Kadang ada yang merasa ingin kembali ke masa lalunya atau ada pula orang yang tidak ingin kembali ke masa lalunya. Sebuah memori (kenangan) memang secara fisik tidak ada, namun semua hal kadang menyimpan hal baik dan buruk sesuai keinginan kita. Mari berfikir bahwa kadang kita sedikit menengok kembali ke belakag, yaa untuk sekedar mengingatkan bahwa dilangkah didepan nanti tidak bertemu dengan hal buruk di masa lalu (lagi). Akan tetapi memori (Kenangan) memasang jebakkannya kembali, mengapa? Iyap karena tidak disadari kita memiliki kecenderungan terhadap masa lalu untuk melangkah ke masa depan... ya sebuah penderitaan mengajarkan bahwa di masa depan kita harus bahagia DENGAN cara/seperti masa lalu namun berbeda jenis/karakter yang menuntun kesana BERBEDA. Kadang sedikit dangkal akal pikiran ini, namun sepintas akan terfikirkan oleh setiap insan bahwa MEMBANDINGKAN merupakan cara/seperti yang dilakukan untuk menggapai kebahagiaan.
Contohnya: Waktu pertama kali kita mencintai kita akan merasa bahwa yang dicintai merupakan insan yang baik dan terbaik untuk dirinya namun cerita hidup tidak berjalan secara stagnant akan tetapi maju ke masa depan, dengan berbagai rintangan, ujian dan cobaan maka jika insan yang berjodoh akan tetap berjodoh, akan tetapi jika insan yang tidak berjodoh dengan insan yang lain maka kita akan kembali terulang dengan masa lalu.. yaa cara/seperti-nya MEMBANDINGKAN dengan masa lalu.
Pada akhirnya kebahagian akan terus maju, tidak sebaliknya dengan penderitaan yang harus terpinggirkan (mundur/tinggal dengan masa lalu). Semoga akal pikiran yang dangkal ini tetap selalu menerima bahwa masa depan itu sebuah kepastian bukan keraguan yang semu/samar saat dimana banyak bunga bermekaran dan wanginya menipu dan menjadi fatamorgana di hati ini dan akal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar