Pernah kah lu berfikir bahwa sesuatu yang dipertemukan pada akhirnya harus berpisah? sebagian orang berkata hal itu hanya ditulis dari seseorang yang putus asa/patah hati, gue berharap orang yang menulis itu dalam keadaan yang sangat sadar hehe, coba banyangkan jika orang yang putus asa/patah hati tidak akan memakai logikanya saat itu, tapi lebih banyak merenungkan kesedihannya menurut gue hal ini bukan disebut sebagai tulisan putus asa/patah hati melainkan sebagai motivasi. banyak hal yang kita temukan diawali oleh sebuah pertemuan...
Pertemuan bukan hal buruk menurut gue, saat gue pertama kali masuk sekolah dasar pasti akan terasa berat dengan apa yang gue hadapi untuk pertama kalinya, selama 6 tahun lamanya gue berada di sana sudah saatnya pergi/berpisah dengan masa-masa itu... awalnya sedih, entah mengapa dunia yang penuh kesenangan harus beralih ke dunia yang tidak begitu menyenangkan, bertemu sekolah baru, teman baru, guru baru serta lingkungan yang baru pula. Begitu seterusnya sampai kita memasuki dunia yang amat sibuk dan tanggung jawab yaitu dunia kerja. Kadang benak selalu bertanya, kita baru kenal bukan? tapi kenapa hubungan pertemanan dan hubungan sosial ini begitu menyenangkan, dilahirkan ditempat berbeda tidak menjalani kehidupan bersama-sama sewaktu kecil tapi kita bertemu dalam suatu momentum yang begitu indah dalam sekejap... Wuuussh seperti angin saat sore hari dimana hari tidak hujan namun awan kembali menampakkan kesedihannya, itulah sebuah pertemuan, kadang kita menyadari suatu hari akan datang kata perpisahan.
Pertama gue engga mau cerita tentang kisah cinta apalagi kisah romantisme dari diri gue, hmm setiap orang punya rasa dan perasaan dalam menikmati momen tersebut, jika gue ceritakan hal yang indah mungkin menurut orang akan biasa saja, yap itulah kisah masing-masing orang punya caranya untuk diungkapkan. Kembali apakah alur cerita yang ingin gue ceritakan adalah romantisme? kisah cinta? sebuah kisah cinta diantara sahabatnya? atau cerita tentang indahnya jatuh cinta itu sendiri? gue bukan orang yang memiliki kisah cinta yang bagus apalagi memiliki sisi romantis di hati. Gue adalah gue, tidak ada yang menggantikan gue di dunia ini, apalagi cerita ini mungkin akan dianggap sampah tapi juga tambang emas semua orang punya pendapat yang berbeda dalam sebuah cerita.
Pertemuan yang paling gue senang adalah bertemu dengan teman baru, kadang jika kita memiliki kecocokan dalam hobi makan akan semakin "klop" (nyambung) arah pembicaraan kita, was wes wos apapun dibicarakan, melupakan waktu sambil merangkap makan adalah hal yang wajar diawal pertemuan kita. Indah dan senang, itulah pertemuan pada saat gue diangkat menjadi ketua dalam kelompok, hal ini wajar jika ditunjuk menjadi ketua padahal gue engga punya apapun yang ditonjolkan, secara fisik gue engga sekuat dan segagah cowok-cowok lainnya di dalam kelompok gue tapi mungkin mereka melihat bagaimana gue bisa membawa kelompok ini menjadi baik, yaa itulah kepercayaan dari anggota kelompok. Pada akhirnya itu hanya bersifat sementara, sebentar dalam artian luas, gue merasa senang saat itu karena gue adalah orang yang mereka tunggu menjadi pembicara utama dan mengayomi mereka... waktu pun seperti memberikan porsinya sendiri ke gue, hanya untuk ketua sebentar dalam waktu tertentu.
Kelompok dalam acara Pelantikan di tingkat Fakultas itulah gue berposisi sebagai ketua (cadangan), sebagian temen-temen di kelompok gue merasa ketua sebelumnya tidak mengayomi dan tidak bertanggung jawab, entahlah gue merasa kalo itu hak anggota kelompok untuk bersuara dalam satu forum, antara rasa takut, sedih dan tidak peduli... kegiatan pelantikan tidaklah wajib, tapi dituntut untuk menjadi kelompok yang bertanggung jawab. Kadang hal yang terfikirkan oleh gue saat itu adalah ketua adalah tumbal, yaa tumbal untuk yang mengkordinir dan sebagainya.. tapi nikmati hal itu bro, ingat! itu hanya sebentar ada jangka waktunya, setelah kegiatan itu? haha kita akan dianggap biasa saja, begitu juga dengan ketua praktikum, laporan serta kelompok di dalam organisasi lain.
Pertemuan dengan teman sehobi dan senasib serta sepenanggungan, kita punya rasa ingin bersama-sama... kemanapun tetap bersama merasakan kenyamanan tiada tara, bahagia dan senang menjadi satu rasa saat itu. Lagi kembali teringat... kita baru kenal bukan? yaah itulah pertemuan, semakin sering bertemu dan bersama akan saling mengerti. Awalnya bukan siapa-siapa, berawal dari kelompok yang kecil menjadi besar, besar bersama dengan nasib, susah senang dilalui bersama... masalah ditanggung bersama dan menjadi terasa hangat jika mendengar kata "ah udah kayak siapa aja, kita kan keluarga", haha kata yang paling menyejukkan hati, tidak ada kecurigaan hanya ada rasa saling percaya satu sama lain.
Ingat dalam dunia ini bukan semua yang ditemui itu berakhir senang dan indah, pasti kita mengalami sesuatu perpindahan rasa tersebut. Bumi nampaknya memberitahu gue bahwa sesuatu harus dipahami sejak dini, terlena akan membuat kita jatuh dilubang yang sama dan jurang yang dalam. Akan datang masa dimana tempat atau lingkungan yang kita diami/tinggali ini kita akan berpindah ke tempat yang berbeda? masa-masa kuliah pun berganti masa orang dewasa, pekerjaan adalah hal yang pasti didapat... berbeda bagi mereka yang memiliki keinginan untuk melanjutkannya lagi. Rasanya kemarin saja kita bertemu.. sekarang harus berpisah, hanya rasa kangen untuk kembali ke masa-masa itu dengan cara berkumpul kembali adalah jawabannya. Tapi cerita ini bukan untuk menceritakan bagian "Happy ending" dari sebuah persahabatan ataupun kisah cinta, melainkan sebuah cerita yang ingin disampaikan oleh gue tentang kebahagian.
Kebahagian gue adalah melihat teman ataupun sahabat gue senang dan bahagia, saat berkumpul kembali menceritakan momen dimana hal senang, sedih, serta memalukan kembali diceritakan untuk bernostalgia, hmm rasanya damai saat hal itu diceritakan dengan lengkap dan kita menikmati setiap detail momen tersebut dengan rasa bahagia dan tentram. Maaf untuk hal itu gue merasa kebahagian bukan selalu mengenaik hal yang menyenangkan, saat lu merasa harus pergi dari keluarga baru yang menurut gue adalah penyebabnya merupakan hal yang logis... hehehe gue merasa menulis tidak dengan rasa putus asa/patah hati karena tidak banyak teman yang mengajak gue untuk sekedar makan es krim di pinggir jalan, tapi gue merasa kadang jika pertemuan tidak pernah terjadi hanya karena sebuah alasan "hal itu hanya membuang waktu dan tidak bermanfaat", menurut gue keputusan untuk pergi dan tidak kembali lagi, yaa karena gue tau hal bermanfaat tidak akan dibuang di tempat yang tidak nyaman, melainkan ditempat yang nyaman.
Semoga kenyamanan yang pernah kita buat di 35hari lalu menjadi awal momen yang baik, haha gue bukan ketua loh waktu itu tapi merasa menjadi tokoh antagonis dalam sana, hmm ada hal yang sebenarnya menyedihkan jika kalian bisa menyadari kenapa waktu itu menjadi suasana yang indah atau pun sekedar menjadi neraka dalam sebuah kelompok? hanya masing-masing dari kita yang bisa menjawabnya, yaa bahagia bersumber dari diri kita, saat tidak bahagia jalan terbaik adalah mencari kebahagiaan itu sendiri atau jadilah kebahagian itu sendiri.
Harapan terbaik dari cerita ini adalah gue merasa sedikit bahagia, ya karena gue bahagia diantara hari-hari yang lainnya tidak ada gue lagi disana, gue akan cari dan meninggalkan kebahagiaan itu untuk kebahagiaan teman ataupun sahabat gue. Jadilah kebahagian itu sendiri atau cari kebahagian itu sendiri.
-GoodByeRogo-
Pertemuan bukan hal buruk menurut gue, saat gue pertama kali masuk sekolah dasar pasti akan terasa berat dengan apa yang gue hadapi untuk pertama kalinya, selama 6 tahun lamanya gue berada di sana sudah saatnya pergi/berpisah dengan masa-masa itu... awalnya sedih, entah mengapa dunia yang penuh kesenangan harus beralih ke dunia yang tidak begitu menyenangkan, bertemu sekolah baru, teman baru, guru baru serta lingkungan yang baru pula. Begitu seterusnya sampai kita memasuki dunia yang amat sibuk dan tanggung jawab yaitu dunia kerja. Kadang benak selalu bertanya, kita baru kenal bukan? tapi kenapa hubungan pertemanan dan hubungan sosial ini begitu menyenangkan, dilahirkan ditempat berbeda tidak menjalani kehidupan bersama-sama sewaktu kecil tapi kita bertemu dalam suatu momentum yang begitu indah dalam sekejap... Wuuussh seperti angin saat sore hari dimana hari tidak hujan namun awan kembali menampakkan kesedihannya, itulah sebuah pertemuan, kadang kita menyadari suatu hari akan datang kata perpisahan.
Pertama gue engga mau cerita tentang kisah cinta apalagi kisah romantisme dari diri gue, hmm setiap orang punya rasa dan perasaan dalam menikmati momen tersebut, jika gue ceritakan hal yang indah mungkin menurut orang akan biasa saja, yap itulah kisah masing-masing orang punya caranya untuk diungkapkan. Kembali apakah alur cerita yang ingin gue ceritakan adalah romantisme? kisah cinta? sebuah kisah cinta diantara sahabatnya? atau cerita tentang indahnya jatuh cinta itu sendiri? gue bukan orang yang memiliki kisah cinta yang bagus apalagi memiliki sisi romantis di hati. Gue adalah gue, tidak ada yang menggantikan gue di dunia ini, apalagi cerita ini mungkin akan dianggap sampah tapi juga tambang emas semua orang punya pendapat yang berbeda dalam sebuah cerita.
Pertemuan yang paling gue senang adalah bertemu dengan teman baru, kadang jika kita memiliki kecocokan dalam hobi makan akan semakin "klop" (nyambung) arah pembicaraan kita, was wes wos apapun dibicarakan, melupakan waktu sambil merangkap makan adalah hal yang wajar diawal pertemuan kita. Indah dan senang, itulah pertemuan pada saat gue diangkat menjadi ketua dalam kelompok, hal ini wajar jika ditunjuk menjadi ketua padahal gue engga punya apapun yang ditonjolkan, secara fisik gue engga sekuat dan segagah cowok-cowok lainnya di dalam kelompok gue tapi mungkin mereka melihat bagaimana gue bisa membawa kelompok ini menjadi baik, yaa itulah kepercayaan dari anggota kelompok. Pada akhirnya itu hanya bersifat sementara, sebentar dalam artian luas, gue merasa senang saat itu karena gue adalah orang yang mereka tunggu menjadi pembicara utama dan mengayomi mereka... waktu pun seperti memberikan porsinya sendiri ke gue, hanya untuk ketua sebentar dalam waktu tertentu.
Kelompok dalam acara Pelantikan di tingkat Fakultas itulah gue berposisi sebagai ketua (cadangan), sebagian temen-temen di kelompok gue merasa ketua sebelumnya tidak mengayomi dan tidak bertanggung jawab, entahlah gue merasa kalo itu hak anggota kelompok untuk bersuara dalam satu forum, antara rasa takut, sedih dan tidak peduli... kegiatan pelantikan tidaklah wajib, tapi dituntut untuk menjadi kelompok yang bertanggung jawab. Kadang hal yang terfikirkan oleh gue saat itu adalah ketua adalah tumbal, yaa tumbal untuk yang mengkordinir dan sebagainya.. tapi nikmati hal itu bro, ingat! itu hanya sebentar ada jangka waktunya, setelah kegiatan itu? haha kita akan dianggap biasa saja, begitu juga dengan ketua praktikum, laporan serta kelompok di dalam organisasi lain.
Pertemuan dengan teman sehobi dan senasib serta sepenanggungan, kita punya rasa ingin bersama-sama... kemanapun tetap bersama merasakan kenyamanan tiada tara, bahagia dan senang menjadi satu rasa saat itu. Lagi kembali teringat... kita baru kenal bukan? yaah itulah pertemuan, semakin sering bertemu dan bersama akan saling mengerti. Awalnya bukan siapa-siapa, berawal dari kelompok yang kecil menjadi besar, besar bersama dengan nasib, susah senang dilalui bersama... masalah ditanggung bersama dan menjadi terasa hangat jika mendengar kata "ah udah kayak siapa aja, kita kan keluarga", haha kata yang paling menyejukkan hati, tidak ada kecurigaan hanya ada rasa saling percaya satu sama lain.
Ingat dalam dunia ini bukan semua yang ditemui itu berakhir senang dan indah, pasti kita mengalami sesuatu perpindahan rasa tersebut. Bumi nampaknya memberitahu gue bahwa sesuatu harus dipahami sejak dini, terlena akan membuat kita jatuh dilubang yang sama dan jurang yang dalam. Akan datang masa dimana tempat atau lingkungan yang kita diami/tinggali ini kita akan berpindah ke tempat yang berbeda? masa-masa kuliah pun berganti masa orang dewasa, pekerjaan adalah hal yang pasti didapat... berbeda bagi mereka yang memiliki keinginan untuk melanjutkannya lagi. Rasanya kemarin saja kita bertemu.. sekarang harus berpisah, hanya rasa kangen untuk kembali ke masa-masa itu dengan cara berkumpul kembali adalah jawabannya. Tapi cerita ini bukan untuk menceritakan bagian "Happy ending" dari sebuah persahabatan ataupun kisah cinta, melainkan sebuah cerita yang ingin disampaikan oleh gue tentang kebahagian.
Kebahagian gue adalah melihat teman ataupun sahabat gue senang dan bahagia, saat berkumpul kembali menceritakan momen dimana hal senang, sedih, serta memalukan kembali diceritakan untuk bernostalgia, hmm rasanya damai saat hal itu diceritakan dengan lengkap dan kita menikmati setiap detail momen tersebut dengan rasa bahagia dan tentram. Maaf untuk hal itu gue merasa kebahagian bukan selalu mengenaik hal yang menyenangkan, saat lu merasa harus pergi dari keluarga baru yang menurut gue adalah penyebabnya merupakan hal yang logis... hehehe gue merasa menulis tidak dengan rasa putus asa/patah hati karena tidak banyak teman yang mengajak gue untuk sekedar makan es krim di pinggir jalan, tapi gue merasa kadang jika pertemuan tidak pernah terjadi hanya karena sebuah alasan "hal itu hanya membuang waktu dan tidak bermanfaat", menurut gue keputusan untuk pergi dan tidak kembali lagi, yaa karena gue tau hal bermanfaat tidak akan dibuang di tempat yang tidak nyaman, melainkan ditempat yang nyaman.
Semoga kenyamanan yang pernah kita buat di 35hari lalu menjadi awal momen yang baik, haha gue bukan ketua loh waktu itu tapi merasa menjadi tokoh antagonis dalam sana, hmm ada hal yang sebenarnya menyedihkan jika kalian bisa menyadari kenapa waktu itu menjadi suasana yang indah atau pun sekedar menjadi neraka dalam sebuah kelompok? hanya masing-masing dari kita yang bisa menjawabnya, yaa bahagia bersumber dari diri kita, saat tidak bahagia jalan terbaik adalah mencari kebahagiaan itu sendiri atau jadilah kebahagian itu sendiri.
Harapan terbaik dari cerita ini adalah gue merasa sedikit bahagia, ya karena gue bahagia diantara hari-hari yang lainnya tidak ada gue lagi disana, gue akan cari dan meninggalkan kebahagiaan itu untuk kebahagiaan teman ataupun sahabat gue. Jadilah kebahagian itu sendiri atau cari kebahagian itu sendiri.
-GoodByeRogo-
kebahagian gue main game bro. cek blog gue juga bahanbacaan21.blogspot.co.id bahas tentang kegelisahan wkwk
BalasHapus