Sabtu, 06 Februari 2016

Badai pasti berlalu

   Hembusan angin yang kencang malam itu seakan membuat takut bagi sebagian orang, tapi beberapa diantaranya masih tetap berdiri di depan jendela, menyaksikan fenomena yang terjadi diluar sana. 
   Dahsyat! menggelegar petir yang menyambar.. entah ini sebuah kutukan atau hanya sekedar fenomena alam yang liar. Perasaan berkecamuk melihat keadaan yang terjadi, entah harus beranjak atau diam sampai cuacanya kembali normal. Sedikit fenomena yang terjadi jika datangnya badai, padahal ini baru terjadi di darat, bagaimana jika dilaut? entahlah mungkin melihat saja sudah membuat jantung copot, yang ada hanya berfikir dan bertanya dalam hati.. apakah aku akan selamat atau mati?!.

Kadang apa yang kita jalani seperti nelayan ikan dengan kapalnya yang besar pergi ke lautan untuk mencari ikan, ya ikan untuk menafkahi dirinya maupun keluarganya. Mungkin bisa jadi seperti petani yang pagi sebelum matahari naik, dia mulai menancapkan pacul dan kedua tangannya ke tanah, berulang kali, sampai merasa letih dan beristirahat. Senyum mewarnai kedua kejadian tersebut, yang satu mengharapkan ikan banyak dan satunya mengharapkan padi yang tumbuh menjadi bagus dan tinggi. Ada siang dan malam, kapan pun alam bisa saja datang dan pergi tanpa dikomando. Hembusan angin kencang dan cuaca yang tiba-tiba mejadi dingin serta gelap membuat senyum dan peluh menjadi berubah secepat hembusan angin itu.

     Badai pun datang menghampirinya, keduanya tidak tau harus berbuat seperti apa.. di laut beberapa nelayan ikan pun berhenti melakukan aktifitasnya, di darat sang petani langsung kocar kacir untuk segera kembali ke rumahnya, ya bisa dilihat kondisi ini tidak baik untuk keduanya, alam tak bisa dilawan, apalagi untuk di tantang. Setiap kesulitan harus dihadapi, entah dalam keadaan sesulit apapun atau semudah apapun, semua harus dihadapi.

    Malang nasibnya pagi sang nelayan ikan, alih-alih mencari ikan lagi untuk kebutuhannya, kemudia dia harus berhadapan dengan hidup atau mati di depannya, beratkah cobaan bagi sang nelayan ikan? angin di lautan tak bersahabat dengan siapa pun, ganas dan liar.. hujan pun datang dengan sang petir menggelegar, kilat pun ikut membantu suasana menjadi mengerikan, ombak mulai bergembira dan berpesta pora di lautan tersebut. Para awak terombang ambing di geladak kapal, mempertahankan layar agar tidak rusak, mesin pun dijaga agar tetap hidup serta air yang masuk segera dibuang kembali.. ya tujuannya untuk bertahan dalam kondisi tersebut. Ikan hasil tangkapan lalu bagaimana? entahlah yang mereka pikirkan hanya satu keselamatan dan kondisi kapal yang bagus.

Sambil memegang caping di kepalanya serta membawa cangkul dan rantang makanan.. lari dengan kekuatan sisa tenaganya wuuuussh! apapun diterjang.. dia tidak peduli rasa sakit di kakinya, benda apapun yang di injaknya, semua dia terjang agar terhindar dari badai. Badai membawa hujan dan hujan membawa petaka, bukan air yang sang petani takutkan melainkan berkumpul dengan keluarga lebih baik, ketimbang keluarganya yang mencemaskan dia. Sudah lupakan yang di ladang, biarkan tuhan yang menjaganya tugas dia sudah selesai saat itu, pikir sang petani. Hanya berharap akan kemurahan hati dari Sang Pencipta dan kerendahan hati dari alam, berharap padi yang dia tanami dapat tumbuh dan bagus hasilnya.

    Entahlah keduanya memiliki kesulitan masing-masing, diantara mereka tidak ada yang tau selamat atau tidak? bisa jadi yang di darat tidak ada ombak yang berpesta akan tetapi ketidakmujuran bisa menjadi petaka bagi sang petani, sedangkan sang nelayan ikan memang memiliki bahaya yang sangat dahsyat tapi bisa saja yang dia hadapi bukan padi yang entah nasibnya di tentukan oleh kerendahan hati dari alam. Semua ada resikonya, berat atau ringan semua harus dihadapi.. tidak ada yang lolos begitu saja tanpa ada resiko untuk menghadapinya.

     Badai pasti berlalu, kehidupan seseorang dipengaruhi oleh orang di sekelilingnya.. kita tidak akan lepas dari orang yang ada di sekeliling kita, entah dia hanya sekedar menyapa, rekan satu tim/kerja, teman seperjuangan saat sekolah, bahkan keluarga serta sahabat dekat, atau bisa jadi orang yang berada di daftar/kontak Hp kita. Hidup tidak ada yang tahu, masalah datang bukan berarti akhir segalanya, pasti dia berlalu.. entah menjadi masalah yang sudah usai atau semakin menjadi-jadi, ya bagai badai yang ganas, menyapu siapapun tanpa peduli itu manusia atau binatang.

    Badai pasti berlalu, akan ada sesuatu hal yang hanya lewat saja dikehidupan kita, mampir seperti pembeli rokok di warung atau sebagai pengamen yang menghidur walaupun lagu dan irama yang dia maikan tidak sesuai dengan hati kita, berlalu dan pergi tak usah dipikirkan buang saja seperti barang yang tidak terpakai, tetapi akan ada sesuatu hal yang datang memang ditakdirkan untuk bertemu dan bersama, yaa untuk mengisi kehidupan kita atau menjadi keluarga baru.. semua itu mungkin dan sudah ditakdirkan, hanya nasib yang katanya " bisa dirubah".

  Mencintai itu takdir, menikah itu nasib.. ya sajak Sujiwo Tedjo.. seperti badai pasti berlalu semua yang pernah kita cintai sudah ditakdirkan namun nasib yang membawa kita akan menikah dengannya atau dengan yang lain.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar