Sabtu, 26 November 2016

     Jika sejenak kamu berfikir bahwa masalah yang dimiliki berat? cobalah kembali pada diri sendiri dan bertanya.. apakah memang berat? atau hanya sebuah keluh yang memang belum bertemu dengan jawabannya.., sekali lagi coba dengarkan apa yang sekitarmu katakan, entah melalui telinga, mata, hidung, dan kejadian yang terjadi saat itu juga... mungkin Tuhan mengirimkan pesanNya, jika memang doa tak kunjung datang, mungkin Tuhan sedang baik terhadap kita.., dengan memberi pesan melalu orang di sekitar kita...
.
.
.
.
.
.
Pernahkah kau berfikir hidupmu tidak adil
Karna engkau merasa kecewa karna hal yang kecil
Kau anggap besar seakan hidup ini berakhir
Tidakkah kau merasa harusnya kau berfikir masalahmu yang kecil
Tidak sebanding dengan apa yang dirasakan banyak manusia diluar sana

Haai
Cobalah kau melihat
Dunia disekitar
Dengan mata hatimu

So give your love (your love)
Your love (your love)
Your love (your love)
Your love (your love)
Come on people
Dududududu
Hingga engkau mengerti
Tidak pernah manusia seberuntung dirimu
Yang berharap uluran tangan
Tak kunjung datang namun senyumnya tak pernah hilang
Jadi mulai sekarang cobalah tetap senang saat cobaan datang
Karna itu akan selalu datang dan hilang
Seperti hari siang dan malam

Haai
Cobalah kau melihat
Dunia disekitar
Dengan mata hatimu

Give me your love (your love)
Your love (your love)
Your love (your love)
Your love (your love)
Come on people
Dududududu
Langkah manusia menjadi nyata
Saat bertindak bukan berkata
Belajarlah nak dari senyuman mereka

So come on people
Let's do it now
Let's do it now

Langkah manusia menjadi nyata
Saat bertindak bukan berkata
Belajarlah nak dari senyuman mereka

Give me your love (your love)
Your love (your love)
Your love (your love)
Your love (your love)
Come on people
Come on Come on Come on Come on Come on
Come on Come on Come on Come on Come on
So come on people
Let' do it now


Read more: Maliq & D'Essentials - Dunia Sekitar Lyrics | http://www.metrolyrics.com/

Selasa, 22 November 2016

Bagian "Terakhir"

    Kapan terakhir kali kamu merasa bosan? pada dasarnya bosan merupakan awal dari ketidakhadiran waktu yang produktif dilingkungan, termasuk aktifitas diri sendiri. Semua orang mengalami rasa bosan namun beberapa memiliki perasaan yang berbeda. Pernahkah kita melihat hujan? coba perhatikan bahwa air yang turun dari langit akan terasa cepat, padahal air yang turun ke bumi sebenarnya lambat... mengapa demikian? lagi dan lagi rasa bosan itu hadir disaat kita memperhatikan hujan. Oh maaf bosan, aku selalu membuat dirimu salah, apakah yang bisa dilakukan agar bosan tidak "Bersalah"? hanya kita yang dapat menjawabnya atau kamu sudah pada Bagian "Terakhir" dalam fase hidupmu.



Seorang mahasiswa baru ditahun pertama, lambat laun akan mulai aktif diberbagai kegiatan organisasi kemahasiswaan.. mulai dari mengikuti kegiatan sosial, politik, dan lain-lain namun pada akhirnya kita akan pindah dari organisasi tersebut... kebanyakan organisasi dibatasi oleh masa jabatan, namun itu hanya satu dari sekian prasyarat yang "Licik", mengapa harus menyudahi masa jabatan padahal kita bisa mengabdinya sampe kita lulus? lagi jawaban mendasar adalah BOSAN. Kita selalu membuat banyak pilihan dari sekian banyak jawaban, namun dengan berbagai cara kita mencoba membuat seoalah-olah "Berpindah" menjadi "Belajar" dan "Bosan" menjadi "Haus akan Ilmu".


Kembali lagi membahas hujan, ya sekilas hujan membawa keseimbangan pada sistem. Entahlah banyak diberbagai dunia mengalami dampak buruk dari hujan, apakah itu salah hujan? TIDAK! hujan tidak bersalah, hanya saja hujan mendapat Bagian "Terakhir"nya, membawa air yang begitu melimpah, namun seolah-olah bumi kurang dapat menampungnya. Pada akhirnya kita pun berfikir bahwa hujan mendapat Bagian "Terakhir"nya yang akan membawa perubahan dibumi ini, entah baik atau buruk.

Begitu juga denganku, aku mendapat Bagian "Terakhir" meninggalkan Bagian "Awal" dari kehidupan Mahasiswa.


Thanks to: Semua Rekan Se-Angkatan BDP12, Iwakkers, BFPIK, SK Bima dan Teman-teman yang menorehkan kenangan Indah.

Sabtu, 12 November 2016

BODOH!!! masih mau melakukannya?

   Sedikit mengupas sisi gelap dari raga ini, apakah ada manusia yang terlahir sempurna secara fisik? apakah ada manusia dilahirkan dengan ketampanan atau kecantikan yang luar biasa? apakah ada manusia yang dilahirkan kaya atau miskin? dan apakah ada manusia yang dilahirkan dengan pesona ataupun ketidaktertarikan? hmm manusia hanya dilahirkan dengan wujud sesempurna mungkin serta rasa syukur yang amat besar.

Pernahkan membedakan seseorang yang berhati TULUS atau MODUS? mungkin ada yang terlena pada salah satunya sehingga menyalah artikan. Kadang apa yang akan diri ini perbuat untuk kebaikkan masih dianggap bahwa ada kepentingan yang dibawa sehingga terkesaaaan "MODUS", atau sebaliknya memang dari awalnya memiliki kepentingan untuk mencapai tujuan dari egonya, aduhai namun sungguh licik hati serta pikiran ini sehingga mudah tertipu dengan kata lain dilakukan secara tidak sengaja "TULUS".

Pernahkah kamu melakukan atau berbuat DOSA? hahaha saya sendiri bukan TUHAN atau DiaNya Sang Maha Pencipta merasa tau akan dosa yang sering diperbuat maupun dilakukan, namun jika kita menyelam lebih dalam dari hati masing-masing, kadang kita lupa bahwa melihat gunung yang MAHA BESAR itu terlihat kecil dibandingkan Pepohonan yang amat kecil terlihat besar dari kejauhan hanya kita sebagai manusia sudah "Mengetahui" apa yang ada pada pohon dan berkali-kali melihatnya, seolah-olah bahwa Pohon itu lah yang lebih besar dari pada Gunung.

Maaf kamu harus intropeksi, kamu? yakin apakah diri ini sudah menyadarkan bahwa intropeksi bukan sesuatu kesalahan yang akan diperbaiki, melainkan perbuatan yang "SALAH" menjadi "BENAR" bukan karena versi dari si Penikmat, namun si Pelaku/orang yang melakukan dan saya setuju bahwa bukan hanya seseorang yang berbuat "SALAH" yang berintropeksi melainkan seseorang yang BENAR juga melakukannya.

Mungkin yang melekat pada tubuh lebih MAHA TAHU dari apa yang ada pada HATI, seonggok daging yang memiliki RUH dan FITRAH yang terjaga dan selalu dibersihkan olehNya.