Kamis, 15 Februari 2018

Lebih enak es campur dari pada campur aduk

      Sekilas gue teringat rasa-rasa dari jenis es yg ada di Jakarta, benak gue pun bergumam "Apa rasanya bakal sama kyk disana yaa..apa jgn2 rasa itu telah hilang, ahsudahlah itukan cuman es!" begitulah campur aduk yang terlintas dipikiran sempit gue. Entah mengapa es campur itu lgsg muncul di kepala gue, karena rindu atau karena tidak terbalas? wkwkwk ngaco cuk! yg jelas diri gue masih penasaran dengan rasa-rasa itu.

Rasa disini dan disana berbeda, entah karena gue rindu akan rumah atau suasana disana...kalaupun hanya seorang wanita yg gue rindu buat apa sampai gue rela melakukan sebuah kebodohan? yaa kebodohan memperjuangkan dia yg tidak berbalas *Sok bijak ckckck. The Only One Wonder Women in the World, ya dia adalah seorang ibu, ibu kita sendiri. 

Ya begitulah suatu rasa kadang sulit utk dikecap secara bersamaan, kasih dan sayang pun sama keduanya tidak menyatu layaknya gula dan air panas setelah dituangkan, namun dibutuhkan adukan yang sesuai untuk mencapainya. Btw masih merasa perlu berbalas tentang rasanya? apakah kmu ingin rasa yang sama seperti kmu kenal pertama kali? kira-kira bisa engga ya? hahaha kapan terakhir kmu merasakan sebuah rasa manis yang pas dan kamu dapatkan utk kedua kalinya..coba kapan? menurut gue pribadi, kita akan merasakan rasa yg berbeda.

Campur aduk adalah istilah yang tak baku menurut gue, tapi mudah untuk menggunakan kata tersebut dgn suatu keadaan dr sebuah rasa. Contoh, gado-gado merupakan campur aduk dari beberapa sayuran dan pastinya rasanya bercampur jadi satu. Maksa cuk! hahaha memang sesuatu kadang harus dipaksa secara tdk langsung.

Pemaksaan dalam artian yang positif, entah mengapa kembali menyinggung dari rasa utk beramal. Moso ya beramal hrs dipaksakan? contoh dari akan berlakunya wajib bayar zakat 2,5% bagi ASN, duh kenapa hrs dipaksakan cuk? katanya sih itu tuntunan tapi secara tdk langsung kita memaksakan RASAnya cuk! knp lagi-lagi rasa yg dikaitkan? gmn perasaanmu jika sudah pny rencana tiba2 batal ditengah jalan, secara bulananmu sudah KEPOTONG!, piye jal perasaanmu?.

Rasa ini pun kadang bercampur aduk menjadi satu, sisi lain mengatakan bahwa dia ok...sisi yang bersebrangan pun akan bilang dia tidak ok. Kontradiksi dalam menentukan rasanya, entah hrs blg bahwa rasa itu pas atau tidak. Mungkin ini sudah menjadi takdir dari RASA, apapun kmu kelak rasa ini terus sama seperti dulu pertama bertemu....ya bercampur aduk, duh lebih baik rasa es campur saja yg kurasakan dibanding rasamu 😅.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar