Sabtu, 21 Maret 2015

Indah bukan?


Mungkin temen-temen akan berfikir kalo foto ini diambil di daerah perbukitan bukan? tapi faktanya foto ini diambil diatas bukit kecil yang ada di pesisir dusun Gili Genting, Sekotong Lombok Barat.., gue lupa tanggalnya foto ini gue ambil, tapi ini menunjukan bahwa pemandangan bagus tidak hanya diperoleh dengan naik sampai ke puncak tertinggi lalu akan dapat hasil yang memuaskan bukan? tapi menurut gue pemandangan bagus dapat dilihat oleh orang yang menikmatinya, bukan hanya menikmati karya orang lain namun menikmati hasil karya sendiri :D


di dedikasikan untuk Keluarga Pak Pri pemilik Homestay sekitar Dusun Gili Genting, Sekotong Lombok Barat.
*Note: diambil menggunakan IG dengan filter

Rabu, 18 Maret 2015

Salah Faham

      Udah lama gue ga nulis di blog kesayangan gue ini, hmm sibuk? engga juga haha, inspirasi ga ada? engga juga hehe, atau males? bisa jadi hihi. Mungkin sekelumit alesan gue untuk engga nulis di blog gue, yap tapi biar bagaimanapun nulis harus tetap diperjuangkan, bukan passion tapi ini cara gue dalam berkarya, yaa walaupun sebatas di blog gue yang masih kurang :D.

Gue mau ngomongin tentang "Salah Faham", eitss gue punya masalah dan menurut gue bukan masalah besar tapi efeknya itu malah jadi besar (menurut opini gue), oke coba gue uraikan apa masalah gue:

Pertama, gue punya kebiasaan buruk buat nge-bully temen gue sendiri, dalam bully-an (bercanda) gue punya maksud untuk ngajak temen gue jadi lebih akrab dan terbuka dalam komunikasi sama gue, dalam kasusnya gue pernah nanya-nanya gitu (kepo) tentang kegiatan dia di kampus maupun non-kampus, misal gini: "eh lu ngampus hari apa aja sih and kegiatan lu selain organisasi itu apa aja?" tanya gue. kemudian dia jawab: "Ada deeeh, mau tau banggetz sih. hehehe" jawaban temen gue. Nah itu kadang gue ga ngerti dengan sikap dia, apakah gue adalah penjahat atau seorang yang emang jahat? oke...oke gue ga mau bikin opini dimana gue adalah korban yang ter-Aniaya, tapi gue mencoba melihat dari sudut pandang gue sendiri.., gue akhirnya memiliki kesimpulan bahwa temen gue (mungkin orang lain) memiliki sifat yang berbeda dari pada gue, mungkin aja kepribadian maupun masa lalu dia berbeda (yaa jelas beda, wong dua individu), tapi gue cuman berharap dia bisa fleksibel dengan ke-Absurd-an gue ini., bukan curhat juga sih tapi gue adalah orang yang iseng dan suka bercanda jadi kalo emang ada salah kata mohon dimaklumi.

Kedua,  Bercanda pada tempatnya.., maksudnya gue mengakui kadang bercanda itu ga liat-liat perasaan orang yang kita bercandain, contohnya gue pernah bercanda tapi temen yang gue bercandain jadi sakit hati gitu.., yaa walapun konteks gue bercanda, tapi gue masih belom tau situasi dan perasaan temen gue, menyesal iyaa tapi gue juga mengakui kalo itu salah bukan pada tempatnya bercanda/berlebihan dalam bercanda. Kasus ini menimpa temen gue, jadi temen gue (yang lain, jadi Jarkomers) nge-Share Jarkoman (Jaringan Komunikasi), inti jarkomannya adalah bahwa temen satu ekskul gue (cewe) itu sakit dan dalam kondisi kritis mohon untuk doanya. Tapi engga tau kenapa temen gue langsung nyamber dengan embel-embel "Masa Lalu gue dengan Temen satu Ekskul gue (cewe)", gimana gue ga marah? kok masalah pribadi dibawa ke forum, padahal konteks dari jarkoman itu adalah pemberitahuan informasi, gue merasa ini diluar batas! tapi apakah gue harus marah dan ngomel-ngomel temen gue di grup? apakah harus gue maki-maki dia sampe gue adalah orang yang bener dan membela diri? tapi bukan itu yang gue pengen sampaikan.., yang pengen gue sampaikan adalah bahwa di Jarkoman tersebut berisi berita duka, bukan berisi tentang bercanda.., wajar kalo gue bereaksi kayak gini, "Jaga omongan lu teh". Hal itu yang gue sampein buat temen gue.., gue merasa kata-kata itu "Mungkin" membuat temen gue sakit hati, tapi apakah orang harus mencerna secara MENTAH tanpa ada PROSES ? intinya adalah bahwa gue ga masalah kalo itu dalam konteks bercanda, tapi konteks yang ada adalah berita duka.

Gue merasa bersalah dalam sebuah ketikan "Jaga Omongan Lu Teh", ini menandakan bahwa apa yang gue ketik belom bisa diterima dalam suatu pemahaman yang sehat, mungkin gue merasa bahwa orang lebih cenderung melihat kekurangan yang dimiliki orang tersebut tanpa melihat siapa dia, semoga "Salah Faham" yang ada bisa terselesaikan dengan nurani maupun pikiran yang legowo. Thank you all for attetion :)

Note: "Tidak selamanya yang terlihat baik adalah kebenaran, namun dibaliknya sebuah kebusukan.., akan tetapi sebaliknya dibalik kebusukan ada secuil kebenaran.."