetahuan). Semua hal bisa kita rekayasa untuk menjadikan sesuatu sesuai yang diinginkan, tapi pada kodratnya semua telah di atur oleh-Nya.

       Pecundang merupakan istilah yang digunakan oleh manusia sendiri, untuk melabelkan dirinya tidak berguna/gagal, sebaiknya tidak ada kata pecundang melainkan kata tidak bermanfaat. Entahlah bagaimana jika kata pecundang disematkan sedangkan kita sebagai manusia yang telah terlahir ke dunia ini? jawabannya hanya satu istilah/kata tersebuh hanya merendahkan bukan memberikan semangat. 

       Saya akan menanyakan bagaimana kita bisa disamakan dengan seekor binatang hanya karena satu sifat dari kita yang persis dengan binatang tersebut? jawabannya bisa saja sebab kita sebagai manusia memiliki akal (berfikir) dan otak (ilmu) sedangkan binatang hanya otak (ilmu). Kita dapat mempelajari hal-hal yang bersangkutan dengan kehidupan baik manusia dengan binatang, namun kita tidak mungkin bisa mensamartakan kehidupan kita dengan binantang. Manusia hidup dengan pakaian sedangkan binatang tidak, semua itu adalah moral dari setiap makhluk hidup dan kita harus mempertahankannya. 

         Kadang menjadi baik serta buruk ibarat koin yang memiliki dua sisi, saat kita menjadi khilaf (lupa/mengikuti hawa nafsu) maka sifat buruk akan muncul sedangkan jika kita sadar (dekat dengan Sang Pencipta) maka akal dan otak kita akan menjadi jernih baik perilaku serta kebiasaan akan menjadi baik. Kedua sifat tersebut melekat pada manusia bukan pada binatang. Binatang hanya memiliki naluri dari binatang tersebut, jika dia ingin makan (binatang karnivora) maka dia akan berburu serta hidup layaknya di alam liarnya.

          Memang segala sesuatunya masih terlihat dengan samar-samar baik opini maupun fakta di kehidupan ini. Era modern membuat manusia berkembang menjadi sangat cepat serta pintar, namun perlu diketahui ilmu saja tidak cukup melainkan dibutuhkan pengetahuan (wawasan dan pengalaman) untuk menjalankannya di kehidupan sehari-hari. Entahlah haruskah mengeluh jika banyak permasalahan-permasalahan yang memang sebenernya sudah ada contohnya namun dibiaskan oleh satu opini, berbahaya kah? jelas akan sangat sangat berbahaya. Berbahaya karena hal yang buruk menjadikan hal yang baik, hal tersebut akan terjadi sebaliknya. 

             Jika kita selalu belajar dari masa lalu (sejarah), maka perdebatan atau permasalahan mungkin akan menemui titik terang. Saya sangat yakin terbentuknya suatu negara tidak lepas dari perjuangan dua jenis manusia, laki-laki dan perempuan serta adanya agama sebagai landasan utama terbentuknya jati diri suatu bangsa. Bagaimana mungkin negara terbentuk hanya karena dari satu sisi/jenis saja yang berjuang? jawabannya tidak akan bisa.

#DuaSisi #SelamatKanBangsaKu

Senin, 08 Februari 2016

Terasa singkat

   Awal tahun disuguhkan dengan berbagai pengharapan, baik yang memiliki harapan kecil sampai yang besar.. aku memiliki harapan besar di tahun ini, harapan mendapatkan gelar S1 mungkin bagi sebagian orang bangga, dan sebagian lagi meremehkan tapi semua opini itu hanyalah semu.. ya karena setelah lulus kembali menjadi nol (0), tak ada istimewanya hanya sebuah gelar yang terpampang di belakang nama.

   Singkat rasanya, belum genap tapi sudah di ujung perjuangan ya entahlah kembali ke niat, merantau bukan pilihan begitu juga belajar.. banyak orang tua yang menyuruh anaknya belajar untuk kehidupan yang lebih baik, tapi nyatanya belajar dan merantau menjadi pilihan bagi sebagian yang ingin mendapatkan ilmu. Jadikan sesuatu itu menyenangkan, biar pahit tapi nikmat seperti teman-temanku menikmati kopi di pagi harinya. Tak terasa teman silih berganti, baik dari atas maupun dibawah, kita tidak mungkin berdiam diri.. semua bergerak tidak ada yang diam, jika diam maka semuanya kacau.. terpental entah kemana. 

  Hanya ada dua pilihan, melakukan hal positif atau menjadi sampah!, memang saat ini aku masih jauh dari kata berguna, bahkan titik ini aku hampir menjadi sampah.. banyak menghasilkan tapi tak berguna.. haha mungkin aku harus bangkit, kadang bangkit tidak semudah jatuh.

   Berlalu setiap harinya, rasanya sebentar tahun-tahun tidak lagi mudah diingat dengan mudah, hanya beberapa kenangan dan momen yang menarik yang hanya terekam, selebihnya entah menguap begitu saja. Kadang semua berlalu dengan baik dan kadang juga tidak, sebaiknya memulai dengan baik lagi agar semua berjalan baik-baik saja.

   Semoga tahun ini menjadi momen terbaik, pergi dari momen buruk menuju tempat yang baru.. merantau adalah tujuan dari segala hal yang ingin dicari... baik ilmu, pengetahua/wawasan, teman, sahabat, keluarga bahkan bisa jadi menetap disana.

Sabtu, 06 Februari 2016

Badai pasti berlalu

   Hembusan angin yang kencang malam itu seakan membuat takut bagi sebagian orang, tapi beberapa diantaranya masih tetap berdiri di depan jendela, menyaksikan fenomena yang terjadi diluar sana. 
   Dahsyat! menggelegar petir yang menyambar.. entah ini sebuah kutukan atau hanya sekedar fenomena alam yang liar. Perasaan berkecamuk melihat keadaan yang terjadi, entah harus beranjak atau diam sampai cuacanya kembali normal. Sedikit fenomena yang terjadi jika datangnya badai, padahal ini baru terjadi di darat, bagaimana jika dilaut? entahlah mungkin melihat saja sudah membuat jantung copot, yang ada hanya berfikir dan bertanya dalam hati.. apakah aku akan selamat atau mati?!.

Kadang apa yang kita jalani seperti nelayan ikan dengan kapalnya yang besar pergi ke lautan untuk mencari ikan, ya ikan untuk menafkahi dirinya maupun keluarganya. Mungkin bisa jadi seperti petani yang pagi sebelum matahari naik, dia mulai menancapkan pacul dan kedua tangannya ke tanah, berulang kali, sampai merasa letih dan beristirahat. Senyum mewarnai kedua kejadian tersebut, yang satu mengharapkan ikan banyak dan satunya mengharapkan padi yang tumbuh menjadi bagus dan tinggi. Ada siang dan malam, kapan pun alam bisa saja datang dan pergi tanpa dikomando. Hembusan angin kencang dan cuaca yang tiba-tiba mejadi dingin serta gelap membuat senyum dan peluh menjadi berubah secepat hembusan angin itu.

     Badai pun datang menghampirinya, keduanya tidak tau harus berbuat seperti apa.. di laut beberapa nelayan ikan pun berhenti melakukan aktifitasnya, di darat sang petani langsung kocar kacir untuk segera kembali ke rumahnya, ya bisa dilihat kondisi ini tidak baik untuk keduanya, alam tak bisa dilawan, apalagi untuk di tantang. Setiap kesulitan harus dihadapi, entah dalam keadaan sesulit apapun atau semudah apapun, semua harus dihadapi.

    Malang nasibnya pagi sang nelayan ikan, alih-alih mencari ikan lagi untuk kebutuhannya, kemudia dia harus berhadapan dengan hidup atau mati di depannya, beratkah cobaan bagi sang nelayan ikan? angin di lautan tak bersahabat dengan siapa pun, ganas dan liar.. hujan pun datang dengan sang petir menggelegar, kilat pun ikut membantu suasana menjadi mengerikan, ombak mulai bergembira dan berpesta pora di lautan tersebut. Para awak terombang ambing di geladak kapal, mempertahankan layar agar tidak rusak, mesin pun dijaga agar tetap hidup serta air yang masuk segera dibuang kembali.. ya tujuannya untuk bertahan dalam kondisi tersebut. Ikan hasil tangkapan lalu bagaimana? entahlah yang mereka pikirkan hanya satu keselamatan dan kondisi kapal yang bagus.

Sambil memegang caping di kepalanya serta membawa cangkul dan rantang makanan.. lari dengan kekuatan sisa tenaganya wuuuussh! apapun diterjang.. dia tidak peduli rasa sakit di kakinya, benda apapun yang di injaknya, semua dia terjang agar terhindar dari badai. Badai membawa hujan dan hujan membawa petaka, bukan air yang sang petani takutkan melainkan berkumpul dengan keluarga lebih baik, ketimbang keluarganya yang mencemaskan dia. Sudah lupakan yang di ladang, biarkan tuhan yang menjaganya tugas dia sudah selesai saat itu, pikir sang petani. Hanya berharap akan kemurahan hati dari Sang Pencipta dan kerendahan hati dari alam, berharap padi yang dia tanami dapat tumbuh dan bagus hasilnya.

    Entahlah keduanya memiliki kesulitan masing-masing, diantara mereka tidak ada yang tau selamat atau tidak? bisa jadi yang di darat tidak ada ombak yang berpesta akan tetapi ketidakmujuran bisa menjadi petaka bagi sang petani, sedangkan sang nelayan ikan memang memiliki bahaya yang sangat dahsyat tapi bisa saja yang dia hadapi bukan padi yang entah nasibnya di tentukan oleh kerendahan hati dari alam. Semua ada resikonya, berat atau ringan semua harus dihadapi.. tidak ada yang lolos begitu saja tanpa ada resiko untuk menghadapinya.

     Badai pasti berlalu, kehidupan seseorang dipengaruhi oleh orang di sekelilingnya.. kita tidak akan lepas dari orang yang ada di sekeliling kita, entah dia hanya sekedar menyapa, rekan satu tim/kerja, teman seperjuangan saat sekolah, bahkan keluarga serta sahabat dekat, atau bisa jadi orang yang berada di daftar/kontak Hp kita. Hidup tidak ada yang tahu, masalah datang bukan berarti akhir segalanya, pasti dia berlalu.. entah menjadi masalah yang sudah usai atau semakin menjadi-jadi, ya bagai badai yang ganas, menyapu siapapun tanpa peduli itu manusia atau binatang.

    Badai pasti berlalu, akan ada sesuatu hal yang hanya lewat saja dikehidupan kita, mampir seperti pembeli rokok di warung atau sebagai pengamen yang menghidur walaupun lagu dan irama yang dia maikan tidak sesuai dengan hati kita, berlalu dan pergi tak usah dipikirkan buang saja seperti barang yang tidak terpakai, tetapi akan ada sesuatu hal yang datang memang ditakdirkan untuk bertemu dan bersama, yaa untuk mengisi kehidupan kita atau menjadi keluarga baru.. semua itu mungkin dan sudah ditakdirkan, hanya nasib yang katanya " bisa dirubah".

  Mencintai itu takdir, menikah itu nasib.. ya sajak Sujiwo Tedjo.. seperti badai pasti berlalu semua yang pernah kita cintai sudah ditakdirkan namun nasib yang membawa kita akan menikah dengannya atau dengan yang lain.....

Kamis, 04 Februari 2016

Masih sadarkah?

   Entah kenapa ketika waktu yang setiap harinya digunakan selalu penuh dengan rutinitas tiba-tiba berhenti.., haha tenang saja bukan berhenti dalam arti yang sebenarnya, melainkan istirahat (free). Kadang waktu yang kita gunakan terus menerus tanpa disadari membutuhkan istirahat, ya entah sekedar menghabiskan waktu seharian dengan teman, rekan kerja/penelitian dan lain-lain. Sadarkah jika kita sering melakukan aktifitas yang terus menerus akan menjadi lelah? iya terkadang kita butuh lebih dari sekedar kata menyukai pekerjaan/aktifitas itu sendiri, yaa kita butuh istirahat pastinya.. jika kita tidak istirahat pastinya akan terjadi ketegangan di semua aspek.

   Kembali dalam aktifitas, setiap harinya akan sangat bosan jika yang dilakukan sama.. mau gimana lagi, bagi aku yang sedang melakukan tugas akhir haruslah melakukan penelitian. Penelitian yang dasarnya akan menghasilkan hasil penelitian disebut data untuk menyusun skripsi. Pada dasarnya aku masih kebingungan dengan apa yang akan aku ingin dihasilkan di akhir, lagi-lagi terselamatkan oleh rekan satu tim. Persiapan yang panjang dan rumit (alias runyam) membutuhkan waktu dan energi yang besar. Setiap hari bahkan persiapannya hampir 5 bulan, lalu perlakuannya hanya dilakukan 3 minggu saja haha, kadang apa yang dipersiapkan lebih dahulu akan menghasilkan hasil yang tidak sesuai persiapan, tapi hal itu yang menyenangkan dalam melakukan penelitian.

   Masih sadarkah? iya aku masih.., entahlah teman satu tim kami kembali menjadi sosok yang linglung dan ambesia, mungkin karena kita bermain di dunia penuh alkohol dan ke sterilan? atau karena kejenuhan dan ego masing-masing, entahlah hanya kami masing-masing yang mengetahuinya. Memang dalam penelitian harus fokus, berbeda denganku yang tidak begitu fokus diawal. Why? soalnya dari awal aku sudah harus mengurus ini dan itu, entah karena ada urusan yang mendadak mau gimana lagi, dan aku paling engga melimpahkan sesuatu hal pribadi untuk diselesaikan ke orang lain, ya sebagai contohnya memperpanjang SIM haha.

    Kadang menghilang menjadi cara tebaik, yaa keluar dari zona kehidupan/rutinitas lalu kembali lagi, membuat otak dan raga ini seperti baru lagi hehe. Biarkan saja berfikiran yang aneh-aneh atau macam-macam, asalkan mereka bisa mengerti engga masalah, tapi ini menjadi masalah terbesarnya.. ya mereka menjadi tidak mengerti dan menjadi bumerang yang menyerang diriku. Tapi waktu kembali tidak adil kepadaku lagi, ya awalnya aku punya urusan yang niatnya baik tapi karena setan selalu berbisik ke telingaku dan timku maka terjadi yang namanya ego.

  Kembali teringat bahwa awal pada saat terbentuknya tim ini begitu indah dan damai, kami menyamakan presepsi, tujuan dan keinginan. Namun kembali lagi, bahwa hasil adalah segala-galanya, waktu kadang juga bekerja sama dengan setan agar memecah kami, awalnya mereka bilang akan saling bantu, namun sekarang mereka diam. Bahkan bisa diibaratkan jika ada orang yang meninggal didepan mata mereka, mungkin mereka hanya bisa berdoa tanpa mendekat untuk memastikan siapa yang meninggal, lalu? iya itu bisa diartikan tentang kepedulian, dengan kepedulian yang berkurang, bahkan doa dari ayat yang suci pun terasa seperti nyanyian saat setan menggoda.

   Masih sadarkah? entahlah yang bisa menyadarkan aku terutama adalah diri ini, bagaimana dengan timku? mungkin setan dan waktu yang bisa menyadarkan mereka, atau mungkin sama denganku setan adalah jawabannya untuk menyadarkanku. Semoga kesadaran bukan terletak pada objek, melainkan hati nurani, jika hati yang bersih dan percaya adanya Sang Maha Kuasa, maka setanpun engga mendekat apalagi mendekat untuk menyadarkan kita.

Semoga bisa dipermudah dalam perlakuan hingga akhir (CD'15)

Senin, 01 Februari 2016

Kesunyian yang berproses

     Awalnya aku merasa pertemuan menjadi hal yang baik untuk pertama kalinya, semua hal-hal positif memang terkumpul saat bertemu. Aku masih polos saat itu, masih belum tertulis dosa-dosa didalam hatiku, ya dosa-dosa muncul karena suatu prasangka. Kecantikan dan ketampanan dalam sekejap dapat menyihir ratusan bahkan ribuan orang hanya dalam sekejap, aku pun mengambil nafas yang panjang untuk bersiap mengetahui siapa orang yang menjadi teman baruku. Baru bukan selalu cocok dengan kita, baru bukan berarti ada hal yang akan membuat kita bersemangat, baru bukan berarti selalu memenuhi ekspetasi belaka. Akhirnya kita dipertemukan dalam satu lingkaran yang sudah dinanti satu hari sebelumnya. Kadang hati gusar tak karuan apakah akan ada cinta atau persahabatan akan tercipta ditengah kehirupikuk suara dalam ruangan itu. Kembali baru tidak berarti selalu baik dimata kita.

    Kadang persahabatan akan diukur dengan kesulitan, kesulitan bukan selalu bisa dihadapi bersama.. bersama menanggung semua masalah dan keadaan baik-baik saja saat itu, melainkan petir di siang bolong yang menggelegar di tengah keakraban! kesulitan kadang di uji oleh jarak, jarak entah puluhan, ratusan, ribuan bahkan tahun-tahun berganti begitu cepat, ya itu kesulitan persahabatan. 

     Memori manusia memang tebatas, disaat senang dia akan bernostalgia layaknya angin berhembus dengan semilir ketentraman, namun saat sedih/kecewa bagai ingatan yang mengeras, mengeras karena batu tidak bisa mengembang layaknya balon yang kemudian pecah jika kapasitas udaranya berlebihan, batu tetap batu, keras dan diam.. bergerak jika di gerakkan bukan bergerak karena keinginannya sendiri. Aku mungkin masih terlalu polos dalam memahami arti persahabatan, tapi apakah cinta sedemikian rumitnya? ya karena kita membicarakan cinta kita terhadap manusia, bukan kepada yang Maha Pencipta.

    Entahlah setiap orang punya prespsinya dalam mengartikan persahabatan maupun cinta, tapi apakah keduanya bisa melebur dalam keadaan yang sama? mungkin kebanyakan mengalaminya disisi lain juga tidak ada yang mengalaminya. Mungkin pepatah orang jawa berkata "Witing treno jalaran soko kulino" yang artinya "Cinta tumbuh karena terbiasa", pepatahnya mungkin bisa diabaikan oleh sebagian banyak orang, tapi sebagian lainnya? ya sependat dengan pepatah tersebut. Aku lagi-lagi polos dan masih tak berdosa, benih-benih prasangka belum muncul dan menunjukkan kenikmatannya pada diriku.

   Satu kali bertemu biasa, dua kali masih biasa, tiga kali? masih tidak memperhatikan kebiasaan dan perasaan masing-masing, akan tetapi jika sudah bersama? siapa yang tau akan ada benih prasangka yang tumbuh menjadi tunas dan tanaman kecil. Cinta terhadap manusia mungkin sebuah anugerah dan juga malapetaka bagi kita. Entah anugerah yang diberikan oleh-Nya atau oleh setan? atau malapetaka bagi kita karena Sang Maha Pencipta menjadi hal yang kedua dalam dicintai bukan yang pertama. 

    Kembali siang dan malam mulai berjaga silih berganti dalam berputarnya waktu yang aku jalani waktu itu, rasa senang, sedih, jengkel, kecewa dan bahagian tercampur aduk jadi satu makanan yang disebut persahabatan. Persahabatan atau cinta? lagi-lagi dosa itu pun akhirnya muncul ya, prasangka tersebut pun sekarang tumbuh menjadi pohon muda yang indah dipandang tapi lagi-lagi ketidaksabaran akan tumbuhnya pohon muda menjadi pohon yang bagus (gagah) selalu muncul dibenakku.

    Anugerah dari setan selalu dibumbui oleh kesenangan sesaat, berbeda dengan kesenangan yang diberikan-Nya pada setiap insan. Hidup bersama tidak selalu menyenangkan, bagaimana tidak bagai kisah yang ada pada salah satu Nabi, Nabi pun digoda oleh setan bagaimana dengan kita yang hanya manusia? godaan selalu luput, luput oleh ketentraman dan kenyamanan yang ada di depan mata. Kadang kesunyian malam memberikan kita pelajaran bahwa setiap ketentraman dan kenyamanan akan datang suatu hal yang terang perlahan-lahan dari kejauhan (waspada) akan bergantinya pagi menjadi siang yang mulai menggantikan peran malam sebelumnya, tapi apakah malam sebelumnya sama dengan malam ini? sungguh hati manusia mudah dibolak-balikan hatinya.

    Awalnya kita sepakat dan berjanji apapun akan selalu dihadapi, ah tapi lagi-lagi hati manusia mudah dibolak-balik, kesunyian yang terasa tentram pun mulai berproses akhirnya menjadi kesepian yang amat dalam jika kita tidak segera sadar akan proses tersebut. Memang dari awal menjadi omong kosong, berawal manis namun pada akhirnya setan yang tertawa sekarang. Tidak pernah kita ingat bagaimana rasanya pertemuan yang hangat dan senyum yang tulus, semua habis ditertawakan oleh setan, setan merasa bahwa persahabatan dan cinta tidak pernah sejalan, mengapa demikian? jika memang persahabatan dan cinta dimulai dengan ketulusan dan keikhlasan mengapa hal yang pernah dilakukan selalu diungkit dan mencari kebenaran masing-masing? memang setan seperti itu, dia mencarikan kebenerannya sendiri, bukan mencari yang memang itu kebenaran.

   Berawal manis, berakhir pahit.. tak banyak yang merasa demikian namun aku mulai berfikir, bagaimana mengalahkan setan agar aku menang? mungkin kembali berharap akan cinta-Nya dan apa yang selalu kita katakan "Lillahi ta'ala" bukan sebaliknya kita bilang "Lillahi ta'ala dan bergantung pada manusia juga".

    Hanya kata semoga dan berdoa, agar kesunyian berproses menjadi pagi dan siang, karenanya kita takkan pernah sadar bahwa terjebak dan bergerak berbeda makna, antara malam ini dan esok juga berbeda, semoga kita kembali kepada hati yang luluh akan dosa dan prasangka.

teruntuk "Bumi mina Tani"

Kamis, 07 Januari 2016

Selamat datang?

     Happy new year! yeaah senang bukan udah bukan tahun 2015? banyak yang suka cita dan suka ria, hmm tapi tunggu mulai berdatangan kata populer "Resolusi", haha maaf telat baru bisa bilang kalo ini tahun baru 2016 tepat di bulan paling awal, ya Januari!. Teringat beberapa waktu lalu sebelum pergantian tahun, ada beberapa kelompok yang bilang bahwa merayakan tahun baru itu haram dan ada juga yang biasa-biasa aja, kalo gue? merayakan ulang tahun temen gue aja, salah ga ya? itu bukan urusan gue kalo haram atau halal, urusan haram atau halal sama halnya ibadah gue, diterima atau engganya ada Sang Maha Pencipta yang mengatur hehe,

Banyak yang udah bikin resolusi? ah gue sih engga bikin tuh, yaa percuma kalo bikin sekedar bikin tapi ga "Action", tetep aja ga 2015 gue tetep mager setiap paginya hehe. Hal yang buruk masih melekat di diri gue, entah sampe kapan ya? jawabannya sampe gue sadar waktu itu cepat berlalu, sampe semua cewe udah punya tujuan hidupnya dan mereka punya tujuan akhir, yaa bahagia dengan pasangannya dengan ikatan pernikahan, hmm berat bahasanya kalo udah bahas pernikahan hehe.

Masih pertanyaan dari atas, butuh engga ya resolusi? apakah di kitab-kitab yang termaktub ada sebuah kata "Resolusi", huh rasanya gue emang belum paham kata tersebut di kitab-kitab yang termaktub guys, gampangnya kata "Resolusi" sebuah kata yang berasal dari gaya demokrasi, membuat suatu perubahan, yaa itu menurut gue bukan teori dan menurut tokoh terkenal hehe.

Ibaratnya kata resolusi itu seperti papan nama di pintu gerbang saat memasuki wilayah baru bukan? iya kata-katanya "Selamat Datang", tapi terkadang kita lupa sebenarnya kata selamat datang bukan mengartikan adanya sebuah perubahan, melainkan suatu kondisi yang akan dimasuki adalah ketidaktahuan sama sekali, sedangkan didalam resolusi yang ada yang berisi sebuah harapan lebih baik, hmm kalo kita samakan bahwa selamat datang bukan berarti akan ada harapan baik yang akan terjadi secara langsung tanpa adanya sebab. Bagaimana kita ingin bahagia jika kita masih memusuhi teman kita? apakah itu termasuk dalam resolusi kita? haha nyatanya masih banyak yang berfikir seperti itu (termasuk gue) dan parahnya kadang kita bilang bahwa itu sebagai penghalang atau kendala dalam kita mencapai harapan, pikir ulang lagi deh apakah resolusi seperti itu?.

Kalo semuanya pengen sebuah resolusi di dirinya, harus menyingkirkan adanya EGOISME. Sebagai contoh adalah bagaimana kita akan senang jika teman kita disebelah kita tidak memiliki makanan dan kita memiliki makanan? kita harus membagi ke teman kita..., itu namanya resolusi membuat perubahan kecil menjadi besar, bukan menginginkan perubahan besar mengabaikan yang kecil. Hal ini banyak terjadi, jadi kata resolusi itu menurut gue adalah ga penting, ga penting lah kalo di diri gue masih aja memusuhi teman gue ya bukan? berarti sama dong sama tahun-tahun sebelumnya bukan? malah tambah banyak yang gue musuhin hehe.

Gue berpendapat tahun-tahun yang akan datang sama dengan tahun sekarang, iya kalo kita hanya menunggu adanya bantuan dari orang lain yang menguntungkan terhadap kita tapi kita tidak memberikan keuntungan ke orang lain bukan? sebuah nasihat dari orang bijak adalah kita belajar untuk banyak memberi bukan banyak menerima. Intinya kata "Resolusi" engga penting, karena setiap agama pasti mengajarkan bahwa setiap harinya adalah menjadi lebih baik bukan? lebih baik= perubahan=resolusi=selamat datang.

Resolusi, sebuah budaya yang "latah" kalo gue ditanya orang apakah resolusi gue di tahun ini, gue akan jawab gue ga ada resolusi, tapi sebuah pengharapan bahwa gue bisa lebih baik di setiap harinya bukan di tiap tahunnya. Ya gue tegaskan lagi kata "Resolusi" adalah sebuah kata yang sedikit kurang keren dimata gue, kalo hanya sebuah angan dari kata "Resolusi" kenapa apa yang kita capai belum terwujud semua? haha alasannya semua hal pasti membutuhkan tahap dan waktunya, kalo gitu kenapa kita ga fokus aja ke satu tujuan bukan fokus ke "Resolusi"nya, hmm hematnya kita harus fokus apa yang ingin kita kejar di tahun ini, jika kita yang sedang kuliah di tahap akhir ingin segera lulus ya kita harus fokus untuk bisa lulus dulu sambil mempersiapkan apa yang akan dilakukan setelah lulus, bukan bercabang-cabang.., tapi sekali lagi itu cuman saran aja, setiap orang memiliki sebuah keputusan terbaik, pegang dan tancapkan pilihan itu dengan erat jangan sampai lepas.

Lagi dan lagi, masihkah kita butuh kata "Resolusi"? atau kata Selamat datang? hmm gue lebih tertarik kata "Selamat datang" saat kita datang disuatu tempat kita mulai tertantang untuk tahu apa yang ada disitu dan tujuan kita jelas kita bukan orang asli di daerah tersebut, kita adalah pendatang :).