Senin, 12 Oktober 2015

Lelah

   Sudah beberapa hari aku melewatkan yang namanya istirahat, iya istirahat merupakan suatu keadaan dari seseorang yang waktu hanya dilakukan untuk berdiam sejenak tanpa adanya aktifitas yang berat. Aku ingin mengeluh tentang keadaan ini, mengeluh rasa-rasanya menjadi obat penawar sementara untuk menghilangkan rasa sakit di tubuh ini. Bagai obat mati rasa yang membuat pikiran dan raga ini merasa rileks sejenak. Pagi ketemu dengan malam itu sedikit gambaran dari rasa lelahku, ya aku bukan seorang pekerja kantoran melaikan hanya seorang mahasiswa tingkat akhir. Tiap jam yang aku lalui terasa begitu cepat, entahlah apakah satu jam bagaikan satu menit dan berlalu begitu cepat tanpa adanya sapaan yang hangat.

Banyak yang berkomentar bahwa aku adalah orang yang sok sibuk, padahal aku merasa tidak sibuk toh aku masih bisa meluangkan waktu sejenak untuk berbaring di kamar yang sempit ini, yaah kadang presepsi orang berbeda-beda. Rasa lelah datang bagaikan virus yang melumpuhkan anggota tubuh ini, menggerogoti sistem kekebalan tubuh yang kadang dalam kondisi baik maupun kondisi buruk. Bagian tubuh lain yang merasakan lelah bukan hanya dari fisik, yaa perasaan ini pun dapat merasakan lelah. Lelah yang dirasakan bukan setumpuk beban yang terlihat melainkan hanya bisa dirasakan saja seperti hembusan angin. Kadang orang lain mengira akulah orang yang suka "baper" (bawa perasaan) haha tawaku mendengar kata itu. Bebas orang mau bilang seperti itu hak mereka, perasaan kadang memang butuh istirahat sejenak dari suasana yang memang kadang memaksa perasaan merasakan hal yang tidak perlu. 

Kadang lelahnya suatu perasaan muncul oleh beberapa faktor, bisa dari lingkungan, orang terdekat, masalah kampus/pribadi serta media sosial. Entahlah kadang media sosial lebih berpengaruh terhadap suatu perasaan. Mungkin karena efek dari suatu kepastian yang timbul di media sosial tersebut sehingga kita menganggap bahwa suatu sedang terjadi pada hari itu juga, padahal itu hanya ilusi belaka dari pengguna media sosial. Lelah fisik kadang mudah di obati untuk jangka waktu tertentu namun untuk lelah pada perasaan sedikit kompleks dalam memulihkannya kembali, ya entah karena "baper" kebanyakan orang jadi berubah seketika itu padahal kita tidak pernah tahu apa yang terjadi pada orang tersebut. 

Dirimu yang selalu aku kagumi kadang menjadi beban tersendiri pada perasaan ini, entahlah aku bukan kekasihmu dan juga pasangan sejatimu juga, tapi dirimu selalu membuatku lelah. Lelah karena dirimu yang selalu berubah-ubah membuat keyakinan akan kekaguman aku menjadi berkurang. Kabar darimu cukup bagiku di baris timeline, ah sudah memang kita memang berbeda, perasaan yang dulu melekat kini semakin sedikit yang menempel. Hanya senyum pahit yang selalu ke lemparkan pada baris timelineku, ah sudahlah semakin lelah saja jika membayangkan dirimu dulu, bukan yang sekarang. 

Pudar semakin jelas kulihat pada hadirnya dirimu, yaa semakin aku berkomunikasi mungkin akan banyak pengharapan akan kudapat namun bukan itu yang ku inginkan sekali lagi. Hanya sebuah kabar keadaanmu yang baik-baik saja pada dirimu. Setiap insan tak pernah luput dari kejatuhan maupun kelalaiannya dalam berjalan, dirimu pun begitu antara pandangan dan perbincangan pun berbeda dari apa yang aku terima, iya lagi-lagi aku hanya manusia yang sangat sadar akan kekurangannya terhadap dirimu yang mapan dalam satu sisi. Lelah rasa jika diriku selalu mengharapkan satu titik keajaiban pada dirimu.

Mungkin jawaban atas kesalahan konyolku lah menjadi garis tegas. Kesalahan bukan atas dasar lisan yang tajam maupun tindakan terhadap dirimu. Hanya sebaris kalimat yang memang menggambarkan dirimu seutuhnya, namun bukan itu yang kumaksud melainkan dia adalah temanku. Dirimu begitu mudah terbawa akan suasana panasnya kota atlas ini, entahlah mungkin dirimu sedang berada pada tekanan lingkungan atau dirimu memang sudah tak sabar akan sikapku ini sebagai temanmu. Rasanya kesalahanku terhadapmu seakan lebih besar dari dosaku, haha bukan itu yang aku maksud melainkan dosaku memang besar namun sebuah kesalah kecil dan konyol dari dirikulah yang membuat satu pernyataan berubah menjadi satu lubang besar.

Bangun! kata yang tepat untuk diriku yang masih menyesali kejadian pagi itu, entah karena terbawa panas maupun keringnya air dalam sumur di kota ini atau jangan-jangan memang aku sengaja membawa emosiku terhadapmu yang memang memiliki hati selembut kapas. Lelah rasanya aku memikirkan dirimu yang tak tau sebab apa yang harus diselesaikan sebagai seorang teman. Mengakui bahwa aku juga salah terhadap dirimu yang sudah dengan cara tulus nan ikhlas menjawab gurauan aku yang memang tak berbobot. Bukan ini yang ingin aku balas pada dirimu yang telah baik dan sejuk saat aku bersamamu. Aku hanya masih terperangkap oleh dua perasaan yang memang masih menjadi mimpi buruk bagi diriku, ya mencintaimu dalam kenyamanan dan juga mengikhlaskanmu dalam kebahagian. Ah rasanya diriku masih terlalu kecil untuk memikirkan masalah nan dewasa dan juga mapan yang melekat pada dirimu.

Maafkan diriku yang memberikan seperempat kesadaran bahwa dirimu memang tulus nan baik mau menamggapi namun aku merespon dengan sangat sangat lama dan akhirnya dirimu berfikir bahwa diriku tak perduli dengan jawaban dirimu, bukan itu lagi yang ingin aku utarakan temanku, akunya hanya sedikit lelah.. Lelah fisik nan perasaan saat ingin membalas pesanmu, maafkan diriku lagi yang memang salah memberikan satu respon yang baik nan ramah untuk dirimu. Mungkin ini akan menjadi kelelahan yang amat panjang nan canggung yang nantinya kita tak bisa menjadi seperti minggu-minggu sebelumnya.

"JANGAN"
Jangan sengaja pergi agar dicari
Jangan sengaja lari agar dikejar
Berjuang tak sebercanda itu (Sujiwo Tejdo)

Mungkin pesan halus yang dirimu utarakan padaku namun aku merasa lebih baik menjaga waktu namun tetap bisa berkomunikasi tapi apalah daya sebuah pertemanan bukan diukur dari tingkat kebutuhannya dalam satu waktu melainkan sepanjang waktu.

~jikalau bisa hujan turun dihari minggu aku akan berharap bisa menyampaikan pesan ini melalui rintik hujan nan aliran kecil didalamnya~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar