Mungkin malam ini menjadi malam yang melelahkan bagi diriku, tapi mungkin bagi orang lain sama atau bisa jadi diantaranya sangat-sangat lelah untuk menahan beban hari ini namun dia hanya menyembunyikan kelelahannya, itulah sedikit kekuatan hati. Merasa namun kadang tidak dirasakan hanya sekelebat hadir dan pergi. Mengapa aku begitu resah atas kelelahanku? bisa jadi banyak orang diluar sana jauh lebih berat memikul bebannya dihati. Malam masih panjang untuk dilewatkan jika hanya sebatas menghabiskan waktu, namun sebagian mungkin masih memikirkan apa yang akan dikerjakan besok dan apa yang akan terjadi,banyak hal-hal yang mungkin tanpa disadari akan terjadi secara tiba-tiba, apalah daya hati ini hanya milik Sang Pencipta bagai telapak tangan yang mudah dibolak-balik, merasa senang dicintai dan mencintai namun sebaliknya menjadi benci dan dibenci.
Apa kabarmu disana? baik baik sajakah? iya hati ini. Mungkin hati ini tidak memiliki panca indera seperti manusia, namun dia diciptakan sebagai bumbu-bumbu dalam perasaan ini. Nyata kah hati? mungkin tidak atau bisa jadi hati memang tersembunyai dibalik lorong-lorong tubuh yang memang tidak nampak oleh mata maupun dokter ahli bedah.. iya dia hanya nampak pada diri masing-masing, yang mampu mengeluarkan segenap emosi dan perasaan dalam waktu yang bersamaan.
Risau menjadi sebuah awal dari pertanyaan, entah karena ketakutan tidak dapat mencapainya atau memiliki justru membuat hati menjadi kacau, entah bagaimana keadaannya pada saat itu, lagi-lagi hati tak nampak di mata, namun hanya nampak dalam perasaan. Mungkin benar adanya jika seseorang jatuh cinta maka hati akan sangat-sangat baik keadaannya, bagaimana saat dia patah hati? bisa jadi hati hancur (tidak merasa). Ah terlalu tinggi angan-angan dalam penggambarannya, namun siapa yang tau bahwa hati selalu berubah tergantung pemilik hatinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar