Senin, 07 Desember 2015

Mengalir sampai (tempat) bertemu, (diakhir) pertemuan

      Awalnya bukan cuman sungai deras saja yang terlihat, tapi saat hujan sore ini turun aliran tersebut mulai terlihat dari kejauhan. Entah karena tempat yang aku pijak ini terlalu tinggi atau tubuh ini sudah menjadi tinggi sekejap, luar biasa aliran yang terlihat pada sore hari ini begitu deras sederasnya aliran yang sangat langka. Padahal aku menyadari bahwa tubuh ini takkan bisa bertambah tinggi sekejap mata dan juga tempat yang aku pijak juga bukan puncak bukit melainkan hanya setapak jalan didataran sawah. Entah kejadian langka ini muncul seketika saat hujan menuruni langit sore ini, bukan sore ini menjadi hari spesial melainkan momen ini adalah langka.

Google.pict
        Teringat dengan sebuah percakapan dari teman baik bahwa seorang dari orang yang pernah aku cintai memberikan satu wejangan kepada teman baik aku, dia berkata "mengapa dia masih menghubungi aku?" benakku mulai bertanya apakah ini sebuah teguran? atau hanya akal-akalan dari teman baikku saja agar kenangan dan harapan menyatu dalam satu waktu? ahsudahlah itu cuman sebuah gurauan dari teman baikku. Malam pun menggeser pergantian sore pada waktu itu, mulai lagi datang seorang dari masa lalu memberi semangat dan harapan kepadaku tentang orang yang aku suka, kembali benakku menyakinkan diri "buat apa dia berkata seperti itu? itu cuman harapan dan semangat kosong dari kotak sepatu yang baru dibeli di toko brand ternama!, yakin kan hati agar tak mengharap kembali.

        Harapan dan semangat kosong ibarat sepatu baru dan kotaknya, harapan adalah sepatu baru yang masih sangat layak dipakai dan diperlihatkan ke orang lain dengan senyum serta perasaan bungah, namun semangat kosong adalah kotaknya!, kotak dari sepatu baru yang setelah sepatu diambil dari kotaknya.. kotaknya pun kosong melompong tak akan ada lagi semangat untuk melihat isinya, nilainya pun tak ada, kecuali jika kotak kosong itu banyak dan berkilo-kilo!, terbayang jika itu semua hanya semangat kosong?

Minggu, 22 November 2015

Kisah Kasih Nyata?

      Di akhir penghujung semester selalu di harapkan adalah liburan. Satu dari kesempatan untuk meregangkan otot dan otak yang ada dalam penat di dunia perkuliahan, tapi berbeda dengan kita.. ya kita sebagai mahasiswa/i yang memang sudah mencapai tahap akhir dari dunia perkuliahan harus memendam keinginan dalam liburan. Liburan hanya sebuah angan sementara, menyelesaikan 3 sks sebenarnya mudah jika dilakukan di awal semester, jika di akhir semester bagaimana? haha cukup menyita waktu. Kuliah Kerja Nyata merupakan salah satu tugas akhir yang harus (wajib katanya) dilaksanakan sebelum menyusun tugas akhir (skripsi = S1), awalnya kita tidak tau itu apa dan apakah sejenis kuliah yang singkat atau membosankan, entahlah yang jelas banyak masukan dari senior dan dosen yang bilang bahwa Kuliah Kerja Nyata merupakan awal dari cerita baru dari kehidupan perkuliahan haha, lebay sih tapi kata-kata favoritnya adalah "Kalian bisa menemukan pasangan hidup (pacar bisa dikatakan hehe)", semula kita semua tersenyum malu dan mulai berfantasi seperti apa jadinya nanti hehe.

       Kuliah Kerja Nyata banyak jenis dan prosedurnya, tapi paling umum untuk menjelaskan apa yang harus dilakukan pada 3 SKS tersebut adalah bentuk pengabdian yang dilaksanakan dalam waktu tertentu (2 minggu atau 1 bulan). Tahap yang penting adalah pendaftaran untuk mengikuti KKN>menyerahkan berkas>nunggu lokasi penerjunan>lokasi didapat>pembekalan fakultas>pembekalan univ>kumpul (alias rapat)>survey 1>survey 2>survey 3>survey terus haha (yang survey sebenarnya bisa diakalin haha)>upacara penerjunan. Biasanya hanya 2 bulan sampe ke tahap penerjunan tahap yang akan dijalanin, kembali ke topik bahwa KKN bagi kami seperti halnya MAGANG di suatu perusahaan atau balai bedanya kalo MAGANG kita mengikuti kegiatan saja, sedangkan KKN itu ribet bin rame haha.

      Singkatnya tentang KKN adalah pengabdian secara singkat di suatu desa dan meningkatkan kualitas dari desa tersebut dan bisa bermanfaat bagi warganya, akan tetapi akan selalu ada pengawasan dari dosen terkait, okey penjelasan KKN sebenernya itu ga penting juga mungkin hanya sebagai prolog bagaimana sistematika dalam menyelesaikan tugas dari universitas hehe.

      Awal penerjunan dari KKN sebenernya sangat menyenangkan, tapi itu hanya seharusnya bukan yang "sebenarnya", kami menyebutnya "Posko" kami kebetulan adalah rumah kosong yang jarang ditinggali dan sangat dekat dengan jalan raya, hmm awalnya meragukan saat kami tiba disana... ya baru datang sore hari kita disuguhkan dengan kerja bakti untuk membersihkan tempat itu sebisa mungkin layak di tempati oleh kami semua untuk 1 bulan kedepan. Kata paling manis untuk menguapkan hati ini adalah alhamdulillah, ya aku tak menyesal mendapat tempat seperti itu, begitu juga teman-temanku yang lain. Mungkin akan sangat profokatif jika aku menceritakan seperti apa detail dari rumah tersebut, namun akan manis jika aku mengingat bahwa kami bisa hidup dan menjalani segala aktifitas dengan segala kekurangannya :). Kembali ke hari dimana kami semua hadir dalam satu kumpulan yang sama-sama harus saling memahami satu sama lain untuk 1 bulan kedepan.

     Malam itu kami semua tidur dalam satu ruangan yang sama, entah ini merupakan bagian terseru yang pernah aku rasakan, yaa mungkin banyak berfikir bahwa ada niat jahat dan nakal dalam benakku padahal tidak hehe, hanya saja pikiran ini tergilitik oleh satu hal yaitu kami baru kenal beberapa minggu lalu :). Dengan banyak kekurangan yang ada kami masih sempat nyaman dengan kondisi seperti itu, mungkin awal dalam aku menulis bukan untuk mengenang yang aku suka saja, namun sebaik-baiknya sebuah kenangan adalah menjaganya dengan baik.... yaa baik untuk diambil hikmahnya bukan dibiarkan dan tidak dijadikan pelajaran.

"Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bisa mengambil pelajaran dari kehidupannya dan hikmah yang terkandung didalamnya"