Ada sebuah pertanyaan kecil dalam keseharian kita, namun akan sulit dipahami jika hanya dijawab dengan sebatas ilmu yang kita dapat, melainkan harus memiliki wawasan serta pengalaman yang baik pula untuk menjawabnya. Setiap diri kita dilahirkan menjadi pemenang, tidak akan ada satupun menjadi pecundang.. bagaimana bisa? lihat sekeliling kita banyak mana diantara golongan yang susah atau kaya? jika kita hanya memakai ilmu saja mungkin kita akan terus membandingkan bagaimana menentukan suatu kriteria dari golongan yang susah maupun kaya, tapi jika kita menggunakan wawasan serta pengalaman, pastilah tidak ada kata yang bernama "Pecundang".
Dua sisi dari kedua golongan itu hanya sebatas kata istilah, sebuah pembatas untuk menentukan mana golongan terbaik.. tapi selebihnya di mata Tuhan YME semua itu sama. Jika kita memiliki koin apakah koin tersebut memiliki satu sisi? jelas jawabannya tidak, bagaimana dengan dua jenis kelamin yang hidup dibumi apakah hanya ada jenis saja? jelas sekali tidak. Tidak mungkin kedua hal tersebut hanya memiliki satu sisi/jenis melaikan memiliki perbedaan (minimal 2 hal), coba kita berfikir bagaimana mungkin koin yang kita gunakan sebagai alat pembayaran hanya meliki satu sisi dan jenis manusia yang hidup di bumi hanya ada satu jenis? jika menjawab dengan ilmu saja jelas tidak akan cukup, melainkan dibutuhkan wawasan serta pengalaman (pengetahuan). Semua hal bisa kita rekayasa untuk menjadikan sesuatu sesuai yang diinginkan, tapi pada kodratnya semua telah di atur oleh-Nya.
Pecundang merupakan istilah yang digunakan oleh manusia sendiri, untuk melabelkan dirinya tidak berguna/gagal, sebaiknya tidak ada kata pecundang melainkan kata tidak bermanfaat. Entahlah bagaimana jika kata pecundang disematkan sedangkan kita sebagai manusia yang telah terlahir ke dunia ini? jawabannya hanya satu istilah/kata tersebuh hanya merendahkan bukan memberikan semangat.
Saya akan menanyakan bagaimana kita bisa disamakan dengan seekor binatang hanya karena satu sifat dari kita yang persis dengan binatang tersebut? jawabannya bisa saja sebab kita sebagai manusia memiliki akal (berfikir) dan otak (ilmu) sedangkan binatang hanya otak (ilmu). Kita dapat mempelajari hal-hal yang bersangkutan dengan kehidupan baik manusia dengan binatang, namun kita tidak mungkin bisa mensamartakan kehidupan kita dengan binantang. Manusia hidup dengan pakaian sedangkan binatang tidak, semua itu adalah moral dari setiap makhluk hidup dan kita harus mempertahankannya.
Kadang menjadi baik serta buruk ibarat koin yang memiliki dua sisi, saat kita menjadi khilaf (lupa/mengikuti hawa nafsu) maka sifat buruk akan muncul sedangkan jika kita sadar (dekat dengan Sang Pencipta) maka akal dan otak kita akan menjadi jernih baik perilaku serta kebiasaan akan menjadi baik. Kedua sifat tersebut melekat pada manusia bukan pada binatang. Binatang hanya memiliki naluri dari binatang tersebut, jika dia ingin makan (binatang karnivora) maka dia akan berburu serta hidup layaknya di alam liarnya.
Memang segala sesuatunya masih terlihat dengan samar-samar baik opini maupun fakta di kehidupan ini. Era modern membuat manusia berkembang menjadi sangat cepat serta pintar, namun perlu diketahui ilmu saja tidak cukup melainkan dibutuhkan pengetahuan (wawasan dan pengalaman) untuk menjalankannya di kehidupan sehari-hari. Entahlah haruskah mengeluh jika banyak permasalahan-permasalahan yang memang sebenernya sudah ada contohnya namun dibiaskan oleh satu opini, berbahaya kah? jelas akan sangat sangat berbahaya. Berbahaya karena hal yang buruk menjadikan hal yang baik, hal tersebut akan terjadi sebaliknya.
Jika kita selalu belajar dari masa lalu (sejarah), maka perdebatan atau permasalahan mungkin akan menemui titik terang. Saya sangat yakin terbentuknya suatu negara tidak lepas dari perjuangan dua jenis manusia, laki-laki dan perempuan serta adanya agama sebagai landasan utama terbentuknya jati diri suatu bangsa. Bagaimana mungkin negara terbentuk hanya karena dari satu sisi/jenis saja yang berjuang? jawabannya tidak akan bisa.
#DuaSisi #SelamatKanBangsaKu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar